My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.43 Di sebut apa ini?


__ADS_3

Menepuk-nepuk pipi Kiki lumayan keras seperti tamparan,"Kiki, Kikiii, Kiki...bangun, jangan mati di kamar gue anjing".


"Lu tidak takut nanti gue amputasi bangkai lu untuk menghilangkan barang bukti".


"Bangun anjing akting lu tidak lucu",masih terus berusaha menyadarkan Kiki yang pingsan di samping tempat tidur.


Menyadari Kiki pingsan karena nya. Vlora di buat sangat panik, sangat-sangat panik. Seperti bukan Vlora si pembunuh kejam. Tapi ini memang Vlora yang memang sedang panik karena Kiki pingsan.


Ia beranjak dari tempat nya duduk, membiarkan Kiki tetap tergeletak di lantai. Ia berjalan berdiri di depan AC kamarnya. Menepuk-nepuk tangan nya dua kali,"20 c°",ucap ku.


Angka yang tertulis di sana bergerak berubah menjadi 20 C° sesuai dengan keinginan yang Vlora katakan.


Tanpa Vlora sadari ternyata Kiki yang hanya pura-pura pingsan. Memperhatikan Vlora dari kejauhan, tepat di saat Vlora berbalik ia kembali memejamkan matanya.


Berjalan kembali mendekati Kiki, kembali berjongkok di sana.


Aku yang terfokus melihat Kiki yang masih memejamkan mata nya,"Gue biarkan lu tiduran di situ. Iya kali gue repot-repot memindahkan lu ke tempat tidur gue".


"Sudah berat banyak dosa, gue tidak mampu angkat",Aku berucap dengan santai tanpa dosa, toh dia sedang pingsan juga."Lagian gue takut tempat tidur gue terkena kurap lu. Dan lu tidak perlu takut kedinginan. AC sudah gue kecilkan, bangun besok pagi aman".


Masih di posisi berbaring itulah. Kiki tiba-tiba membuka kelopak matanya lebar-lebar menatap langit-langit kamar Vlora.


"Monyet lu",umpat nya.


Pakkk.... Vlora langsung memberikan tamparan di pipi Kiki.


Aku yang sebenarnya sudah mengetahui saat setelah mengecil AC jika Kiki hanya berpura-pura pingsan,"Banyak gaya lu, gue tidak akan tertipu dengan akting bodoh anjing",marah ku pada Kiki.


Kiki beranjak bangun untuk duduk, sembaring ia masih memegangi pipi nya yang di mendapatkan tamparan tepat di bekas luka tinjuan Vernon tadi. Rasanya yang sudah sakit menjadi sangat perih dan panas karena tamparan Vlora.


Diamnya Kiki membuat Vlora baru menyadari jika wajah pemuda di depannya penuh luka lebam. Lantas ia segera memegang dagu Kiki memaksa pemuda ini untuk menatap nya.


"Lu habis berkelahi?",tanya ku melepaskan pegangan tangan ku.


"Iya semacam itu".


"Pantas lu tidak sekolah. Ternyata bolos untuk berkelahi",Vlora beranjak lebih mendekat pada Kiki sangat dekat sekali. Sampai ia merasakan jika Vlora tengah memeluk tubuh nya.


Kiki yang merasa ini terlalu dekat, membuat manik matanya membulat menatap Vlora yang terlihat tetap tenang berada sangat dekat dengan nya.


"Eh Yun, hargai dikit gue sebagai laki-laki. Lu tega menodai gue".


"Lu mau gue tampar lagi",aku yang tetap fokus pada tujuan ku, tanpa beranjak menjauh dari Kiki yang ku desak.


Namun karena terlalu sulit, aku menepis kasar Kiki. Mendorong kasar lengan tangannya agar menyingkir dari hadapannya. Baru akhirnya ia berhasil mengambil apa yang sebenarnya ingin ia dapatkan. Kotak obat di dalam lemari kecil yang Kiki buat sandaran.

__ADS_1


Kiki yang melihat itu hanya bisa gelang-gelang kepala,"Sumpah monyet lu, gue hampir....".


"Apa?",tanya sewot ngegas.


"Tidak jadi",Kiki mempersingkat topik pembicaraan agar tidak sampai berujung panjang.


"Sini-sini lu".


"Mau diapain gue?".


Lelah mendengar basa basi Kiki sejak tadi yang banyak tanya. Vlora langsung saja menarik kerah pakaian Kiki agar sedikit lebih mendekat padanya. Di sini ia mulai mengobati luka-luka memar dan sobek sedikit di sudut bibir Kiki dengan obat-obatan dalam kotak obat yang ia ambil.


