
"Yuna, hoy!Yun",Kiki yang tiba-tiba sudah terbangun berjongkok di samping sova panjang tempat Vlora terlelap tidur.
Setelah seharian akhirnya di pagi hari ini ia telah siuman. Dan baru juga siuman. Kiki sudah ada di samping Vlora membuat Vlora sedikit terkejut. Sangat-sangat terkejut.
"Lu!...melonjak bangun,"gue pikir sudah mati".
"Tadi lu yang melepaskan pakaian atasan gue?".
Tidak mendapatkan balasan dari Vlora lantas Kiki mendorong pelan bahu Vlora.
"Yun jawab?".
"Iya gue".
"Ko lu sih Yun. Gue tadi mimpi gue sudah lu diadakan kaos di samping gue. Warna kaos itu sama seperti yang gue kenakan sekarang".
"Ahh...iya. Tadi gue pasti sudah bangun terus tidur lagi tadi tidak pakai baju. benar kan Yun?".
Mengerut keningnya memperhatikan gelagat juga mendengar cara bicara aneh Kiki.
"Kepala lu masih sakit?Apa perlu gue bawa ke dokter?",tanya ku.
__ADS_1
"Yuna",panggil Kiki sedikit bernada tegas."Jangan bercanda Yun. Karena setelah itu, di keesokan harinya lu....",tidak melanjutkan nada bicara nya.
"Apa?".
"Gue akan tetap disini",
"Maksud lu apaan?Enggak enak saja, terus nanti gue tidur di mana?Gue tidak mau tiap hari tidur sama lu",bernada kesal ku.
"Gue akan tidur di sova",balas Kiki tenang.
"Tetap saja enggak bisa".
"Gue akan tidur di balkon. Yang terpenting gue akan tetap di sini",Kiki yang terkesan memaksa setelah perilaku aneh nya.
"Lu bisa istirahat di sana biar gue yang istirahat di sini. Jika lu masih belum menyetujui nya, gue akan tidur di luar".
Beranjak dari tempat duduknya,"Tidur saja di sova".
Vlora akhirnya berlalu memutuskan untuk kembali tidur di tempat tidurnya. Sementara Kiki berpindah tempat tidur di sova panjang yang tadi di tempati Vlora untuk tidur.
Next.....
__ADS_1
'Mimpi apa dia?',pikir nya yang melamun menatap langit-langit kamar. Entah kenapa sejak memperhatikan gelagat aneh Kiki tadi. Vlora jadi kesulitan untuk kembali tidur. Walaupun ia sudah berbaring di tempat tidurnya sendiri.
"Yuna",panggil Kiki yang tiba-tiba sudah berdiri di samping tempat nya tertidur telentang membuat Vlora lekas bangun terduduk.
"Yun bisa bantu gue kasih salep apalah terserah untuk punggung gue".
"Kenapa?".
"Sakit-sakit, gue butuh balsem kalau lu ada biar gue pakai sendiri bair tangan lu tidak panas".
"Gue hanya punya minyak oles".
"Iya itu saja tidak papa".
"Bentar",Aku beranjak dari tempat duduknya berjalan mendekati meja belajar. Membuka laci belajar untuk mengambil botol minyak oles dan memberikan nya pada Kiki.
Sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan,"Thanks". Ucapnya di barengi berlalu pergi kembali ke sova panjang depan televisi.
"Hemm".
Dari kejauhan dari tempat nya duduk tadi. Vlora masih dapat melihat dengan jelas bagaimana bekas luka merah-merah keunguan di punggung Kiki yang terbilang tidak sedikit. Luka apa itu?Vlora memang belum mengetahui nya. Dirinya belum sempat menanyakan nya pada Kiki.
__ADS_1
Boro-boro bertanya. Baru juga siuman saja Kiki sudah bertingkah sangat aneh. Membuat Vlora melupakan apa yang ingin ia tanyakan pada Kiki.