My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 111 Permintaan Pangeran Kelima


__ADS_3

Keduabelas Pangeran kembali berkumpul di ruang pertemuan.


‘’Yang Mulia, apakah ada urusan penting?’’ tanya Pangeran Ereri.


Raja Rivazreich mengangguk. ‘’Benar. Ini mengenai pernikahan dengan Kerajaan Helios.’’


‘’Yang Mulia tidak perlu buru-buru mengadakan pernikahan saya dan Pangeran Kesembilan.’’


‘’Yang dikatakan Pangeran Pertama benar. Kami berdua tidak masalah pernikahan ini ditunda sampai menemukan hari baik,’’ kata Pangeran Ren.


‘’Aku tidak membicarakan mengenai pernikahan kalian berdua,’’ kata Raja Rivazreich.


Sekilas, pandangan Pangeran Rui dan Pangeran Ramos bertemu. Sedangkan yang lainnya hanya kebingungan menunggu sang Raja berbicara.


‘’Kalau bukan masalah pernikahan kami, lalu siapa Yang Mulia?’’ tanya Pangeran Pertama.


Raja Rivazreich menghela nafas. ‘’Yang aku maksud adalah pernikahan Pangeran Keempat.’’


Deg!


‘’Eh, Pangeran Keempat?! Ramos?’’ pekik Pangeran Akakuro.


Semua tatapan langsung mengarah ke Pangeran Keempat.


‘’Ramos akan menikah dengan Putri Ketiga Helios?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.


‘’Aku belum menyebut dengan siapa Pangeran Keempat akan menikah, tapi Anda sudah tahu mengenai hal ini?’’ tanya Raja Rivazreich.


Deg!


Pangeran Kurotsukki membengkap mulutnya. ‘’Ahaha, saya hanya menebak Yang Mulia, karena Putri Pertama dan Kedua akan menikah, jadi sudah pasti giliran Putri Ketiga selanjutnya.’’


‘’Begitu, ya?’’ tanya Raja Rivazreich dengan sebelah alis terangkat.

__ADS_1


Haa, hampir saja. Tidak mungkin aku bilang kalau aku tidak sengaja mendengar percakapan Ayahanda bersama Rakia tadi pagi, kata Pangeran Kurotsukki dalam hati.


‘’Apakah ini tidak terlalu buru-buru Yang Mulia? Pangeran Pertama dan Kesembilan saja masih bertunangan, tapi Pangeran Keempat sudah akan langsung menikah?’’ tanya Pangeran Akakuro.


‘’Kalian mempertanyakan keputusanku?’’ tanya Raja Rivazreich dengan aura mengintimidasi.


Pangeran Akakuro langsung menunduk. ‘’Mohon maaf Yang Mulia.’’


‘’Kalau begitu kenapa tidak adakan 3 pernikahan seka—‘’


Bugh!


Ucapan Pangeran Goyu terpotong saat Pangeran Rui berdiri sambil memukul meja.


‘’Mohon maaf Yang Mulia. Tapi saya tidak menerima pernikahan Pangeran Keempat dan Putri Ketiga,’’ kata pangeran Rui.


‘’Pangeran Kelima!’’ seru Raja Rivazreich.


Pangeran Rui dengan wajah datarnya hanya berbalik. ‘’Shitsurei shimasu(Permisi).’’


‘’Sepertinya cinta segitiga,’’ jawab Pangeran Reonharu dengan polosnya.


Reonharu bodoh! Kenapa kau mengatakan hal itu?! Stt, gerutu Pangeran Kurotsukki dalam hati.


Pangeran Reonharu merasa tidak nyaman melihat tatapan melotot dari kakaknya itu.


Kenapa Kakak Akakuro menatapku seperti itu? Ah! Jangan-jangan yang kukatakan tadi itu benar, kata Pangeran Reonharu dalam hati.


Deg!


Pangeran Reonharu tersadar dengan situasi di dalam ruangan setelah melihat keberadaan Raja Rivazreich.


‘’Ahaha, Yang Mulia tidak perlu memikirkan ucapan Pangeran Keduabelas. Mungkin Pangeran Kelima merasa tidak enak badan karena itulah dia meninggalkan ruangan,’’ kata Pangeran Kurotsukki mengalihkan.

__ADS_1


Raja Rivazreich hanya diam dengan raut wajah tenang.


......................


Setelah semua bubar, Pangeran Ramos terdiam di depan sebuah kamar. Tangannya bergerak memegang gagang pintu lalu membukanya.


Ceklek!


‘’Rui?’’ panggilnya namun yang dipanggil hanya diam.


Pangeran Ramos berjalan menghampiri adiknya yang membelakangi di dekat jendela. ‘’Ada yang ingin aku bicarakan.’’


‘’Apa? Hehe, ingin memamerkan pernikahan kalian berdua?’’ tanya Pangeran Rui.


‘’Bukan. Kau salah paham. Aku ingin menga—‘’


‘’Salah paham? Di mana aku bisa menyebutnya salah paham saat dia memilih Kakak Ramos dan menolak keberadaanku?!’’ bentak Pangeran Rui.


Pangeran Ramos hendak memegang bahu adiknya itu.


Plak!


‘’Jangan menyentuhku!’’ seru Pangeran Rui menepis tangan kakaknya dengan kasar.


‘’Ru-Rui,’’ kata Pangeran Ramos terbelalak melihat adiknya itu ternyata menangis.


Pangeran Rui mengepalkan tangan. ‘’Sejak kecil, apa yang seharusnya jadi milikku Ayahanda selalu memberikannya kepada Kakak Ramos.’’


‘’Kenapa kau berpikir seperti itu? Ayahanda menyayangi kita semu—‘’


‘’Bohong! Aku melihatnya sendiri. Sejak kecil, Ayahanda dan Ibunda selalu berkunjung ke kamar Anda dan melarang kami untuk masuk. Apakah itu masih belum terbukti?’’ tanya Pangeran Rui dengan wajah meremehkan.


‘’Sebenarnya ada sesuatu tidak boleh kalian li—‘’

__ADS_1


‘’Kakak Ramos sudah mendapatkan semuanya, bahkan wanita yang kucintai. tid,ak bisakah satu kali ini saja Anda mengalah kepadaku?’’ pinta Pangeran Rui dengan butiran air mata terjatuh.


__ADS_2