My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.89 Perjanjian yang di buat


__ADS_3

Brakk....... Kiki mendobrak paksa pintu kediaman rumah ini. Namun sama seperti yang rekannya katakan. Jika di rumah ini sudah tidak ada penghuninya.


"CK sial",umpat Kiki kesal sangat-sangat kesal ia datang terlambat.


Namun di saat ia pergi meninggalkan kediaman rumah ini. Telfon rumah ini tiba-tiba berbunyi. Daniel ingin mengangkat nya, namun segera ia belikan oleh Kiki.


Berbeda dengan Kenan yang terdiam memerhatikan yang akhirnya di ikuti oleh Daniel.


*Di mana Yuna?",tanya tegas Kiki dari seberang sini.


*.........".


*................".


*Bang**sat!!Sampai kau sentuh milik habis kau".


Jauh di seberang sana.


*Uhh....kasar sekali. Bagaimana Vlora bisa jatuh cinta dengan laki-laki kasar seperti mu".


*Tutup mulut mu bang**sat!!Di mana Vlora?Di mana kau???".


*Di tempat yang aman bersama dengan Vlora yang akan menjadi milik ku".


Tuuuttuuu.....


"Astt...sial!!Bang**sat!!",umpat kesal Kiki saat panggil telfon ini akhirnya di akhir sepihak oleh seseorang pria dari seberang sana sebelum ia mengetahui keberadaan nya.


"Dia siapa?",tanya Daniel pada Kiki.


"Pemilik rumah ini".


"Jadi benar ada keluarga cabang yang masih hidup",kata Kenan melihat keduanya berganti.


Sion yang baru saja mengakhiri panggilan telefon, di hampir oleh seorang perempuan yang mengenakan dress biru selutut. Vlora adalah perempuan yang mengenakan dress biru itu.


Kedua tangan Vlora masih di perban luka karena luka bakar yang belum puli. Begitu juga dengan beberapa luka gores di wajahnya.


Sion berpaling melihat ke arah datangnya Vlora,"Kau cantik dengan dress ini".


Namun yang mendapatkan pujian tidak menampilkan ekspresi apapun selain raut wajah datar nan dingin. Juga sorot mata tajam menatap Sion. Seperti Vlora sudah sangat dendam dengan Sion yang telah menyiksa dirinya.

__ADS_1


"Hahahhhhahh.......,"tertawa terbahak-bahak,"Kau sangat mirip dengan sifat Xana".


"Dingin dan misterius. Dan aku sangat menyukai perempuan misterius",Sion yang hendak menyentuh dagu Vlora. Namun Vlora menepis tangan itu sebelum benar-benar menyentuh nya.


"Itss...",tersenyum sinis yang manis di barengi mengelus lembut punggung tangannya yang sedikit memerah karena Vlora.


"Aku akan membunuh mu",nada bicara dingin nan datar aku.


"Terserah kau, berkeliling mencari cara untuk kabur pun tidak papa", kata Sion di barengi berjalan pergi meninggalkan Vlora sendiri di ruangan ini.


Vlora mengepalkan kedua tangannya membuat cairan pekat berbau anyir keluar dari perban luka yang ia kenakan.


'Tidak mudah untuk ku keluar dari kastil sialan ini',pikir nya yang seperti sudah menyadari betul ada di mana dirinya saat ini.


Sebuah villa besar, sebesar kastil. Yang sering Vlora sebut sebagai bangunan kastil. Adalah bangunan rumah milik keluarga Alpha yang seharusnya Vlora tempati. Namun rumah ini justru menjadi tempat pembantaian keluarga cabang.


Vlora berjalan seorang diri menyusuri kediaman rumah ini. Tidak banyak orang yang ia temui sepanjang perjalanan. Hanya beberapa asisten rumah dan beberapa penjaga sana. Seakan-akan Sion memang sengaja memberikan jalan untuk Vlora kabur dengan mudah.


Duduk seorang diri di ruang makan di temani oleh dua orang asisten rumah yang berdiri tidak terlalu jauh di belakang nya. Sion tengah menikmati menu makan malamnya.


"Di mana Vlora?",tanya Sion tetap fokus menikmati menu makan malam nya.


"Di kamarnya Tuan. Nona Vlora menolak untuk makan malam".


