
"Afif", panggil salah seorang perempuan berjalan menghampiri Afif yang hanya terdiam menunggu.
"Lupa dengan ku? Aku Kylin teman sekelas mu",
"Aku tidak ingat",balas Afif tanpa merubah ekspresi wajah datarnya sedikitpun."Permisi",cuek nya berlalu pergi meninggalkan Kylin sendirian.
+++++
Di suatu tempat di Kota G. Afif kembali terlibat perselisihan dengan salah seorang mafia terkemuka dari luar Kota yang tiba-tiba menyusup masuk ke dalam wilayah dan membuat ulah hilang melukai beberapa orang Kota G.
Afif menatap tajam balik sepasang sorot mata mengerikan di depan nya."Pergi Tuan jangan ganggu Kota ini",minta Afif bernada ringan berat.
"Siapa kau menyuruh-nyuruhku untuk pergi, bang***sat",menatap Afif dengan tatapan membunuh tidak mau kala.
"Apakah setelah aku mengatakan identitas ku kau akan pergi?".
"Tergantung",
__ADS_1
"Kalau gitu cepat pergi, Tuan Afif meminta mu pergi secepat dari Kota G sebelum satu persatu anak buah kehilangan kepala", ancaman Afif yang masih sangat bernada santai sehingga tidak seorangpun menghiraukan. Mereka juga sahut menyahut tertawa lepas dengan ancaman Afif yang sepertinya lelucon untuk mereka yang melihat Afif hanya berdiri seorang diri sekarang di hadapan mereka yang jumlahnya banyak.
Namun sekali Afif mengangkat tangan dan jari telunjuk nya tinggi-tinggi, bersamaan dengan itu juga langsung terdengar suara tembakan entah dari mana datangnya. Yang di susul dengan tumbangnya salah satu anak buah pria sombong di depan Afif berdiri saat ini.
Setiap kali Afif menambah jumlah jari telunjuk nya semakin nambah juga jumlah musuhnya yang tumbang. Karena serangan tembakan tidak datang dari satu arah saja.
Hal itu membuat seluruh musuh Afif tidak terkecuali pria sombong di depan Afif langsung terdiam membeku syok.
Sayangnya ekspresi wajah mereka semua justru membuat senyum tipis Afif muncul. Afif terlihat sangat bahagia melihat satu persatu musuh di depannya mati bersimbah darah.
Namun di tengah-tengah kebahagiaan itu. Pria sombong tadi tiba-tiba memohon-mohon pada Afif untuk menghentikan serangan, ia mengakui kalah dan akan pergi saat ini juga meninggalkan Kota G.
"Aku mohon Tuan, Aku mohon", memohon hingga bersujud di bawah kaki Afif pun tidak menghiraukan.
Afif justru menghindar pergi meninggalkan mereka yang terus di berondong sejata laras panjang dari berbagai arah dari jarak jauh. Terus-menerus dan brutal tanpa ampun sampai tidak ada satupun dari mereka yang dapat bergerak lagi.
Dalam panggilan telfon suara Afif berkata.
__ADS_1
*Bakar semuanya. Jangan biarkan ada kotoran yang tersisa mengotori pelabuhan ini",
Tutttuuuttt......
Afif kembali ke kehidupan awalnya. Kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa tugas kantor nya sempat ia tinggalkan karena masalah kecil merepotkan tadi.
++++++
Baru juga ingin masuk ke ruang kerjanya. Salah seorang perempuan menghampiri Afif, sekertaris perempuan Afif di kantor.
"Permisi Tuan Afif",sapa sopan perempuan ini.
"......".
"Jam 9 malam nanti Tuan Afif ada jadwal dinner menghadiri peresmian pembukaan projek bank Anda yang telah selesai".
"Atur saja semua jadwal saya dan kirimkan ke saya",kata Afif sebelum berlalu pergi membuka pintu ruang kerja pribadi nya dan masuk ke dalam.
__ADS_1
'Untung ganteng, coba tidak bakal ku ihhh',pikir Sekertaris Afif kesal di barengi berlalu pergi meninggalkan depan ruang kerja Afif.