
Semenjak kejadian di restoran, Putri Rakia seperti orang gila yang selalu ingin bertemu dengan Ramos. Hal ini membuat keluarganya mengambil penerbangan.
“Rakia, sudah aku katakan, dia bukan Pangeran Ramos! Suamimu sudah meninggal 6 tahun yang lalu, tepat saat kau mengandung Pangeran Ezekiel!” tegur Pangeran Kairi.
Putri Rakia menepis tangan kakaknya dengan kasar. “Aku yakin dia adalah Ramos.”
“Aku sudah berulang kali ke restoran itu, tapi tidak melihatnya. Ramos tidak boleh pergi! Kali ini dia tidak boleh meninggalkanku lagi,” isak Putri Rakia.
“Dia bukan Pangeran Ramos. Tapi orang la—”
Ucapan Pangeran Kairi terpotong karena Putri Rakia langsung berlari keluar.
“Rakia! Putri Rakia!”
......................
Kamar Pangeran Shinsuke
“Anda bilang, ayahku menginap di kediaman Ibu Suri Agung. Lalu kenapa dia datang membawa wanita lain dan tidak mengingat keluarganya?” tanya Pangeran Ezekiel muda.
__ADS_1
“Ezekiel, Anda masih kecil untuk memahami semuanya,” kata Pangeran Shinsuke.
“Aku tidak suka melihat ibuku menangis, jadi beritahu aku!” tegas Pangeran Ezekiel muda.
“Haa … Saat Anda dikandung dalam perut, Pangeran Keempat mengalami kecelakaan sehingga dia dikirim ke kediaman Ibu Suri Agung, agar media tidak mengetahui hal ini. Cukup lama dia tidak sadarkan diri, hingga akhirnya saat siuman, Pangeran Keempat menjadi amnesia.”
“Lalu wanita itu? Kenapa Paman Rui juga kaget saat melihatnya?”
Aku seperti buronan saja yang sedang diinterogasi, kata Pangeran Shinsuke dalam hati.
“Sebenarnya wanita itu adalah te—”
Ceklek!
“Pangeran Shinsuke? Kumohon pertemukan aku dengan Ramos. Saat itu aku tidak sengaja bertemu dengannya di restoran Anda. Sudah berapa kali aku ke sana, tapi tidak bertemu dengannya.”
“Putri Ketiga harap tenang. Pria itu bukan Pangeran Keempat. Dia cuma memiliki wajah yang sama. Anda seharusnya bersikap bijak, apakah Anda tidak kasihan dengan Pangeran Ezekiel?”
Putri Rakia tersadar kalau akhir-akhir ini dia melupakan putranya. “E-Ezekiel.”
__ADS_1
Ia langsung memeluk putranya sambil menangis. “Hiks, maafkan aku, hiks, aku tidak bermaksud melupakan Anda, maaf.”
Pangeran Ezekiel muda mengerutkan dahi. Ia menatap Pangeran Shinsuke. “Aku juga ingin bertemu dengan pria itu.”
“E-Eh? Tapi Pangeran Ezekiel, yang mengurus datangnya pelanggan adalah tugas resepsionis di sana,” kata Pangeran Shinsuke.
Tapi karena tidak tega melihat kondisi Putri Rakia, membuat Pangeran Shinsuke menghubungi pekerja di restoran.
Namun, tidak ada data mengenai Ramos dan Mezool yang datang ke restoran. Bahkan semua rekaman CCTV terkirim dan tidak menampilkan kedua sosok orang itu.
“Mustahil! Hari itu Pangeran Ezekiel juga melihatnya sendiri, bahkan memperingati Ramos,” kata Putri Rakia.
“Sepertinya Putri Rakia banyak pikiran sehingga berhalusinasi. Segera panggil Dokter Wo untuk mengobati psikis Putri Ketiga!” perintah Kaisar Helios yang sudah datang dari tadi bersama yang lainnya.
“Ayahanda, saya tidak berhalusinasi! Psikis saya juga masih normal. Kenapa tidak ada yang percaya padaku?!” kesal Putri Rakia.
“Tapi mereka berdua sudah me—“ ucapan Pangeran Kairi terhenti saat menyadari keberadaan Pangeran Ezekiel.
“Melupakan kita semua, kan? Kakek Shinsuke sudah menceritakannya padaku, kalau ayahku amnesia,” kata Pangeran Ezekiel.
__ADS_1
“Sebagai Raja Rivazreich, aku mengizinkan perintah Kaisar Helios. Putri Ketiga, untuk saat ini Anda akan dikurung di kamar sambil menjalani perawatan Dokter Wo!” perintah Raja.
Putri Rakia berusaha membantah, tapi Kaisar Helios memberinya tatapan tajam.