My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.35 Bertemu 2


__ADS_3

Kaos oblong hijau tua berpadu dengan celana panjang oblong. Pakaian yang sangat nyaman untuk menyambung aktivitas santai di dalam kamar. Namun lagi-lagi momen santai fokus menyelesaikan tugas sekolah harus terganggu oleh kehadiran Kiki. Yang akhir-akhir lebih sering datang lewat balkon dari pada pintu depan.


Kesimpulan lebih suka cari ribet dari pada melakukan cara yang mudah.


Namun belum lama Kiki ada di dalam kamar. Vlora pergi meninggalkan ke kamarnya. Entah karena apa?Setelah Kiki mengucapkan kata yang seperti menyakiti hati Vlora. Namun jika di pikir-pikir sakit hati karena apa?Toh setiap ketemu sudah menjadi makanan keduanya berkata kotor adu argumen.


Cukup lama sekali Vlora tidak kunjung kembali ke kamar membuat Kiki benar-benar sangat bosan. Di tinggalkan seorang diri di dalam kamar ini.


Alhasil ia pun berjalan-jalan berkeliling kamar yang terbilang sangat luas ini. Bahkan Kiki berpikir jika kamar ini lebih luas dari ruang tamu di rumah nya.


Sampai akhir langkah terhenti di depan satu pigura kecil yang terpajang di atas meja depan cermin. Kiki sedikit membungkuk badannya untuk melihat pigura kecil itu. Ia lihat seksama memperhatikan isi dalam foto keluarga pigura itu.


'Foto keluarga Yuna. Dari dulu sampai sebesar ini dia hanya punya satu. Meletakkan nya juga sangat sulit terlihat mata, kecil sekali figur nya',pikir Kiki masih memperhatikan isi foto pigura kecil ini.


"Astaga", berpaling cepat ke arah belakang. Untuk melihat seseorang yang tiba-tiba menyentuh pundak dengan tangan dinginnya.


"Tante",


Lagi-lagi perempuan dewasa seperti dahulu muncul kembali menemui Kiki. Perempuan yang masih mengenakan dress yang sama dan gaya rambut yang sama. Panjang hitam legam di biarkan tergerai cantik.


Memperhatikan ekspresi wajah kaget Kiki tidak membuat perempuan ini merubah raut wajah nya yang datar. Aura wajah berbeda dari awal Kiki bertemu dengan nya.


"Maaf Tante saya tidak bermaksud macam-macam sama putri Tante. Saya cuma berkunjung biasa saja. Saya akan segera pulang, maaf Tante lancang",Kiki yang merasa sangat tidak enak juga ketakutan melihat ekspresi wajah itu.

__ADS_1


Namun saat hendak tergerak untuk pergi. Sesosok perempuan ini menarik pergelangan tangan nya menghentikan langkah kaki.


"Jangan jauh-jauh dari Vlora. Kamu hati-hati sama Geo, jauhkan Vlora dari Geo".


Clekkk.....suara pintu kamar terbuka membuat perhatian Kiki teralihkan ke sana.


Aku yang baru saja masuk ke dalam kamar,"Lu kenapa di sana Anjing. Sudah mencuri apa lu?".


"Mata mu, gue tadi bic.....,"ucap Kiki terhenti saat mendapati sesosok perempuan yang menggenggam pergelangan tangan nya sudah hilang dari hadapannya.


"Lu kenapa be**go?".


"Itu tadi gue....", bingung Kiki dengan yang baru saja ia lihat.


Sementara Vlora sudah kembali ke meja belajar nya untuk menyambung belajar. Mengabaikan Kiki yang masih terdiam di tempat nya.


"Yun kedua orang tua lu sebenarnya di mana?".


"Kerja".


"Kerja apa?Dan kerja di mana?".


"Privasi, intinya kerja ibu dan ayah ku halal".

__ADS_1


"Mereka berdua sudah meninggal kan Yun",Kata Kiki membuat Vlora langsung menghentikan semua kegiatan belajar nya.


Menyadari ada perubahan respon berbeda dari Vlora. Kiki kembali mengulangi perkataan nya,"Benarkan Yun".


"Iya".


"Ehmm....", berdehem santai walaupun dalam hati bergetar sangat ketakutan. Karena jika itu bener berarti sesosok perempuan yang selama ini menemui juga sudah meninggal. Namun Kiki dapat membalikan keadaan dingin ini berusaha menjadi hangat.


"Yet camilan gue tidak lu bawakan",tidak mendapatkan respon dari Vlora yang masih tetap terdiam di tempat nya."Woy Monyet".


"CK anjing".


"Camilan sama minuman gue mana?".


"Sorry gue bukan babu mu".


"Tapi gue tamu. Dan tamu harus di perlakukan seperti raja".


"Mana ada seseorang yang datang dari balkon rumah seperti pencuri di sebut tamu".


"Lewat mana saja kalau gue masuknya ke rumah orang lain. Berarti gue tamu".


"Terserah lu".

__ADS_1


Sampai akhir suasana kembali serius,"Geo adalah pelaku kekerasan di perbatasan kota".Tebak Kiki asal.


"Iya",aku yang tetap tenang karena sudah mengetahui betul seorang Kiki mustahil belum mengetahui dalangnya selebih dahulu.


__ADS_2