
Kaisar Helios mengalihkan pandangannya saat melihat Putri Rakia muda menari-nari di depannya.
"Ayahanda, Ayahanda ... Apakah gaun ini terlihat cantik?" tanya Putri Rakia muda.
"Tentu saja putriku. Tidak ada yang tidak cocok dengan Anda. Tapi kenapa Anda memakai gaun seperti itu?" tanya Kaisar Helios.
Putri Rakia muda naik ke meja sofa sambil memegang kedua pinggang. "Suatu saat, aku akan menikah dengan sosok penyelamatku! Jadi aku sudah mempersipakan gaun pengantinku ini."
Kaisar Helios terbelalak begitu juga Permaisuri, Panglima beserta keempat saudaranya.
"Puff hahaha! Anda bilang apa? Ingin menikah dengan sosok penyelamat Anda dengan gaun itu?" tanya Kaisar Helios.
Putri Rakia muda mengangguk mantap. "Pernikahanku harus menjadi yang terbaik sepanjang sejarah! Kalau Ayahanda sampai mengecewakanku, maka aku akan memberi hukuman kepada Ayahanda!"
"Eh, Putri Rakia apa yang Anda katakan?" tanya Permaisuri terkekeh dengan raut wajah kaku.
"Memangnya apa hukumanku kalau aku sampai mengecewakan Anda?" tanya Kaisar.
"Aku akan menyuruh seluruh prajurit di istana untuk tidak mengajak Ayahanda bicara!" teriak Putri Rakia polos.
__ADS_1
Kaisar dan semuanya terdiam untuk sesaat sampai akhirnya tertawa.
"Baik, baik. Saya akan mematuhi perintah Tuan Putri Rakia," kata Kaisar berlutut di depan Putri Rakia muda yang sedang berdiri di atas meja sofa.
Pangeran Kairi muda yang melihat hal itu bersama ketiga putri yang lainnya hanya tersenyum. "Rakia hebat. Di umurnya 5 tahun ini, dia sampai membuat Kaisar negara ini sampai berlutut di depannya."
"Apa yang kalian lakukan? Cepat berlutut di depan Tuan Putri!" perintah Kaisar Helios. (Putri Rakia teringat)
Terukir senyuman di bibirnya mengingat hal itu sambil menatap dirinya di cermin yang sudah mengenakan gaun termewah.
......................
Ratusan berlian dan batu-batuan mulia bertaburan di seluruh permukaan gaun pernikahan itu sehingga harus dibantu oleh kurang lebih 10 ballerina kecil untuk mengangangkat tail dari gaun sambil dirinya yang membawa Bunga Myrtle.
Veil senada yang memiliki detail embellishment berbentuk bintang-bintang kecil dan mahkota sebagai sentuhan terakhir yang menyempurnakan gaun mewah tersebut membuat para bangsawan terkesima.
Seorang Pangeran mengenakan seragam militer(tradisi kerajaan) yaitu seragam Irish Guards Mounted Officer lengkap berwarna merah menyala dengan sabuk berwarna emas dan merah serta pedang bersarung emas hanya berdiri menunggu memplainya itu.
"Apakah dia benar-benar Kakak Rakia?" tanya Pangeran Yuga tidak percaya.
__ADS_1
"Dia pasti bangga karena menjadi orang yang paling tercantik saat ini," senyum Pangeran Kairi.
"Sekarang tinggal aku, Yuga dan kakak yang melajang," kata Putri Nikki.
"Kakak Nikki pasti akan segera menyusul. Yang jadi pertanyaan, meskipun banyak wanita bangsawan mengelilingi Kakak Kairi, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berdiri di sampingnya," kata Pangeran Yuga.
"Diamlah. Dunia orang dewasa begitu rumit untuk kau pahami di usia Anda yang sekarang!" tegur Pangeran Kairi.
Kedua mempelai itu pun berdiri di depan Cheftain. Tahap demi tahap pun selesai hingga tiba waktunya pemasangan cincin berlian.
Pangeran Ramos menatap wanita di depannya itu yang telah resmi menjadi istrinya. "Aku mencintaimu."
Putri Rakia tersenyum dengan mata berkaca-kaca. "Aku juga mencintaimu."
Cup
Pangeran Rui yang menyaksikan hal itu dari kursi khusus Pangeran hanya menunduk.
Trotoar sepanjang jalan pun penuh menyaksikan Pangeran Ramos dan Putri Rakia mengendarai kereta kuda kerajaan berlapis emas yang ditarik 6 ekor kuda dikawal ratusan prajurit.
__ADS_1
Keduanya hanya tersenyum sambil melambaikan tangan menyambut keriuhan itu.