
Kiki datang tepat pada waktunya. Untuk menyelamatkan Vlora dari iblis Sion. Di saat itulah amarah Kiki berkobar-kobar. Apalagi setelah melihat beberapa bekas luka pada tubuh Vlora. Membuat dirinya hampir tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Dan sayangnya itu sangatlah benar-benar bukan Kiki lagi. Kiki menujuk sisi lain yang berbeda. Sikap tenang dalam dirinya sangat lah mematikan.
Karena dengan sikap yang tetap tenang itulah, Kiki dengan gampang nya menangkis serangan Sion. Bahkan Kiki lah yang paling banyak melayangkan tinjuan dan tendangan ke Sion.
Sion yang semakin terpojok pun mengambil senjata api miliknya. Ia todongkan senjata api yang ia pegang pada Kiki. Membuat Vlora yang ikut menyaksikan menjadi khawatir.
Bag.....Bag...Senjata api tanpa suara itu akhirnya meluncurkan peluru timah panasnya ke arah Kiki. Dan dengan gerakan cekatan Kiki menarik Vlora ke dalam pelukan nya dan memutar balik tubuhnya membelakangi arah datangnya peluru.
Itu Kiki lakukan karena Vlora hendak mengunakan tubuh sebagai tameng untuk melindungi dirinya.
Vlora yang menyaksikan itu seketika syok, kedua manik matanya membulat sempurna menatap Kiki berkaca-kaca. Bahkan sampai akhirnya bui bening itu menetes membasahi pipinya.
Kiki yang sudah terfokus menatap manik mata berair itu berkata,"Jangan takut ada aku di sini".Mengarahkan kedua tangan Vlora agar memeluk pinggang nya.
"Kau tertembak. Bagaimana bisa baik-baik saja?".
__ADS_1
Kiki mengelus lembut ubun-ubun kepala Vlora,"Kita akan keluar bersama-sama dari sini Yuna",Kiki di barengi berbalik badan kembali ke arah Sion berdiri. Dengan kedua tangan Vlora yang tetap ia biarkan merangkul pinggang nya.
Namun sedetik kemudian Kiki lepaskan, di susul dengan ia berlari cepat ke arah Sion. Menendang pistol yang ada dalam genggaman Sion sampai terjatuh. Dan Kiki mengeluarkan senjata nya sendiri yang akhirnya ia todongkan tepat di depan keningnya Sion.
"Ayah ku tidak akan tinggal diam, jika kau menghabisi ku",Sion yang sudah bertekuk lutut di depan Kiki.
Tampa bak bik buk lagi. Kiki menempatkan beberapa peluru yang membuat Sion benar-benar meninggalkan di tempat.
Menyadari Sion telah tiada setelah sepuluh kali tempat Kiki lakukan. Aku yang berdiri di belakang Kiki tiba-tiba berkata,"Kenapa kau membunuh nya?".
Mengerutkan keningnya berpaling melihat ke arah Vlora heran,"Bagaimana jika kau di buru dengan komplotan nya yang dendam dengan mu. Nyawa mu akan terancam. Begitu juga dengan keluarga mu. Kamu ak....".
Pintu kabin kamar tiba-tiba terbuka. Menampilkan sesosok laki-laki di sana yang berpakaian pelayan rapi.
Terfokus hanya pada Kiki seorang,"Anjing lama sekali kau kasih kordinator. Sampai aku selesai membereskan yang di depan",Fazlur adalah laki-laki itu.
Namun di saat sudah benar-benar masuk ke dalam kabin kamar bersama dengan meja troli yang ia bawa. Fazlur yang baru menyadari jika ada Vlora juga ada di sini. Seketika langsung membungkuk hormat.
__ADS_1
"Selamat malam Nyonya Kiki",ucap Fazlur."Senang bisa bertemu dengan nyonya cantik kembali",di susul menyungging senyum sehangat mungkin untuk Vlora.
"Pelayan tempo hari",tebak aku sedikit kurang nyaman dengan perlakuan nya.
Akan tetapi Kiki keburu merangkul bahu Vlora. Menuntut Vlora pergi meninggalkan kabin kamar ini bersama dengan nya.
"Bereskan dan ambil semua uang imbalan ku",kata Kiki yang tetap membawa Blora agar tetap berjalan beriringan dengan nya.
"Eh!Tunggu! Kamu meninggalkan dia...".
"Dia tidak bisa bekerja jika ku bantu".
"Benar sekali",sahut Fazlur."Bersenang-senang saja, tidak perlu mengkhawatirkan ku Nyonya Kiki".
Sementara Vlora yang tetap berjalan beriringan dengan Kiki hanya bisa terdiam sembaring tetap melihat ke belakang heran. Bertanya-tanya kerja apa yang akan dia lakukan?
"Saatnya kerja Professor Fazlur", Fazlur melakukan pemanasan kecil pada jari jemarinya sebelum melaksanakan tugas nya di dalam organisasi yang ia ikuti.
__ADS_1
Membedah, memotong-motong, dan merubah wajah orang yang sudah meninggal menjadi wajah orang lain adalah tugas Fazlur sebagai lulusan kedokteran jurusan ahli bedah tubuh manusia. Dan hampir keseluruhan jurusan ahli bedan organ dll telah Fazlur takluk dengan hasil nilai kelulusan yang cukup memuaskan.
Next....