
Kiki masih terus berjalan kaki menyusuri jalanan Kota yang sudah sangat jauh dari keramaian aktivitas manusia. Suasana Kota sangat damai hanya beberapa orang saja yang beraktivitas di luar, membuat suasana Kota sama sekali tidak terlihat seramai saat siang hari.
Dan Kiki tetap berjalan kaki dengan pakaian rumah sakit pelan tanpa seorangpun memperhatikan dirinya. Hingga langkahnya terhenti di halte bus, untuk menunggu bus terakhir yang masih beroperasi.
Ia duduk berlahan-lahan di tempat duduk tunggu halte bus. Sembaring sedikit memegangi kepala yang masih berbalut perban luka.
"Tunggu aku sebentar lagi",gumam nya memperhatikan arah bus datang.
Dari kejauhan terlihat lampu depan bus yang berjalan semakin mendekat ke arah nya. Lantas Kiki segera beranjak dari tempat duduknya. Ia yang sudah berdiri merogoh kantong celana nya untuk mengambil kalung yang di ketemukan oleh perempuan tua yang menyelamatkan nya.
"Maaf Bu aku harus menjual kalung pemberian mu",kalung perak itu ia genggam.
Tepat saat bus sudah berhenti di depan nya. Kiki segera beranjak masuk ke dalam bus. Sebelum duduk ia memberikan kalung nya pada supir bus ini untuk ganti pembayaran uang yang tidak ia miliki. Namun beruntung nya Kiki. Supir bus ini menolak pemberian Kiki, dan ia tetap mempersilahkan Kiki untuk tetap naik bus nya tanpa bayar.
__ADS_1
Supir bus mengantarkan Kiki sampai di pemberhentian tujuan Kiki dengan sangat baik juga sangat ramah. Bahkan setelah Kiki turun tanpa membayar ongkos.
Kiki yang sudah sampai di daerah G 3 kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencari bangunan rumah sederhana berwarna hijau.
Dari sekian lama mencari hanya ada satu rumah berbentuk bangun sederhana berdiri tidak terlalu jauh dari gedung apartemen. Terdiam sejenak di seberang jalan rumah ini. Memperhatikan sekeliling rumah nya yang sangat sunyi sepi. Membuat Kiki sempat tidak yakin Vlora ada di dalam nya. Akan tetapi pada akhirnya ia tetap menyeberang jalan, bukan untuk pergi ke sana melainkan pergi ke toko pizza yang berdiri masih di sekitar daerah G 3.
Entah bagaimana caranya Kiki bisa keluar dari dalam toko dengan pakaian kurir pizza lengkap dengan membawa tas pizza yang ia bawa.
Tokkk......Tokkk......Tokkk.....Pintu kayu yang berlahan-lahan akhirnya terbuka dari dalam.
"Iya, dia adalah Kiki",katanya setelah melihat foto itu.
"Maaf tadi saya tidak sengaja mendengar obrolan bibi dengan dokter tadi jika Kiki kabur dari rumah sakit",kata Daniel fokus pada lawan bicara."Sebelum ini apa yang terjadi. Bagaimana adik saya bisa ada di rumah sakit ini?".
__ADS_1
"Mas ini kakak kandung nya Kiki?".
"Iya, saya abang nya Kiki",
Perempuan tua ini akhirnya menceritakan semua yang terjadi dari awal hingga akhir. Sampai bagaimana Kiki bisa masuk rumah sakit dan kabur tanpa seorang pun mengetahui nya.
Daniel mengambil sesuatu di dalam ransel tas selempang nya. Ia menulis sesuatu di lebar kertas kecil itu. Sebelum akhirnya ia berikan kepada perempuan tua ini,"Saya tau ini tidak cukup untuk membalas budi baik bibi yang telah merawat adik. Tapi saya harap dengan ini saya bisa sedikit membalas budi kebaikan bibi kepada adik saya".
"Tidak perlu, saya ...", memotong ucapan nya."Tidak papa bibi nanti adik saya juga akan menemui bibi lagi. Saya permisi, terima kasih".Ucap Daniel sebelum berlalu pergi meninggalkan lobi rumah sakit.
Sebelum ini Daniel baru saja selesai menjenguk ayah nya masih dalam perawatan intensif dokter. Setelah menjenguk ayah nya, ia yang dalam perjalanan keluar rumah sakit, tanpa sengaja mendengar obrolan perempuan tua dan seorang dokter. Mendengar jelas nama adik nya ikut di sebut-sebut kan. Daniel melangkah mendekat setelah dokter itu pergi untuk memastikan langsung jika ia tidak salah mendengar.
Benar jika ia tidak salah dengar. Daniel yang sudah mengetahui semuanya langsung tancap gas segera pergi meninggalkan rumah sakit untuk mencari keberadaan adik nya.
__ADS_1
Di perjalanan Daniel menghubungi adik nya Ifan untuk segera menemui nya di markas Alpha. Dengan harapan adik nya yang dari kemarin tidak dapat beristirahat dengan tenang itu akan sedikit membaik setelah mendapatkan berita baik dari nya. Walaupun faktanya Kiki tetap belum diketemukan begitu juga dengan Vlora dan Vania yang sudah hilang sejak beberapa Minggu ini.