My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 79 Kau adalah jantungku


__ADS_3

Pangeran Ramos mengampiri semuanya, lalu memberi hormat.


‘’Pangeran Keempat, apakah kau baik-baik saja? Kenapa kau penuh dengan darah?’’ cemas Ratu Rivazreich.


‘’Ibunda tidak perlu khawatir. Saya mendapatkannya karena berkelahi,’’ jawab Pangeran Ramos.


Berkelahi? Kenapa Kakak Ramos berbohong? Hm, kata Pangeran Rui dalam hati.


Pangeran Ramos menatap Pangeran Rui, membuat adiknya langsung membuang wajah. ‘’Aku akan langsung pada intinya. Rakia diculik karena pelaku tersebut berusaha menodainya dimana Pangeran Kelima adalah sangkut pautnya.’’


‘’Ramos, bisakah kau bicara dengan jelas? Kami belum mengerti dengan apa yang kau sampaikan. Untuk apa Rui menjadi alasan dibalik semua ini?’’ tanya Pangeran Shinsuke.


‘’Itu karena Rui adalah inti dari masalah yang menimpa Rakia,’’ jawab Pangeran Ramos tanpa ragu.


Pangeran Rui hanya diam menunduk.


‘’Siapa yang telah berani melakukan hal seperti ini?’’ tanya Raja Rivazreich tertahan.


Pangeran Ramos menatap Pangeran Kelima. ‘’Putri Panglima, Mezool.’’


Deg!


Semua tersentak kaget.


‘’Mezool?! Apa maksud dari semua ini? Kenapa Mezool menjadi dalang dibalik semuanya? Apa yang sebenarnya terjadi?!’’ bingung Ratu Rivazreich.


‘’Sudah kukatakan, Ibunda. Rui adalah inti dari masalah ini. Kalau Ibunda ingin tahu lebih jelas, mungkin sebaiknya tanya secara langsung kepada Pangeran Kelima,’’ tatap Pangeran Ramos.


Semua pandangan menuju ke arah Pangeran Rui.

__ADS_1


‘’Pangeran Kelima,’’ tatap Ratu Rivazreich.


Ratu berulang kali memanggilnya, tetapi Pangeran Rui sangat sulit untuk menggerakan bibir.


Bugh!


Raja Rivazreich memukul meja membuat semuanya tersentak kaget terutama Pangeran Rui.


‘’Saya ... Saya ... Setelah Mezool meniup lilin, saya menariknya keluar karena merasa keberatan dengan harapannya. Tidak disangka, dia menyatakan perasaannya. Tapi saya menolaknya dengan alasan menyukai Rakia,’’ kata Pangeran Rui terbata-bata.


‘’Anda berteman sejak kecil dengannya, seharusnya Anda tahu betul bagaimana perasaan Mezool,’’ kata Ratu Rivazreich.


‘’Saya tidak bisa menerima perasaannya, Ibunda. Saya hanya menganggapnya sebagai teman masa kecil sekaligus adik, tidak lebih,’’ kata Pangeran Rui.


‘’Tapi Anda bisa mengatakannya secara langsung tanpa menjadikan Rakia sebagai alasannya. Lihat, Anda sama sekali tidak memikirkan resiko yang telah ditimbulkan,’’ kata Ratu Rivazreich.


‘’Hidup Rakia hampir hancur karena kecerobohan Anda!’’ seru Ratu Rivazreich.


‘’Ibunda?’’ tatap Pangeran Rui dengan mata memerah.


Ia menggertak gigi sambil mengepalkan tangan, lalu berdiri dan membungkuk memberi hormat. ‘’Shitsurei shimasu(Permisi).’’


‘’Pangeran Kelima? Pangeran Kelima!’’


Namun, Pangeran Rui hanya berlalu pergi, dan mengabaikan panggilan itu. Semuanya terdiam membisu karena masalah ini.


‘’Yang Mulia?’’ panggil Pangeran Ramos.


Raja Rivazreich mendongakkan kepala, menunggu kalimat Pangeran Keempat.

__ADS_1


‘’Pastikan Yang Mulia menghapus keluarga Mezool.’’


Semua tertegun, terutama Raja Rivazreich.


‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Pangeran Ramos membungkuk memberi hormat sebelum pergi.


......................


Kamar Pangeran Keempat


Ceklek!


Tampak Rakia yang masih dalam keadaan shock, sambil memeluk kedua lututnya di kasur.


‘’Rakia?’’ panggil Pangeran Ramos.


Rakia mendongakkan kepala, membuat matanya kembali memerah sehingga ia langsung memeluk pria itu.


Pangeran Ramos bisa merasakan bagaimana gemetarnya wanita ini memeluknya. ‘’Tenanglah, aku ada di sini.’’


‘’Kenapa?’’ tanya Rakia.


‘’Mm?’’ bingung Pangeran Ramos.


Rakia menggigit bibir bawahnya di dalam pelukan pria itu. ‘’Kenapa kau selalu bisa menemukanku?’’


Pangeran Ramos terdiam sambil mengingat insiden 19 tahun yang lalu, sampai akhirnya terukir senyuman di bibirnya. ‘’Kau adalah jantungku, karena itulah dimanapun kau berada, aku akan selalu menemukanmu.’’


Rakia hanya diam dan kembali memejamkan mata, membiarkan butiran air matanya terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2