My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 23 Blackjack Part 2


__ADS_3

Berselang menit, sebuah tumpukan uang tunai dari masing-masing pemain telah datang.


Pangeran Kou membagikan kartu Rakia dengan perasaan kesal.



Rakia terdiam menatap kartunya.


"Ada apa? Kenapa mengulur waktu? Bukankah kau sangat berambisi?" tanya Pangeran Kou memancing.


"Aku hanya berpikir setelah memenangkan taruhan ini, kau akan mempertaruhkan apa lagi?"


"Kau terlalu angkuh! Aku pasang $100 milyar(1,4 triliun)."


"Puff."


"Kenapa tertawa? Aku sudah memasang taruhanku, sekarang giliranmu."


"Kau yang berhenti mengulur waktu. Kita selesaikan ini dengan cepat," kata Rakia mendorong semua uang di sampingnya ke tengah meja.


"ALL," senyum wanita itu.


"Heh, kau gadis gila. Hah ... hahahahaha ... mhmhehehehehe," kekeh Pangeran Kou dengan kepala menengadah sebelum akhirnya menghela nafas.


"Haa...."


Ia menatap Rakia dengan tatapan tidak suka.


"ALL. Berikan pilihanmu," kata Pangeran Kou dengan tatapan datar tapi mengintimidasi.


Rakia tersenyum dengan mata memicing. "Stand."


Pangeran Kou membagi kartu miliknya dengan menambahkan 1 kartu.

__ADS_1



Rakia tersenyum miring. "Eh, bukankah ini sudah ketiga kalinya kau kalah?"


Pangeran Kou semakin kesal karena wanita itu dengan pura-pura memasang wajah polosnya.


"Rakia, kau memenangkan $1,430 milyar(10,46 triliun) dalam sekejap! Aku benar-benar tidak menyangka," kata Pangeran Goyu.


Rakia kembali menatap Pangeran Kou. "Jadi apa yang akan kita pertaruhkan selanjutnya?"


"Sudah cukup! Aku tidak bisa meneruskan permainan konyol ini!" kesal pria itu membuang kartu remi ke lantai dan bergegas pergi.


"Meninggalkan permainan maka kupastikan akulah pemenangnya," kata Rakia membelakangi tanpa merubah posisinya.


Langkah Pangeran Kou terhenti. Ia menoleh ke arah Rakia.


Dia sudah mengalahkanku 3 kali dan merebut $715 milyar(10,46 triliun) milikku. Seharusnya aku mewaspadainya dari awal sejak dia mengalahkan Goyu waktu itu. Wanita ini, dia benar-benar ingin memberiku pelajaran, cemas Pangeran Kou dalam hati.


"Of course!" kesal Pangeran Kou kembali ke hadapan Rakia meminta kartu remi yang baru.


"Tentukan taruhanmu," ucapnya memajukan wajahnya mendekat ke wajah Rakia.


"Gelar Pangeran," kata Rakia.


Pangeran Kou dan Pangeran Goyu melotot ke arah Rakia.


"Benar. Aku pertaruhkan posisi Pangeran Kedelapan dan kau tidak punya hak untuk mundur setelah melanjutkan kembali perjudian ini."


Pangeran Kou menggertak gigi sambil mengepalkan tangan.


"Ada apa? Bukankah ini adalah taruhan kalian sejak awal bermain?" tanya Rakia.


"Rakia, apa kau sudah bosan hidup?!" seru Pangeran Goyu.

__ADS_1


"Semua ini terjadi karena salahmu juga, jadi diamlah!" tegur Rakia.


"Kau benar-benar membuatku marah! Aku, Kou da Sillamarc, mempertaruhkan gelarku sebagai Pangeran Ketiga Kerajaan Sillamarc untuk taruhannya!"


Ia kemudian mengocok kartunya dengan pelan sampai menaikkan kecepatannya.


Wanita dan Pangeran ini, akan kubungkam sekarang juga, kata Pangeran Kou dalam hati.


Ia membagikan kartu remi sambil menatap Rakia tertahan tanpa melihat kartu yang dibagikannya.


Sedetik kemudian pria itu tiba-tiba mematung menyadari sesuatu. Perlahan matanya mengarah ke kartu Rakia.



Deg!


"Blackjack," kata Rakia tersenyum dengan mata memicing.


"Eh?" Pandangannya kembali ke arah Rakia dengan raut wajah ngeri lalu beralih ke Pangeran Goyu.


"Terima kasih. Kau langsung memberiku kemenangan, sepertinya kau cocok menjadi pengocok kartu dibandingkan seorang Pangeran," tatap Rakia puas.


Pangeran Kou jatuh terduduk kelantai.


"Mustahil," kata Pangeran Yun.


"Kau membuat kesalahan besar dengan menghinaku. Maka dari itu terima akibatnya," kata Rakia berdiri sambil memasang chopard de rigo vision sunglass miliknya.


"Gokigenyou(Sampai jumpa lagi)."


"Zamamiro(Kau pantas mendapatkannya)," kata Pangeran Goyu menutup sebelah matanya dengan kartu Joker kemudian menyusul Rakia.


"Wanita itu benar-benar menakutkan," kata Pangeran Yong.

__ADS_1


__ADS_2