Selesai mengobati dan menutup luka nya,"Bereskan ini, gue mau mandi".Beranjak dari tempat duduknya."Dasar merepotkan!Setiap lu datang gue selalu kerepotan".


"Iya sorry, sebagai ganti gue kerjakan deh pr hari ini".


"Mana ada pr. Besok sudah mau ujian anjing",aku sebelum berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Mengerutkan keningnya,"Besok ujian, kenapa cepat sekali, bodoamat lah",gumam Kiki di barengi membereskan sampah kapas bekas untuk mengobati lukanya.


+++++


Duduk bersama di sova panjang depan sibuk dengan kegiatan nya masing-masing. Vlora yang sibuk membaca buku yang ia baca. Dan Kiki yang sibuk bermain game dalam gawainya.


Sampai akhir ia mematikan layar ponsel, perhatian terfokus memperhatikan Vlora yang semenjak tadi diam saja fokus membaca buku.


"Hemm".


"Lu percaya tidak sama gue?".


Mengerutkan keningnya, berpaling melihat lawan bicara,"Ada apa?".


"Jawab saja".


"Tergantung".


"Gitu iya",Kiki terlihat tidak puas dengan balasan Vlora."Sudah tau siapa dalang dalam kekacauan beberapa hari ini?".


"Belum",balas ku.


"Hemm....dia adalah....", memotong ucapan Kiki,"... lu".


Lantas Kiki berpaling kembali menatap lawan bicara yang tengah menyungging senyum manis, dengan arti yang lain.


Yang di balas Kiki dengan senyuman yang sama, namun ia memberikan nya dengan tulus.

__ADS_1


"Hati-hati dengan Vernon Yun",pesan Kiki tiba-tiba membuat Vlora sangat heran. Masak ia dirinya baru saja di suruh berhati-hati dengan sahabat dekat nya sendiri.


"Apaan?Kenapa gue harus hati-hati sama sahabat dekat gue sendiri".


"Keluarga dekat lu saja bisa menghancurkan hidup lu, lalu bagaimana dengan dia yang hanya menyandang status sebagai seorang sahabat dekat",kata Kiki bernada sangat serius.


Vlora menjadi terdiam mencerna setiap kalimat yang Kiki ucapkan.


"Hati-hati Yun".


"Baiklah",aku yang akhirnya mengiyakan pesan Kiki pada ku."Apa yang lu lakukan di gudang gula tempo hari?".


Tertawa renyah singkat,"Padahal gue sudah hati-hati tapi masih saja masuk CCTV".


Namun Vlora tetap terdiam memperhatikan.


Kiki menghela nafas kasar, ia baru menyadari jika Vlora bukan perempuan pada umumnya. Ia terlalu mahal untuk memiliki sifat seperti mereka.


"Gue mengikuti Vernon, dan apa yang sebenarnya Vernon lakukan di gudang gula itu....gue masih belum bisa mengatakan nya sama lu".


"Makanya lu minta gue buat berhati-hati dengan Vernon".


"Iya, sampai menemukan bukti yang pasti untuk lu ketahui".


Mengalihkan pembicaraan ke topik lain,"Hujan sudah reda lu bisa pergi".


"Lu ngusir gue".


"Iya, tidak baik terlalu lama-lama di rumah perempuan".


"Idih".


"Gue serius anjing, lu harus pulang untuk belajar ujian. Lu mau tinggal kelas".


"Halah Yun, percuma belajar nilai kita tergantung mood gurunya",kata Kiki dengan santainya."Kalau kita good looking pasti aman kita, gue jamin lulus deh kita walau tidak mendapatkan peringkat".


"Astaga anjing",menatap datar Kiki.


"Eh tapi gue lupa",segera beranjak dari tempat duduknya."Gue sudah janji bakal bantu adik gue mengerjakan tugas Bahasa".


"Yun pinjemin gue jaket kek, lu tega gue masuk angin".


"Sudah pinjem pakaian, pinjem jaket juga",semprot ku menyipitkan matanya menatap kesal.


"Yang penting gue tidak pinjem pakaian dalam lu",tatapan tajam membunuh menyalah merah langsung tersorot pada Kiki.

__ADS_1


"Sabar Yun, cepat tua tidak baik".


Bercampur marah akhirnya Vlora berlalu pergi ke dalam kama mandi untuk mencari jaket yang bisa Kiki kenakan.


__ADS_2