
Keesokan paginya di sekolah Garuda Sayap Emas. Perempuan dengan gaya rambut di gelung tunggal seperti biasa. Tengah beranjak keluar dari dalam mobil nya setelah selesai memarkir mobilnya dengan baik.
Ia berjalan santai menyusuri jalanan pekarangan sekolah untuk masuk ke dalam gedung sekolah. Di dalam, dua seseorang yang selalu berangkat bersama menghampiri Vlora.
"An**jay mama akhir masuk".
Tanpa melihat sumber suara,"Mata mu be**go".Umpat ku.
"Jehan menderita selama tidak ada lu".
Masih berjalan di antara kedua nya, Anzel dan Vernon. Dua pemuda yang selalu berusaha di pisahkan oleh Hanai dan Kiki. Kenapa?Karena Anzel adalah iblis penghasut yang akan menunjuk jalan sesat pada Vernon yang ikut-ikutan.
"Sudah tau gue",kata ku."Maka nya lu berdua harus traktir gue dan Jehan. Karena lu berdua yang paling membuat Jehan merepotkan".
"Apa hubungannya sama kita",elak Anzel."Gue anak baik sesuai dengan yang lu mau iyaaa...".
"Ilih bodoamat traktiran makanan tetap berlanjut..".Aku yang berlalu masuk cepat lebih dulu meninggalkan keduanya yang terdiam. Di ambang pintu masuk ruang kelas.
Vernon yang sudah mengeluarkan dompet nya,"Anjing berdebu Zel".
merogoh kantong celana untuk mengambil dompet milik nya,"Buset tinggal 100ribu".
"Pakai uang lu saja".
"Terus lu, uang buat beli bensin ini".
"Gue bokek karena lu anjing".
"Mata mu".
"Heyy!!Siapa kemarin yang ngajak gue taruhan balap motor pakai uang gue. Dan lu buat uang gue lenyap bang**sat",Nada marah Vernon."CK tidak bisa balapan".
Melihat ke arah lain mengerutkan keningnya,"Gue kalah balapan. Tapi itu yang pertama anjing, selama ini gue selalu menang dan lu yang selalu kalah".
"Enak saja lu bicara".
"Fakta".
__ADS_1
"Intinya lu punya utang ke gue 2jt".
"Anjing!!",tersenyum masam,"Nanti langsung ikut gue ke ATM sebelum gue lupa lenyap uang lu".
"Ini nih yang buat gue tidak takut lu tidak akan bayar",merangkul bahu Anzel."Anak sultan".
"Lepas anjing",ucap Anzel."Homo lu".
Mendorong kasar tubuh Anzel sampai hampir terjungkal.
"Mata mu anjing, untung gue tidak mencium lantai".Umpat Anzel kaget bukan main.
Duduk menyangga dagunya lelah,"Masih pagi sudah buat ulah".Gumam Jehan tidak bertenaga.
Jehan saja seperti itu, bagaimana dengan Jay teman sebangku nya. Yang sudah tidur sejak awal datang.
+++++++
Jam pulang sekolah telah tiba, anak-anak sekolah mulai bersiap-siap untuk segera pulang. Tidak terkecuali dengan teman sekelas Vlora yang sudah siap siaga sejak awal untuk secepatnya meninggalkan sekolah.
"Yuna".Panggil Jehan berjalan mendekati bangku tempat ku masih sibuk berkemas.
"Oky".
Menenteng tas ransel nya asal,"Ingat anak-anak langsung pulang jangan kemana-mana dulu, ingatt!!".Hanai menekan kalimat akhirnya sembaring menatap tajam ke arah Anzel dan Vernon.
Vernon yang sudah terfokus pada tatapan tajam itu,"Apa lu lihat-lihat?".
Berekspresi datar,"Gue langsung pulang bang***sat",lanjutnya mengumpat.
"Langsung pulang, langsung pulang".Potong Kiki beranjak dari tempat duduknya."Lu sudah janji bakal ikut gue be**go".
"Waaahh ampun, lupa",entengnya ucapan Vernon sembaring menggaruk-garuk surai belakang kepalanya."Tapi gue juga sudah ada janji duluan sama Anzel".
"Janji apaan?"Ngegas Anzel lupakan topik obrolan penting tadi pagi.
Menatap datar,"Nagih utang lu bang**sat".
__ADS_1
"Anjing, gue ko bisa lupa,"Beranjak menenteng tas ransel sekolah."Yok cabut".Ajaknya.
"Lu ikut saja Ki, kalau penting setelah dari ATM gue antara".Vernon yang sudah terfokus pada lawan bicara yang masih terduduk.
Beranjak dari tempat duduknya menenteng tas ransel nya,"Tidak perlu, gue hampir lupa kalau harus jemput adik gue",berjalan meninggalkan ruang kelas."Gue duluan".
"Eh Yun, ayo",Jehan yang segera menarik pergelangan tangan ku untuk secepatnya mengikuti langkah kakinya."Karena para bujang gue sampai lupa untuk segera pulang".Gumamnya.
Vernon bergegas menyusul Anzel yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan ruang kelas. Baru setelah itu di susul oleh Hanai dan Jay yang berjalan super santai tanpa memperdulikan lorong-lorong sekolah yang sudah mulai sepi dengan suara bising para siswa siswi.
++++++
Vlora tengah mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang melewati jalanan lalu lintas ini. Bersama dengan Jehan yang duduk di kursi penumpang samping tempat nya duduk.
Obrolan santai mulai Jehan buka sampai di pemberhentian lampu merah pun, ia masih saja mengajak ngobrol Vlora. Yang jauh lebih dingin dari biasanya. Dan Jehan justru menjadi perempuan cerewet berbeda dari biasanya. Jika bisa di simpulkan mungkin arwah mereka tertukar.
Setelah sekian jam bicara panjang lebar,"Jadi cerita saja kalau ada apa-apa Yun. Aku adalah Ana dua",Jehan di susul senyum hangatnya.
Settt.... Menghentikan laju mobil nya berlahan,"Iya Jeh, sudah sana turun".
"Lu mau turunin gue di tengah jalan, ihh jahat banget lu. Lebih jahat dari Ana".
Menghela nafa kasar,"Sudah sampai Jeh, lu lupa sama rumah mewah besar lu sendiri".
Mendongak sedikit melihat melalui kaca mobil,"Ko cepat sih, gue kan masih pingin ngobrol".
"Besok di lanjut di sekolah".
"Jelas lu besok tidak masuk".
"Kata siapa?Gue besok masuk,"potong Ku."Lagian bentar lagi ujian kelulusan sekolah, gue tidak mau tinggal kelas karena keseringan bolos".
"Ehmm....bentar lagi kita sudah tua".
"Maksud lu?".
"Lulus sekolah berarti kita sudah dewasa, yang kuliah akan kuliah, yang kerja akan kerja, dan yang nikah bakal nikah. Suatu rumusan yang di namakan kita sudah tua",membuka sedikit pintu mobil."Hati-hati di jalan, thanks sudah antar pulang".Jehan yang sudah berdiri di luar mobil Vlora.
__ADS_1
"Iya, bye".
+++++++