
Situasi semakin mencekam saat pengembalian Kiki ke pihak King88. Karena Johson tiba-tiba saja mengayun pedang nya hendak membunuh Daniel. Sayangnya hal itu di tangkis oleh Evano yang menahan serangan itu dengan tochi milik nya.
"Jangan halangi jalan ku Vano".Nada bicara geram penuh amarah Johson. Yang tidak membuat Evano tergerak takut dan menuruti keinginan Johson. Evano justru semakin menekan menahan serangan Johson lebih kuat lagi.
Masih di posisi menekan serangannya lebih kuat lagi,"Minggir Vano, jangan ikut campur urusan ku".
Membalas tatapan tajam itu dengan sorot mata dingin elang,"Urusan mu juga urusan ku",ucap Evano yang masih menahan serangan Johson dengan tachi miliknya."Aku benci melihat penghianat seperti mu".
Tersenyum miring,"CK!Jadi kau sudah mengetahui nya".
Evano bergerak lincah menggoyang kan keseimbangan tubuh Johson. Namun Johson dapat menghindari serangan itu dengan baik. Walaupun akhirnya ia harus menjauh dari Evano. Ia yang berhasil membuat Johson menjauh dari Daniel dan Kiki.
Menghentikan pergerakan Evano yang akan menyerang Johson kembali,"Sudah cukup Evano"Vlora mengambil langkah maju melewati Daniel, Evano, dan Kiki.
Di tengah langkahnya. Vlora menarik pedang katana milik. Yang sejak tadi diselipkan di lingkar pinggang kemeja yang terikat rapi di sana.
Vlora memutar pedang itu dengan baik di udara hanya dengan tangan satunya. Seakan-akan sudah siap memberikan pelajaran pada Johson yang sudah pojok.
__ADS_1
Di saat semua sudah terdiam membeku di tempat nya sleingg.....Vlora hanya mengalungkan katana milik arah depan dan menancapkan katana itu tepat di depannya berdiri.
Padahal sebelum nya katana itu sudah berhasil menepis pedang dalam genggaman Johson, karena katana milik Vlora berhasil menodong leher Johson. Sayang nya Vlora justru menusukan pedang itu depan nya.
"Sudah selesai dengan penumbuhan darah. Aku ingin berdamai dengan mu, aku mau kau tidak perlu melakukan pemberontakan apapun untuk menjatuhkan organisasi ku".
"CK kau pikir dengan ucapan seperti itu aku akan langsung menyetujui nya".
"Jikapun tidak aku tidak perduli".Kata ku yang tetap terlihat tenang berdiri di depan pria yang postur tubuhnya lebih tinggi dan besar dari ukuran tubuh nya."Yang pasti aku akan benar-benar memastikan kau mati, jika kau sampai berani menyakiti segores kecil warga Kota G".Ancam Ku berucap masih dengan nada suara setenang mungkin.
Merubah ekspresi wajah menjadi menakutkan,"Terserah, aku tidak perduli".
"Aku permisi".Evano berucap singkat berpamitan lebih dulu pergi meninggalkan ruang ini. Suatu kepergian nya yang membuat Kenan hendak tergerak untuk menghentikan nya, namun ia urungkan.
Menyusul kepergian Evano,"Tunggu, aku ikut dengan mu".Rio yang ikut berlalu meninggalkan ruangan yang luas ini. Meninggalkan Johson seorang diri..
++++
__ADS_1
Brakk...suara meja kerja yang di tinju kuat dengan tangan,"CK SIALL!!".
"Bagaimana bisa aku terlena sampai tidak mengetahui motif penghianatan anggota ku".Bentak marah Johson entah kepada siapa.
"Sial, sial, sial".Meninju berkali-kali meja kerja nya sampai hancur tanpa perduli dengan merah pekat yang sudah keluar.
+++++
Baru juga selesai di obati. Kiki sudah lebih dulu datang ke ruang tengah untuk ikut bergabung bersama mereka yang tengah berbincang-bincang di sana.
Sampai ponsel salah satu dari mereka berbunyi memberikan notifikasi chat masuk. Kenan merogoh kantong celana untuk melihat notifikasi chat dari siapa.
*Temui aku di rumah lama".Dari nomer tidak di kenal.
Terfokus pada Kenan,"Temui dia, bukankah kau membutuhkan kejelasan nya".Ucap ku.
Kenan berlalu pergi meninggalkan ruang tamu membuat atensi mereka tertuju padanya memperhatikan kepergian nya. Karena dari mereka semua yang ada di ruang tamu. Tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar mengenal Kenan.
__ADS_1
+++++