My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.39 Dark Aska


__ADS_3

Terduduk termenung di kursi belajarnya. Ia seharusnya sudah memulai belajar. Namun karena isi kepala yang sangat berisik membuat Vlora benar-benar sangat tidak bisa fokus untuk belajar. Walau dipaksakan sekalipun.


Isi kepala penuh dengan maksud dari ucapan perempuan tadi. Dan apa sebenarnya yang Geo rencana. Membuatnya benar-benar sangat-sangat kacau. Karena di sisi lain sulit untuk Vlora tidak mempercayai perempuan tadi. Dan di sisi lain Vlora benar-benar tidak mempercayai Geo. Iblis itu benar-benar sangat licik. Walaupun ia adalah keluarganya sendiri.


Flashback tentang perempuan misterius itu. Perempuan itu bernama Alaska Leoner Avanza atau Nona Aska. Ia mantan keluarga Alpha.


Ayah Aska adalah seorang tangan kanan kakek Vlora. Ayahnya seorang genius yang sangat kejam. Namun karena kesalahan kecil yang ayah Aska lakukan, beliau sampai akhir dibunuh oleh organisasi mafia lain. Dan sebelum terbunuh Ayah Aska membocorkan sedikit informasi penting tentang keluarga Alpha.


Hal itu membuat kakek Vlora yang kejam sangat marah. Beliau langsung melupakan dengan cepat semua jasa-jasa yang telah ayah Aska lakukan untuk nya.


Jazad Ayah Aska yang sudah di ketemukan. Tidak pendapat pemakaman yang sangat baik. Kakek Vlora menyuruh anak buahnya untuk menyeret tubuh tidak bernyawa itu masuk ke dalam kandang singa yang kelaparan.


Di sana tubuh Ayah Aska langsung di terkam oleh para singa itu. Tubuhnya semakin hancur di cabik-cabik.


Kejamnya lagi Kakek Vlora memaksa keluarga ayah Aska tidak kecuali Aska sendiri yang saat itu berusia 5 tahun untuk menonton hal yang tidak seharusnya ia tonton.


Semenjak kejadian itu. Ibunda Aska menjadi sangat depresi. Beliau syok, sangat-sangat syok. Sampai pada suatu seketika sepulang sekolah Aska sudah menemukan ibunda nya sudah dalam keadaan gantung diri di depan pintu utama rumah dengan pedang Tachi yang masih tertancap di perutnya dalam.


Aska menjerit sangat kencang ketakutan. Ia terduduk lemas di sana tubuh kehilangan kontrol sendiri.


Sesaat setelah ia siuman seseorang perempuan mengenakan dress biru laut bermotif bunga Krisan merah sudah memeluk tubuhnya erat ke dalam dekapan nya. Membuat Aska jauh lebih tenang karena dapat mencium aroma parfum yang sangat damai milik perempuan ini.

__ADS_1


"Setelah ini jangan pernah anggap diri kamu sendirian. Kamu akan ikut bersama keluarga ku. Kamu adalah keluarga ku sekarang",kata perempuan ini membuat Nona Aska jauh lebih tenang.


Walaupun di luar sana terdengar ada seseorang yang tengah beradu argumen sangat keras. Jika dirinya juga harus ikut mati bersama ibunya, akan tetapi seseorang lagi membela Aska.


Sampai akhir pintu ruangan ini terbuka paksa oleh seseorang pria di sana. Beliau adalah Tuan Aldi, ayah Vlora.


Tuan Aldi langsung mengajak istri untuk segera bersiap-siap untuk ikut bersamanya dirinya pergi dari tempat ini.


Nyonya Angini langsung mengangguk mengiyakan,"Anak ini akan ikut bersama kita?".


"Iya",balas Tuan Aldi.


Ketiga pergi dari kediaman rumah ini. Tanpa memperdulikan tatapan sinis tidak menyukai itu Tuan Aldi tetap bersikap tenang tidak memperdulikan, ia merangkul istri nya untuk tetap berjalan beriringan dengan nya.


Baru saja Tuan Aldi melangkah masuk ke dalam rumah. Seseorang laki-laki seusia sama seperti Aska tiba-tiba berlari cepat melompat ke dalam pelukan Tuan Adil yang sudah siap menangkapnya. Ia adalah Xana anak pertama Tuan Aldi.


"Lain kali jangan begitu Xana, berbahaya",tutur kata Angini yang terdengar sangat sabar.


Masih engan turun dari gendongan ayahnya,"Maaf Bu",di susul senyum hangatnya.


Namun sesaat kemudian Xana terdiam terfokus pada gadis kecil yang di gandeng ibunda nya. Menyadari perhatian putranya melihat siapa,"Dia adalah Aska. Putra paman Han".

__ADS_1


"Xana mau kan membiarkan Aska tinggal bersama kita. Dia akan menjadi bagian dari keluarga kita",


Xana yang sudah turun dari gendongan ayahnya, mendekati Aska yang ketakutan. Ia mengulurkan tangannya pada Aska.


"Aska mau kah kau berkenalan dengan putra ku",minta Tuan Aldi bernada bicara hangat memohon pada Aska yang memang seharusnya di perlakukan sangat baik. Kenapa?Karena mental anak ini sangat membutuhkan bantuan.


Ragu-ragu akhirnya Aska mengulurkan tangannya menerima jabatan tangan itu.


"Xana Abel Alterio, panggil aku Xana",di susul dengan senyuman summering manis.


"Alaska Leoner Avanza".


"Uhh...bagus sekali nama mu".


Semenjak saat itu Aska ikut bersama keluarga ini. Keluarga yang semakin bahagia setelah kelahiran anak kedua Tuan Aldi. Membuat keluarga Altrio semakin lengkap, akan tetapi itu semua hanya bertahan beberapa tahun.


Aska mengetahui semua yang telah terjadi dengan keluarga ini. Sayangnya saat di hari kejadian Xana yang jauh berubah dari Xana yang Aska kenal. Menghasut ayah nya untuk menyuruh Aska berkuliah di luar negeri.


Aldi yang sangat menyayangi putra nya mengiyakan saja. Namun Aldi tetap meminta persetujuan Aska terlebih dahulu. Akan tetapi tepat setelah beberapa hari Aska menyetujui berkuliah di luar negeri. Ia tiba-tiba saja mendapatkan kabar yang sangat tidak mengenakan. Kabar yang sangat menghancurkan seluruh hidup nya. Yaitu tentang kematian seluruh anggota keluarga yang telah memberikan nya rumah untuk pulang.


__ADS_1



Potret Xana dan Aska sebelum kelihatan senyum masa kecil mereka.


__ADS_2