My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.125 Kiki Kemana?


__ADS_3

Tiga hari setelah. Aftar lagi-lagi memaksa Afif untuk menemaninya sebentar ke toko alat terunik untuk membeli beberapa keperluannya.


Setelah beberapa jam berjalan kaki dari parkiran mobil. Tibalah Aftar dan Afif di toko alat-alat terunik SERBA ADA. Keduanya langsung berlalu masuk ke dalam tokoh. Sampai akhir Aftar memisahkan diri dari Afif yang fokus hanya melihat-lihat barang.


"Ayo cabut",ajak Aftar pada Afif.


Melihat sesuatu dalam genggaman Aftar,"Buat apa beli obeng?".


Menunjuk obeng dalam genggaman tangannya,"Perbaikan lampu belajar gue rusak".


Mengantri di meja kasir,"Kenapa tidak beli baru saja? Lu tidak ada uang?".


"Ada, cuma sayang kalau harus di buang",kata Aftar menaruh obeng yang ia beli di atas meja kasir."Lagian masih bisa di perbaiki kenapa harus beli lagi",lanjutnya.


Next.....


"Bry",panggil sesosok pria style jas rapi. Berlari kecil menyusul Bryan yang sudah berhenti menunggu nya.


Juan adalah nama sesosok laki-laki itu,"Bokap mu kenapa tidak ikut meeting. Padahal meeting tadi penting untuk beliau?".


"Ayah ku tidak ikut meeting?",Bryan yang justru bertanya balik.


Masih terfokus dengan Bryan,"Tidak ikut Bry. Bokap ku tadi menelfon berkali-kali tapi tidak kunjung di angkat bokap mu".

__ADS_1


"Sekarang bokap mu di mana?".


"Pergi ke rumah Alpha cari bokap mu".


Tanpa basa basi lagi Bryan langsung berlalu pergi begitu saja meninggalkan Juan yang masih terdiam di tempat nya.


Di luar Gedung kantor nya. Bryan segera pergi ke parkiran mobil untuk segera tancap gas pergi ke rumah Alpha menyusul Jay dan Kiki. Atau untuk memastikan Kiki benar-benar sedang ada di sana.


Brummm.....


"Pulang nanti saja, ikut gue bentar",mengulurkan tangannya."Kunci mobil nya".


"Biar gue nyetir",tolak Afif memberikan kunci mobil pada Aftar.


Terdiam terfokus melihat Afif,"Lu masih menganggap gue bocil?",


'What ugal-ugalan gimana? Gue cuma pernah sekali hampir nabrak truk',pikir Aftar ngedumel mengikuti langkah kaki Afif.


Membuka pintu mobil dengan terburu-buru. Bryan yang sudah ada di luar mobil langsung berlalu masuk ke dalam rumah Alpha. Suatu Rumah tempat berkumpulnya para ketua-ketua mafia yang ada di bawah naungan kepemimpinan kedua orang tua nya.


Di dalam Bryan langsung melihat Jay, Daniel, Kenan, dan Raka tengah duduk bersama di ruang tengah ruangan ini. Tanpa kehadiran ayahnya di sana, membuat Bryan semakin buru-buru melangkah mendekat.


"Di mana Ayah? Kenapa tidak bersama kalian?".Tanya Bryan pada mereka berempat.

__ADS_1


Jay beranjak berdiri dari tempat nya duduk,"Menurut informasi yang baru saja kami dapatkan. Seperti nya Kiki tertangkap oleh ketua komplotan yang dulu menyerang kediaman rumah mu",jelas Jay singkat pada langsung pada inti pembicaraan.


"Terus kenapa kalian diam saja? Seharusnya kalian segera bertindak mencari Ayah ku",marah Bryan pada mereka berempat. Fokus Bryan yang sudah tertuju pada Daniel seorang,"Ayah kan adik Om kenapa om tidak segera mencari ayah".


"CK, anjing",Bryan berbalik badan berlalu pergi meninggalkan rumah ini.


Daniel segera berlari menyusul Bryan sampai di teras rumah."Bryan".


".....",terdiam melihat lawan bicara nya.


"Om sudah mengerahkan beberapa orang untuk melacak keberadaan ayah mu. Kamu harus sedikit bersabar, jangan sampai amarah mengendalikan diri mu. Keselamatan ayah mu sedang di pertaruhan sekarang",kata Daniel pada keponakan Bryan.


Bryan tidak mengatakan sepatah katapun ia langsung berlalu pergi kembali masuk ke dalam mobil nya. Kembali tancap gas meninggalkan kediaman rumah Alpha.


Daniel yang hanya terdiam mematung dengan tatapan mata kosong yang sulit di artikan melihat kepergian mobil Bryan. Ia terlihat lebih mengerikan apa yang sedang Bryan rasakan. Di kala Daniel selalu bisa melihat Kiki di dalam diri Bryan. Membuat Daniel sangat memahami apa yang tengah Bryan rasakan setelah kepergian Vlora.


"Aftar",panggil Afif yang semenjak tadi mengikuti Aftar berkeliling mol saja berjam-jam tanpa membeli apapun."Ayo pulang sudah jam 10 malam".


"Serius? Gue belum terasa capek padahal",Aftar tanpa beban yang berat setelah membuat saudara kembar hampir kelelahan karena nya.


".......".Terdiam terfokus menatap datar Aftar.


Aftar yang tidak ada takut-takut malah cengengesan melihat Afif yang badmood.

__ADS_1


"Ayo pulang-pulang, aku sudah janji akan makan malam bersama ayah",berlalu pergi lebih dulu."Tapi kenapa ayah belum telfon aku iya?",lanjutnya bergumam bertanya-tanya.


Afif yang sudah menyusul langkah kaki Aftar,"Mungkin ayah masih sibuk".


__ADS_2