My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 22 Blackjack Part 1


__ADS_3

Rakia duduk dan menatap Pangeran Kou sambil menopang dagunya dengan kedua punggung tangan. "Taruhan sebelumnya tidak resmi karena tidak sebanding dengan permainannya."


"Jadi kau ingin melarikan diri?"


"Melarikan diri? Ucapanku belum selesai, maksudku gunakan permainan yang sebanding dengan taruhan itu."


"Kau tidak punya hak untuk ikut serta bermain bersamanya."


"Sepertinya kau masih belum mengerti. Kau seorang Dealer, kan? Maka selesaikan ini secara One on One. Setelah menghinaku, kau pikir aku akan melepaskanmu dengan mudah?"


"Heh, baiklah aku menerima tantanganmu. Aku juga penasaran dengan kemampuanmu setelah kau mengalahkan Goyu waktu itu."


"Jadi permainan apa yang akan kita mainkan?" tanya Rakia.


"Blackjack," jawab Pangeran Kou.


Rakia terdiam untuk sesaat. "Baiklah, aku terima."


Kedua orang itu menuju ke meja Blackjack.


Wanita ini gila. Tidak ada yang memahami permainan ini sebaik diriku dan Kou. Kenapa dia malah menerimanya begitu saja? Gawast, cemas Pangeran Goyu dalam hati.


Round 1


"Aku pasang 100 chip(1 milyar)," kata Rakia.


"Aku juga pasang 100 chip(1 milyar)," kata Pangeran Kou yang sekarang menjadi Dealer.


Pria itu membagikan kartu Rakia.



"Split," kata Rakia.



"Hit, double down," kata Rakia.


__ADS_1


Sejenak, Rakia menatap Pangeran Kou kemudian tersenyum. "Stand."


"Kalau begitu giliran kartuku," kata Dealer.



Pangeran Kou terbelalak melihat nilai kartunya adalah Bust, maka dari itu Rakia menang.


"Heh, tidak kusangka kau juga mengetahui permainan ini, ya?" senyum sang Dealer.


Dia menang? Ini tidak mungkin, apakah dia juga memahami permainan ini? Kurasa ini hanya kebetulan, iya pasti hanya kebetulan, kata Pangeran Goyu dalam hati.


Rakia memasang raut wajah kecewa. "Sayang sekali, kartumu bernilai 26 poin sedangkan kartuku bernilai 20 poin. Apakah kau berniat kalah dariku?"


"Dasar wanita angkuh! Kau terlalu besar kepala hanya karena baru menang satu kali dariku," balas Pangeran Kou memberinya tatapan rendah.


Round 2


"Aku pasang 1000 chip(10 milyar)," kata Rakia.


"Heh, kau berambisi juga, aku suka. Aku ikut."



"Pasangan kartu yang sama lagi? Kalau begitu aku pilih ... Split," kata Rakia.



"Split," ulangnya.



"Hahaha, apakah kau akan membagi terus kartumu? Kau bermain tanpa strategi, sungguh bodoh."


"Aku memilih stand untuk ketiganya," kata Rakia serius.


"Ok, sekarang kartuku. Kali ini aku akan menang."


__ADS_1


"Eh, Bust lagi?" Pangeran Kou terbelalak.


Dia menang lagi?! Heh, seru Pangeran Goyu dalam hati.


"Sungguh membosankan, ini bahkan belum pertengahan tapi kau sudah kalah 2 kali berturut-turut dariku."


Pangeran Kou menatap Rakia tajam.


"Bagaimana kalau kita menaikkan taruhannya agar semakin menegangkan?" pancing Rakia.


Pangeran Kou hanya diam.


"Kalian berdua seorang Pangeran. Kalau mengenai uang bukankah tidak ada masalah?"


"Apa maksudmu?"


"Aku meminta $715 milyar (10,46 triliun) sebagai taruhannya," senyum Rakia.


Semua yang ada di dalam kasino tertegun mendengar ucapan wanita itu.


"Heh, hahaha wanita ini gila. Untuk apa memasang taruhan sebesar itu?" kekeh Pangeran Kou.


"Ra-Rakia, apa yang kau katakan?"


"Turuti permintaanku jika kau ingin melihatnya hancur."


Untuk pertama kalinya Pangeran Goyu melihat tatapan dingin Rakia. Pandangannya menuju ke Pangeran Kou sambil mengingat penghinaan yang dia terima.


"Baiklah. Aku berikan $715 milyar (10,46 triliun) untukmu."


"Omong kosong! Kau benar-benar memberinya $715 milyar (10,46 triliun)?" kaget Pangeran Kou.


"Jika kau tidak menerimanya maka bisa dianggap aku yang memenangkan perjudian ini," kata Rakia.


Bugh!


Pangeran Kou marah sambil memukul meja Blackjack.


"Segera siapkan $715 milyar (10,46 triliun) untukku!"

__ADS_1


__ADS_2