
Kerajaan Rivazreich
‘’Yang Mulia Anda sudah pulang?’’ tanya Ratu menyambut.
Ia bingung melihat ketiga pria itu hanya diam. ‘’Yang Mulia, apakah semuanya baik-baik saja?’’
‘’Kita bicarakan di ruanganku saja,’’ kata Raja.
Pangeran Shinsuke yang melihat kedatangan adiknya hendak menyapa, namun melihat keempat orang itu langsung bergegas dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan membuatnya bingung. ‘’Apakah terjadi sesuatu?’’
......................
Ruang Pribadi Raja
Raja Rivazreich menuju ke arah sofa bersama Ratu serta kedua putranya. Dari luar, prajurit yang berjaga hendak membukakan pintu untuk Pangeran Shinsuke, tapi pria itu mengangkat sebelah tangannya.
‘’Tidak perlu, aku juga tidak akan masuk!’’ perintah Pangeran Shinsuke dengan suara pelan.
‘’E-Eh? Sesuai perintah Yang Mulia,’’ jawab prajurit itu.
Ratu Rivazreich menatap suaminya. ‘’Yang Mulia, bagaimana hasil keputusan mengenai pernikahan Pangeran Keempat?’’
Raja dan kedua putranya itu serta Pangeran Shinsuke di luar terdiam.
‘’Pembahasan berjalan lancar meskipun sedikit ada perbedaan pendapat. Aku dan Kaisar Helios sepakat untuk membatalkan pernikahan Pangeran Keempat dengan Putri Ketiga sebelum anak tertua menikah lebih dulu,’’ kata Raja.
Deg!
__ADS_1
Ratu Rivazreich dan Pangeran Shinsuke tersentak.
‘’Bagaimana kita akan menyampaikan hal ini kepada Pangeran Keempat?’’ bingung Ratu.
‘’Bukan hanya itu. Di sana juga terjadi kecelakaan,’’ beritahu Raja.
Dari luar ruangan, Pangeran Shinsuke mengerutkan dahi. ‘’Kecelakaan?’’
‘’Eh? Maksud Yang Mulia apa?’’ bingung Ratu.
‘’Tanpa kami sadari, Putri Ketiga ternyata memasang alat sadap ruangan sehingga dia mendengar pembicaraan kami … Sampai akhirnya Putri Ketiga nekat bunuh diri.’’
Deg!
Sekali lagi Ratu dan Pangeran Shinsuke tersentak kaget.
Ratu Rivazreich membengkap mulutnya, sedangkan Pangeran Shinsuke bergegas pergi.
‘’Haa, benar-benar membuatku pusing. Begitu banyak masalah menghampiri, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,’’ kata Raja Rivazreich.
‘’Bagaimana ini Yang Mulia? Kesehatan Pangeran Keempat semakin memburuk, pernikahan mereka dibatalkan dan sekarang Putri Ketiga tidak sadarkan diri. Kenapa? Padahal aku hanya ingin melihat kebahagiaan ketiga putraku yang akan menikah, hikss,’’ sedih Ratu Rivazreich.
‘’Ibunda jangan menangis,’’ sedih Pangeran Ereri.
‘’Bukan Ibunda saja yang merasakan kesedihan, tapi kami semua juga merasa sedih,’’ kata Pangeran Ren.
‘’Ramos, hiks,’’ isak Ratu Rivazreich.
__ADS_1
......................
Kamar Pangeran Keempat
Ceklek!
Pangeran Ramos yang terbaring di kasur hanya bisa menatap kedatangan pamannya itu dengan tatapan lemah.
‘’Ramos, bagaimana kondisimu?’’ tanya Pangeran Shinsuke iba.
Pangeran Ramos berusaha tersenyum sekuat tenaga. Pangeran Shinsuki yang melihatnya tidak sanggup lagi.
Tanpa kami sadari, Putri Ketiga ternyata memasang alat sadap ruangan sehingga dia mendengar pembicaraan kami … Sampai akhirnya Putri Ketiga nekat bunuh diri. Untunglah Dokter Wo kebetulan ada di sana sehingga Putri Ketiga bisa diselamatkan, tapi untuk sementara Putri Ketiga tidak akan sadar. (Pangeran Shinsuke teringat)
‘’Paman?!’’ teriak Pangeran Ramos dengan nada sedikit meninggi.
Pangeran Shinsuke tersadar. ‘’I-Iya?’’
‘’Ada apa Paman? Aku memanggil Anda berulang kali,’’ kata Pangeran Ramos.
‘’Eh, benarkah? Hehe,’’ kekeh Pangeran Shinsuke.
Pangeran Ramos terdiam untuk sesaat. ‘’Paman baik-baik saja?’’
Apakah lebih baik aku beritahu saja Ramos mengenai kabar tadi? Tapi, aku tidak tega melihatnya, kata Pangeran Shinsuke dalam hati.
‘’Paman diam lagi,’’ kata Pangeran Ramos mengerutkan dahi.
__ADS_1
‘’Itu, sebenarnya ... Ramos....’’