
Kamar Pangeran Keempat
Tok! tok!
‘’Ramos, ini kami!’’ kata Pangeran Ereri dari luar.
Tok!
Tok!
Sekali lagi Pangeran Ereri mengetuk tapi tidak ada jawaban.
‘’Kenapa dia mengunci kamarnya dari dalam?’’ bingung Pangeran Kurotsukki.
‘’Mungkin masih tidur,’’ pikir Pangeran Aron.
Karena merasa cemas, Pangeran Ereri menyuruh pelayan untuk membawakan kunci duplikat, lalu menyuruh pelayan itu pergi.
‘’Biar aku yang buka,’’ kata Pangeran Rui.
Klek!
Pangeran Rui membuka pintu dengan pelan. Kepalanya mulai mengintip.
Deg!
‘’Kakak Ramos!’’ serunya masuk.
Kesepuluh pria tadi segera menyusul masuk.
Deg!
Mereka tertegun melihat Pangeran Ramos duduk dengan kepala terkulai di sudut kasur bergelimang darah dari mulutnya.
‘’Segera beritahukan kepada Ayahanda dan Paman! Cepat!’’ seru Pangeran Ereri.
......................
Ruang Pribadi Raja
__ADS_1
Pintu terbuka kasar membuat Raja Rivazreich dan Pengawal Mori bingung melihat kedua pria itu terengah-engah. ‘’Ada apa?’’
‘’Haa, huha, Kakak Ramos,’’ kata Pangeran Reonharu.
‘’Ada apa dengan Pangeran Keempat?’’ tanya Raja.
‘’Kakak Ramos tidak sadarkan diri dengan bergelimang darah di kamarnya!’’ lapor Pangeran Aron.
Bugh!
‘’Apa?!’’ pekik Raja Rivazreich spontan berdiri setelah memukul meja.
......................
Kamar Pangeran Pertama Generasi ke-7
‘’Paman!’’ teriak Pangeran Zelho.
‘’Paman buka pintunya!’’ teriak Pangeran Bamie.
Pangeran Shinsuke yang mendengarnya dari dalam hanya bingung dan segera menghampiri pintu.
‘’Kenapa berteriak? Untunglah Putri Kagura ada di dalam kamar mandi,’’ kata Pangeran Shinsuke.
Kedua pria tadi membungkuk meminta maaf dan menatap pamannya bersamaan. ‘’Kakak Ramos tak sadarkan diri dengan banyak darah!’’
Deg!
‘’Apa?!’’ seru Pangeran Shinsuke sama kagetnya.
......................
Kamar Pangeran Keempat
Raja Rivazreich dan Pangeran Shinsuke bersamaan tiba dengan raut wajah cemas bukan main. Pintu terbuka dengan masuknya kedua pria itu.
Deg!
‘’Cih, Kakak! Cepat hubungi Dokter Wo!’’ seru Raja Rivazreich.
__ADS_1
‘’Mm!’’ jawab Pangeran Shinsuke mengangguk mantap.
Beberapa menit kemudian Dokter Wo datang sambil tergesa-gesa.
‘’Yang Mulia apa yang terjadi?’’ tanya Dokter Wo cemas.
‘’Dokter Wo, cepat periksa Pangeran Keempat!’’ seru Raja Rivazreich.
‘’Ba-Baik Yang Mulia,’’ jawab Dokter Wo sedikit tegang.
‘’Di mana Ratu?’’ tanya Raja Rivazreich penuh waspada.
‘’Tadi, sebelum kedua Pangeran itu menghampirku, Putri Kagura berkata akan bertemu dengan Ratu di taman nanti,’’ jawab Pangeran Shinsuke.
‘’Apakah Putri Kagura tahu hal ini?’’ tanya Raja Rivazreich.
Pangeran Shinsuke menggeleng. ‘’Tidak. Dia berada di dalam kamar mandi saat mereka berdua datang melapor kepadaku mengenai kondisi Ramos.’’
Raja Rivazreich menghela nafas lega. ‘’Huu begitu? Jangan biarkan Ratu sampai tahu hal ini.’’
Beberapa menit kemudian...
‘’Bagaimana kondisi Pangeran Keempat?’’ tanya Raja Rivazreich.
‘’Iya, bagaimana kondisinya?’’ tanya Pangeran Shinsuke.
Dokter Wo menghela nafas lega. ‘’Pangeran Keempat hanya kelelahan Yang Mulia.’’
‘’Kelelahan?’’ bingung Pangeran Shinsuke.
Dokter muda itu mengangguk. ‘’Sepertinya di saat penyakit Pangeran sedang kambuh, Pangeran hilang keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Mengingat banyaknya darah yang dimuntahkan Pangeran, tentu saja membuatnya kekurangan darah sehingga kelelahan.’’
Semua yang cemas tadi akhirnya menghela nafas lega.
‘’Kalau begitu, kenapa kita tidak melaksanakan pernikahannya dengan Putri Ketiga Helios secepat mungkin Ayahanda?’’ tanya Pangeran Ereri.
‘’Haa ... Kaisar Helios juga sedang dipenuhi banyak pikiran. Aku dan dirinya sedang mencari solusi,’’ jawab Raja Rivazreich.
‘’Solusi apa Ayahanda?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.
__ADS_1
‘’Anak tertua yang harus terlebih dahulu menikah. Kalau kita melompatinya ke Pangeran Keempat, maka para rakyat akan mempertanyakan diriku sebagai Raja begitu juga dengan Kaisar Helios,’’ jawab Raja.