
"Aftar",panggil Afif membuat keseluruhan teman setim basket Aftar seketika terdiam melihat ke arah Afif ketakutan.
Sementara Aftar masih sangat tenang memainkan bola basket bahkan ia sempat memasukan bola basket ke dalam ring beberapa kali. Aftar baru berhenti saat ia menyadari teman-temannya terdiam mematung tidak ikut bermain.
"Kenapa diam anjing, ayo main keburu sore",ajak Aftar yang belum menyadari kehadiran kakak laki-laki nya.
"Al ada abang lu anjing",beritahu keran setim basket nya, Rizal.
Aftar langsung terfokus menengok ke arah belakang melihat ke arah Afif yang sudah menatapnya dingin. Tatapan dingin itulah yang membuat Aftar justru tertawa terbahak-bahak. Ia baru berlari kecil mendekat setelah puas tertawa.
"Kenapa kesini?".
"Pulang",kata Afif dingin.
Singkat akan tetapi cukup di mengerti oleh Aftar,"Bentar",berlalu pergi meninggalkan Afif.
Afif dengan gelagat santainya berlalu duduk di salah satu kursi penonton menunggu Aftar yang berkemas-kemas.
"Al Abang lu kenapa ke sini?",tanya Rai yang menyusul Aftar.
Sibuk berkemas setelah selesai berganti pakaian,"Anjing kalian semua! Kenapa takut sekali sama Afif. Dia bukan monster dia itu Abang gue bang***sat",mengenakan tas ransel nya."Gue duluan",
Melewati teman-teman nya,"Gue duluan. Dilanjut besok, kalian cepat pulang juga",minta Aftar pada rekan-rekan setim basket nya.
Aftar akhirnya berlalu pergi meninggalkan ruangan latihan basket bersama dengan Afif yang sudah menunggu nya sejak tadi.
__ADS_1
Setibanya di luar gedung latihan. Aftar yang berjalan beriringan dengan Afif bertanya,"Pulang naik apa? Tadi tidak bawa mobil sendiri".
Berdiri di dekat mobil yang terparkir di halaman sekolah,"Di sini tuan muda",panggil supir pribadi rumah pada Afif dan Aftar.
"Lu yang telfon?",tanya Aftar yang lagi-lagi di abaikan oleh Afif yang cuek.
Afif tidak memperdulikan pertanyaan Aftar. Afif berlalu pergi begitu saja meninggalkan Aftar tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Aftar yang berjalan menyusul Afif,"Gini sekali dapat saudara kualitas kulkas limited edison",ngedumel Aftar meratapi nasibnya.
Di tengah perjalanan Aftar mengajak atau memaksa Afif untuk ikut menemaninya mencari makan di luar. Karena Aftar tau betul setibanya di rumah nanti Afif pasti tidak akan makan malam. Lebih tepatnya Afif pasti langsung pergi masuk mengunci pintu kamarnya. Tanpa membiarkan seorangpun mengganggu nya.
Afif selalu mengabaikan waktu makan malam, jika ia pulang larut malam atau sore seperti ini.
Akhirnya mobil mereka berhenti di tepian jalan di depan warung nasi goreng. Aftar segera memesan dua nasi goreng untuk nya dan Afif. Sementara Afif sudah duduk di kursi plastik yang tersedia.
Yang hanya mendapatkan tatapan dingin sekilas oleh Afif sebelum akhirnya Afif terfokus memainkan layar ponsel nya.
Sesaat kemudian nasi goreng pesanan Aftar datang. Afif dan Aftar langsung memakan makanan nya.
Aftar yang masih sesekali memperhatikan Afif,"Cepat di makan? Makin lama lu makan makin lama kita pulang",kata Aftar.
"CK, merepotkan anjing",Afif tersenyum tipis sangat tipis sebelum akhirnya ia mulai memakan makanan nya.
Next...
__ADS_1
Setibanya di rumah. Afif langsung pergi ke kamarnya setelah keluar dari Liv. Masuk dan langsung mengunci pintu kamar nya dari dalam.
Aftar yang masih terdiam di depan Liv rumah saja selalu di buat gelang-gelang kepala melihat tingkah laku saudara-saudara nya. Bahkan Aftar saking tidak percayanya kalau mereka berdua saudara kandung. Aftar pernah bertanya pada Kiki. Apakah serius dirinya benar-benar anak nya? Apakah benar dirinya saudara sedarah mereka berdua. Saking heran dan tidak percaya Aftar karena berbeda sifat perilaku dengan mereka berdua.
+++++
Sudah jam dua malam. Akan tetapi karena haus sekali sampai kerongkongan lehernya kering dan karena air di kamar nya habis. Dengan terpaksa Aftar harus keluar kamar pergi ke dapur seorang diri.
Selesai menuntaskan rasa dahaga nya. Aftar berlalu meninggalkan dapur untuk kembali ke kamar. Di tengah perjalanan nya kembali ke Liv rumah, ia berpapasan dengan Bryan yang baru pulang di jam segini.
Keduanya masuk ke dalam Liv rumah bersama-sama,"Abang baru pulang kerja?",pertanyaan Aftar yang tidak terlalu berharap besar akan mendapatkan jawaban dari Bryan.
"Iya, kenapa belum tidur?".
Saking terkejutnya mendapatkan respon balik dari Bryan. Aftar sampai terfokus syok pada Bryan. Ia bahkan sampai menampar pipinya saking tidak percaya nya.
Bryan yang sudah terfokus melihat Aftar,"Kenapa?Kamu sakit?".
"Tidak, tidak-tidak",balas Aftar terbata-bata."Ayah tadi sudah pulang juga? Aku belum bertemu sejak tadi sore".
"Sudah",balas Bryan."Kenapa tidak menemui ayah?",
"Baru pulang sore, jadi belum sempat menemuinya".
Pintu Liv yang sudah terbuka di lorong kamar Bryan berada,"Duluan",pamit Bryan berlalu keluar Liv lebih dulu.
__ADS_1
Sementara Aftar masih harus naik sedikit lagi untuk sampai di lorong kamarnya yang satu lorong dengan Afif walaupun tidak bersebelahan bilik kamar.