
Pangeran Kurotsukki yang kembali ke kamar hanya menganga saat melihat Rakia tidur. ‘’Sebagai seorang pelayan, dia cukup berani juga tidur di kasurku.’’
......................
Rakia membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruangan yang gelap itu. Dengan cepat, ia bangkit sambil memastikan kamar tersebut. ‘’Apakah aku ketiduran?! Pangeran Kurotsukki sepertinya belum kembali. Sebaiknya aku bergegas pergi sebelum dia melihatku.’’
Wanita itu merapikan kasur dan bergegas keluar.
......................
Acara Perjamuan
Pangeran Ereri mengerutkan dahi melihat. ‘’Ada apa? Ini pertama kalinya kau melamun saat menghadiri pertemuan. Apakah sesuatu mengganggumu?’’
Pangeran Kurotsukki sedikit terkekeh. ‘’Kakak tertua tidak akan percaya dengan apa yang aku lihat.’’
‘’Apakah kau menemukan sesuatu yang menarik?’’ tanya Pangeran Ereri dengan maksud memancing.
‘’Jauh lebih menarik. Ini mengenai Rakia. Aku menyuruhnya untuk membersihkan kamarku, tapi pelayan itu malah tertidur pulas di kasurku saat aku kembali mengganti pakaian.’’
Pangeran Ereri yang mendengarnya hanya tersenyum dengan kepala menunduk.
‘’Bagaimana aku harus menghukumnya?’’
‘’Kenapa tidak membawanya ke kamarku saja?’’ pancing Pangeran Ereri.
......................
Pagi berikutnya…
__ADS_1
Rakia masuk seperti biasa, dan tidak melihat sosok pemilik kamar. ‘’Ternyata benar, dia tidak ada di kamar. Apakah dia belum kembali sejak kemarin? Kuharap dia tidak melihatku tidur di kasurnya. Jika tidak maka ak—‘’
‘’Jika tidak apa?’’ tanya Pangeran Kurotsukki yang bersandar di balik tembok sejak tadi.
‘’Pa-Pangeran Kurotsukki?!’’ pekik Rakia.
‘’Aku menyuruhmu tidak melayaniku bukan berarti kau bisa berbuat seenaknya saat aku tidak ada.’’
‘’Um, itu … Hehe,’’ kekeh Rakia.
‘’Aku akan memberimu hukuman,’’ kata Pangeran Kurotsukki menarik tangan wanita itu.
‘’Kita mau ke mana?’’
......................
Kamar Pangeran Pertama
Jangan kamar ini lagi, ucapnya dalam hati.
Pangeran Kurotsukki menariknya masuk. Tatapan Rakia dan Pangeran Ereri bertemu.
‘’Hukumanmu adalah membantuku mengatur jadwal kakak tertua,’’ kata Pangeran Kurotsukki.
‘’Ha?!’’ protes Rakia membuat Pangeran Ereri tersenyum puas.
Tapi, karena dirinya memang salah, membuat Rakia terpaksa menerima hukuman itu. Sesekali matanya melirik ke arah Pangeran Ereri.
Argh, kenapa membawaku kemari? Berada satu atap dengannya saja aku tidak sudi. Tapi sekarang aku malah satu ruangan, gerutu Rakia dalam hati.
__ADS_1
Tidak ingin berlama-lama, Rakia menyelesaikannya dengan cepat. ‘’Pangeran Kurotsukki, saya sudah menyelesaikannya.’’
‘’Eh, secepat itu?’’ tanya Pangeran Kurotsukki melihat jadwalnya.
Tak lama kemudian, ia menyerahkannya ke Pangeran Ereri.
‘’Hee~ berbeda dengan Rakia, kau tidak pernah menyelesaikan jadwalku secepat ini secara akurat.’’
Rakia menatap pria itu dengan tatapan tidak suka.
‘’Kakak tertua mengatakannya terlalu kejam. Aku sedang memberinya hukuman, kenapa membandingkan dirinya denganku?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.
‘’Dia menjadi spesial karena menerima tanggung jawab sebagai pelayan pribadi 12 Pangeran Rivazreich. Bukankah seperti itu Rakia?’’ tanya Pangeran Ereri.
‘’Pangeran terlalu berlebihan. Karena sudah selesai, saya akan pergi,’’ kata Rakia berbalik.
‘’Kenapa terburu-buru? Tinggallah beberapa saat lagi,’’ senyum Pangeran Ereri.
‘’Maaf, saya masih punya pekerjaan lain!’’ tegas Rakia dengan tatapan tajam.
......................
Koridor Istana
‘’Hhah! Aku sangat tidak suka dengan Pangeran Pertama itu, kuharap dia bukan orang yang disukai Kakak Yu—‘’
‘’Aa! Aku lupa! Bukankah aku juga harus menyelidiki sosok yang disukai Kakak Yuriki?!’’
Rakia menggerutu kesal, sehingga ia hanya mengandalkan insting wanitanya. ‘’Kakak Yuriki lebih tua setahun dariku, lalu di antara 12 Pangeran, hanya Ereri, Kurotsukki dan Akakuro yang mendekati umurnya. Ereri pendiam seperti Kakak Yuriki, jadi mustahil mereka saling suka, yang ada 2 patung berjalan. Akakuro sangat disiplin waktu, dibandingkan dengan Kakak Yuriki yang santai, sepertinya tidak mungkin.’’
__ADS_1
Langkah kaki Rakia terhenti. ‘’Kurotsukki ... Meskipun terlihat seperti berandalan, dia tetap tampan dan ramah. Mungkin aku akan menyukainya jika saja tidak ada sosok penyelamatku. Kalau begitu, sudah dipastikan Kakak Yuriki menyukai Kurotsukki.’’