My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 157 Kode Angka Terpecahkan


__ADS_3

“Kamiya-kun sadarlah! Kita sedang diperalat. Cepat buka tali ini, dan kita pergi menyelamatkan yang lainnya. Meskipun aku tidak tahu siapa saja yang terlibat,” kata Putri Rakia.


“Setelah itu aku akan dijatuhi hukuman mati, dan kau kembali ke keluargamu dan hidup bahagia? Tidak. Kalau Anda tidak keberatan, kita semua lebih baik mati di sini sebagai para kuncinya,” kata Dokter Wo.


“Eh? Apa maksudmu berkata seperti itu? Aku tidak akan melaporkanmu. Kita bisa membicarakannya baik-baik. Kalau perlu, aku akan membujuk Ayahanda untuk tidak memberimu hukuman mati.”


Dokter Wo terkekeh membuat Putri Rakia semakin bingung. “Kali ini aku tidak mempercayai Anda lagi.”


“Kamiya-kun,” habis pikir Putri Rakia.


Dokter muda itu menekan sebuah tombol membuat suara speaker terdengar.


Pangeran Rui yang mendengarnya langsung melepaskan cengkeramannya di bahu Mezool. “Apa itu?”


......................


Ruang Eksekusi


“Apakah Anda baik-baik saja?” tanya Raja Rivazreich.


Kaisar Helios masih mematung melihat angka-angka yang ditulis Ramos.


Flashback on


Boom!


Ledakan tiba-tiba muncul di sela-sela hujan turun membuat mereka terhempas.


Kaisar Helios membulatkan mata melihat setengah tubuh Panglima tertimpa kerangka tembok bangunan. Sambil bom muncul, ia merunduk dan berusaha mendorong kerangka tembok itu.


‘’Yang Mulia tidak perlu menyelamatkan hamba. Setengah tubuh hamba tidak bisa hamba rasakan lagi, dan sepertinya sudah hancur,’’ kata Panglima lemah.

__ADS_1


Kaisar tertegun dan hanya lemas melihat darah keluar berulang kali dari mulut orang kepercayaannya itu. Panglima mengungkapkan rasa terima kasih dan syukurnya, membuat mata Kaisar Helios berkaca-kaca.


Dengan sekuat tenaga, tangan Panglima bergerak. Darah di tangannya dipakai sebagai tinta untuk menulis di kerangka tembok yang sedang menimpanya.


"Segala keagungan Helios," kata Panglima sebelum menghembuskan nafas terakhir.


Flashback off


“19-8-9-14-19-21-11-5. Ya, itu angka yang sama yang Panglima tulis sebelum nyawanya melayang,” kata Kaisar.


“Dia adalah musuh kerajaan yang sebenarnya, Yang Mulia. Itu adalah kata-kata terakhir Panglima setelah menulis angka-angka itu,” lanjut Kaisar.


Namun, mereka semua kebingungan dalam memecahkan angka-angka tersebut.


Deg!


Pangeran Kairi terpaku. “Ti-Tidak mungkin.”


Semuanya semakin bingung karena melihat raut wajah ngeri dari Pangeran Kairi.


“Pangeran Pertama!” seru Kaisar.


Pangeran Kairi memejamkan mata sambil menghela nafas panjang. “Kita bisa ibaratkan angka-angka tadi dengan Alphabet Inggris.”


“Alphabet? Ah, 19 adalah S,” kata Pangeran Yuga.


“8 adalah H,” kata Pangeran Ereri.


“9 adalah I,” kata Putri Yuriki dan Putri Ukii.


“14 adalah N,” kata Putri Nikki dan Pangeran Bamie.

__ADS_1


“Sekali lagi 19 adalah S,” kata Pangeran Ereri dan Pangeran Kurotsukki.


“21 adalah U,” kata Pangeran Reonharu dan Pangeran Zelho.


“11 adalah K,” kata Pangeran Aron dan Pangeran Goyu.


“Lalu 5 adalah E,” kata Pangeran Anon dan Pangeran Ren.


Deg!


Semuanya terpaku dengan mata membulat besar.


“Jika digabungkan maka menjadi ... Shinsuke,” kata Pangeran Akakuro.


Terdengar suara tepukan tangan membuat semua menoleh.


“Pangeran Shinsuke?!”


......................


Bangunan Tua


“Ti-Tidak mungkin,” kaget Pangeran Rui yang mendengarnya dari speaker.


Berbeda dengan Putri Rakia, Pangeran Ezekiel dan Dokter Wo, mereka sudah mengetahuinya sejak tadi.


......................


Ruang Eksekusi


Pangeran Shinsuke tersenyum ke arah Pangeran Kairi. “Tidak kusangka Pangeran Helios yang memecahkan angka-angka itu dengan cepat. Aku jadi kecewa dengan para keponakanku yang tidak menyadarinya sama sekali.”

__ADS_1


__ADS_2