+++++++


Singkat cerita acara makan-makan telah selesai. Sion benar-benar datang ke kamar Vlora dengan membawa nampan makanan untuk Vlora.


Pintu kamar yang memang tidak ia berikan kunci memudahkan Sion untuk masuk ke dalam kamar Vlora.


Namun setibanya di dalam. Sion melihat sendiri jika perempuan di depannya tidak hanya tangguh dan berani tapi juga sangat cantik. Apa lagi saat tubuh Vlora terkena sinar bulan purnama yang menerabas masuk ke dalam kamar.


Vlora tengah terduduk seorang diri di sova panjang. Depan pintu kaca balkon kamar yang di biarkan terbuka. Membiarkan angin malam menerpa dirinya, membiarkan surai rambut panjang yang tergerai berterbangan. Di tambah lagi dengan sinar bulan yang menembus masuk ke dalam memberikan wajah cantik Vlora semakin bercahaya. Membuat siapapun yang melihat nya pasti terpukau.


Di posisi inilah,"Apa kau tuli?Aku sudah berbicara pada asisten mu",kata Ku.


Selesai menaruh nampan makanan di atas meja yang tersedia. Sion berjalan mendekat ke arah Vlora duduk.


Ia berjalan menutup pintu balkon yang membiarkan angin malam yang dingin berhembus masuk ke dalam dalam kamar."Sakit mu akan sangat merepotkan menyusahkan ku",berpaling menghadap Vlora."Cepat makan dan istirahat".


"Akan lebih mudah untuk mu menghabisi ku saat aku sakit bodoh",nada bicara dingin ku.

__ADS_1


"Belum-belum, aku masih belum ingin melihat kematian mu",kata Sion masih berdiri di depan Vlora."Aku ingin melihat kematian Kiki terlebih dahulu".


Langsung beranjak bangun dari tempat duduk,"Jangan pernah menyakiti nya. Urusan mu dengan ku bukan dia",Ancam aku yang tanpa Sion sadari tengah menggenggam katana yang saat ini ku kalungan kan di lehernya.


Sedikit terkejut namun tetap terlihat tenang,"Itss...tenang nona Vlora".


"Jika kau menyakiti ku maka kau juga akan melihat jazad Kiki datang kemari".


Tidak takut Vlora justru semakin mendekat kan katana nya pada leher Sion.


"Sudah ku duga ancaman seperti itu tidak cukup untuk menggertak mu",kata Sion bernada tenang.


Tiba-tiba seorang anak buah Sion masuk ke dalam kamar. Dan memutarkan sebuah rekaman video yang tersimpan di dalam ponsel.


Mendengar suara yang tidak asing untuk Vlora dengarkan. Vlora langsung berpaling melihat ke arah video yang menyalah itu.


Di sana terlihat jelas di dalam rekaman video yang memutar langsung rekaman kegiatan yang tengah Kiki lakukan. Bahkan sampai kegiatan Kiki bersama dengan adik juga kakak-kakak nya.


"Kau kenal dengan pria itu?",


Aku menurunkan katana dalam genggaman ku dan pandangan ku,"Apa mau mu?".


"Mau ku?Apa mau ku?",


Aku yang sudah terfokus melihat lawan bicara ku,"Aku akan melakukan apapun yang kau mau asal jangan pernah kau menganggu Kiki dan keluarga nya".


"Dapatkan aku memegang ucapan mu",Sion terlihat belum cukup mempercayai Vlora.


Aku yang masih menatap dingin pria di depan ku,"iya, kau harus mempercayai ku. Aku tidak bisa keluar dari sini, dan kau pasti mengetahui itu".


Sion tersenyum miring tipis,"Aku ingin kau menikah dengan ku".


"Baiklah",


"Tapi jika kaj melupakan janji mu, aku akan langsung membunuhmu",


Yang hanya mendapatkan respon senyuman tipis dari Sion.


+


+

__ADS_1


+


Mattionar Siyoon atau Sion. Seorang pria dari keluarga cabang alpha yang masih hidup. Dan sayang pria 31 tahun ini belum memiliki kejelasan asal usul indentitas pribadi nya. Karena perlu kalian ketahui jika di hari itu, selain Jonson dan Vlora juga Geo dan Aska yang saat itu tidak berada di dalam negeri. Tidak ada lagi yang selamat dari pembantai selain mereka berempat.


__ADS_2