My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.38 Perempuan dress abu-abu


__ADS_3

"Yuna",teriak Jehan berlari menghampiri Vlora yang tengah berjalan masuk ke dalam gedung sekolah.


Vlora menghentikan langkah kaki berbalik ke arah sumber suara. Untuk menunggu kedatangan perempuan berseragam rapi yang tengah berlari ke arah nya.


"Tidak biasa berangkat pagi",Aku terfokus melihat lawan bicara ku."Lu sehat?".


"Ada tugas MTK be**go, gue nyontek",di susul senyum genitnya pada Vlora.


Aku memutar malas manik mata ku,"Untung teman. Coba tidak gue bunuh lu, cari-cari gue cuma nyari nyontek. Kalau tidak ada butuh nya tidur muluk seperti Kukang".


"**** anjing".


"Huhahahh.....ayo cepat jalan keburu berubah pikiran hahahah......,"Aku tergelak tawa melanjutkan perjalanan ku terlebih dahulu.


++++++


Singkat cerita hari pun berganti malam. Vlora bersiap lebih awal untuk pergi ke markasnya. Karena sejak kejadian di malam itu, ia belum bertemu dengan rekan nya sama sekali. Di sana Vlora langsung di sambut oleh Raka. Yang terlihat sangat khawatir pada Vlora.


Namun Vlora yang tidak mau ambil pusing pun berlalu begitu saja ikut bergabung duduk bersama yang lain di ruang tamu.


Vlora mulai mengatakan apa yang seharusnya ia katakan. Sesaat kemudian,"Kalian harus sangat hati-hati untuk beberapa hari kedepan".

__ADS_1


"Kelicikan nya tidak akan mungkin berhenti sebelum apa yang dia dapat dalam genggaman tangan nya",kata ku pada para rekan ku. Raka, Daniel, dan Kenan.


Ketiganya menunjukkan ekspresi wajah yang sangat berbeda-beda. Dari yang serius sampai yang tetap terlihat tenang-tenang saja.


Di kegelapan malam yang dingin. Di bawah pohon mangga terdapat kursi panjang tralis besi yang sengaja di taruh di sana. Seseorang pemuda berjaket hitam tengah duduk di sana. Dengan penutup jaket yang hampir tidak memperlihatkan wajah seseorang yang tengah duduk seorang diri ini.


Tanpa di sadari oleh beberapa orang yang masih beraktivitas di depan nya. Seseorang ini sebenarnya tengah mengobrol dengan seseorang misterius yang berdiri di belakang pohon mangga. Tepat di belakang pemuda ini duduk tenang. Dan tidak ada seorang pun yang menyadari kehadiran nya.


"Sulit untuk ku membunuh nya. Aku banyak berhutang nyawa pada nya".


"Artinya kau sudah merelakan seseorang yang sangat penting dalam hidup mu mati".


Hening terdiam mendengarkan.


Masih hening belum ada jawaban dari seseorang yang berdiri di belakang pohon mangga.


"Aku tidak tau. Aku tidak bisa".


"CK sial, kau tidak sehebat perkiraan ku dan tidak semenakut apa yang ku bayangkan", seseorang yang duduk di kursi tralis besi beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan menjauh meninggalkan seseorang yang masih terdiam berdiri di belakang pohon mangga mencerna semua kalimat yang baru saja terucap masuk ke dalam gendang telinga nya.


++++++

__ADS_1


"Cari siapa?", tatapan ku dingin kepada seseorang yang saat ini tengah berdiri di hadapan ku.


Seseorang ini adalah orang yang telah menghentikan paksa mobil Vlora. Jika saja Vlora tidak cekatan menginjak rem mungkin seseorang yang tiba-tiba saja muncul akan mati ia tabrak.


Seseorang ini adalah seorang perempuan. Parasnya cantik, tinggi badan ideal, bentuk tubuh yang cantik, surai rambut panjang berwarna pirang yang sangat indah di biarkan tergerai. Namun manik mata hitam nya yang sangat tajam juga dingin. Ia mengenakan dress abu-abu panjang selutut.



"Sudah sampai mana?".


"Apa hubungan mu?".


"Tidak ada, tapi aku tidak suka melihat situasi ini semakin rumit",kata seseorang perempuan ini.


Menyadari sekeliling nya sudah di keliling para bodyguard perempuan ini,"Mau apa?".


"Sudah ku katakan tidak ada",kata perempuan ini kembali."Dan aku harap kau berhati-hati dengan anak itu".


"Maksud mu?".


"Sahabat mu, Kiki",kata perempuan ini."Baiklah permisi, melihat mu baik-baik saja sudah cukup membuat ku tenang".Perempuan ini berlalu pergi masuk ke dalam mobil di seberang sana.

__ADS_1


Membiarkan Vlora terdiam bingung penuh pertanyaan yang belum sempat ia tanya semuanya. Bingung dengan maksud ucapan perempuan itu. Di tambah lagi kecurigaan nya kepada Geo juga belum usai. Apakah sudah takdir Vlora untuk tidak mempercayai siapapun dan mengambil keputusan sendiri.


__ADS_2