My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.22 keributan kecil


__ADS_3

Jarak mu terlalu jauh dari ku.


Akankah di kehidupan berikutnya kita di pertemukan lagi?


Keinginan terbesar ku terlahir di keluarga sederhana, begitu juga dengan diri mu.


Aku ingin kita bertemu, berteman akrab, tanpa ada tuntutan untuk saling membunuh satu sama lain.


Adakah takdir hidup seperti itu ada, Kiki?


++++


Vlora menurunkan kaki nya dari atas tempat tidur, bergegas beranjak bangun bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


Sudah lebih dari satu Minggu. Vlora mengabaikan pendidikan nya. Vlora terlalu hancur untuk pergi keluar mengenakan topeng seperti biasanya. Sampai di malam itu Ana datang menemui nya. Walau Vlora tidak bisa memeluknya seperti dulu, seenggaknya tangan dingin itu membuat Vlora kembali hidup untuk kembali berjalan melanjutkan kisah ini.


Telah selesai mengenakan segaram sekolah. Vlora bergegas beranjak menuruni tangga rumah untuk pergi ke lantai satu kediaman rumah nya.


"Pagi bi". Mengambil roti bakar tanpa selai yang telah bi Nur siapkan untuk ku.


Menaruh segelas susu di meja samping Vlora duduk,"Baru saja bibi mau bangunkan".


"Tidak perlu bi. Nanti malam buat sayur sop sama ikan goreng iya bi".Aku mengambil gelas itu menengok nya sampai habis.


"Iya nanti bibi buatkan yang enak buat non Vlora".Bi Nur terlihat senang melihat majikan bersikap tidak seperti biasanya.


Vlora beranjak dari tempat duduk ku,"Aku berangkat dulu".Aku mencium sekilas kening bi Nur sebelum berlalu pergi meninggalkan ruang makan. Menenteng tas ransel sekolah ku.


Di luar Vlora segera beranjak masuk ke dalam mobil BMW putih yang tengah di siapkan penjaga rumah nya. Tepat terparkir di depan teras kediaman rumah nya.


Brummmm......Menyalahkan mesin mobil sebelum tancap gas meninggalkan kediaman rumah nya.


+++++++

__ADS_1


Baru selesai memarkir mobil nya dengan bener di parkiran mobil sekolah. Seseorang tiba-tiba muncul datang memeluk Vlora erat-erat. Tepat saat Vlora saja beranjak turun dari dalam mobil. Membuat tubuh Vlora sedikit terhuyat.


"Lu kemana saja sih be**go!!?Gue khawatir banget sama ku bang***sat".Jehan si pelaku yang saat ini tengah mendekap kedua pipi Vlora dengan kedua telapak tangan sebesarnya.


"Waduh, waduh, Jehan kepala gue emes".Si kena imbasnya.


"Ihh Yuna gue serius".Jehan yang masih menggoyang-goyangkan tubuh Vlora kasar.


Melihat keduanya,"Eh!Jehan, anak orang bisa mati itu".Anzel yang baru saja ikut bergabung. Yang sesaat kemudian di susul oleh Vernon yang baru saja selesai memarkir mobil nya dengan baik.


"Baru masuk tuh anak bakal tidak masuk lagi karena lu".Vernon terfokus pada Vlora.


"Hahahah lupa". Merangkul kasar bahu Vlora menarik Vlora untuk ikut berjalan bersamanya.


"Gue tidak yakin Jehan perempuan".Anzel geleng-geleng kepala menonton kelakuan Jehan putri CEO bermental preman.


Brukk....Vernon memukul bahu belakang Anzel sampai tubuhnya terdorong kasar hampir terjungkal.


Mengepalkan tangan erat terangkat,"Maksud lu apa anjing??Semua orang juga bakal jatuh kalau di dorong tiba-tiba".Marah Anzel.


Masih bersikap tidak pernah memiliki salah,"Gimana iya, nama saja Anzel".


"Anzel kan nama cewek. Nama cowok tuh kayak....,"Bakk..... Anzel bergerak cepat melontarkan tinju nya di pipi kiri Vernon. Sampai tubuh nya membungkuk sempurna ke samping.


"Berisik bang**"sat!!


Beranjak bangkit untuk berdiri dengan benar, dengan sorot mata tajam marah. Dengan Anzel yang menatap puas tajam Vernon.


"Cari gara-gara".Vernon mengepalkan kedua tangannya sudah siap untuk menyerang balik perlakuan Anzel padanya.


Bergerak akan menyerang Anzel,"Berani lu!!!".Teriak Vernon.


Stepp.....Bakk..... Kedua tangan mengepal keduanya tertahan oleh genggaman tangan Kiki yang tiba-tiba saja sudah berdiri di antara mereka berdua.

__ADS_1


Pandangan matanya tertunduk suram, menerbangkan aura dingin mencekam.


"Mau mati dengan cara apa kalian berdua?Tangan gue sangat gatal ingin meremukkan tulang rusuk kalian berdua".Mengeratkan genggaman pada kedua tangan sahabatnya.


Baik Vernon ataupun Anzel menelan alot saliva nya. Merasakan suasana pagi yang cerah ini menjadi sangat dingin menusuk kulit. Namun tiba-tiba saja,"Uhahahhahhh......".Kiki tertawa ngakak. Melepaskan genggaman tangannya, sebelum akhirnya berganti merangkul bahu kedua sahabatnya.


"Masih pagi anjing jangan cari ribut. Btw nanti traktir gue bakso iya Ver. Gue lupa bawa uang saku".Kiki bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Perubahan sikap yang cepat membuat keduanya hanya bisa meringis.


"Mungkin efek makin tua kali iya. Gue benar-benar mudah lupa dengan hal-hal kecil beberapa hari ini".


"Uhh....harus cepat cari bini nihh".Ocehan Kiki.


"Ha??". Membuat mulut Anzel terbuka.


Mengibar-ngibarkan telapak tangan nya di depan hidung,"CK bau bangkai".


"Iya lah".Timpal Vernon tersenyum masih menyimpan dendam.


Menunjuk,"Wah anjing lu".


"Lu nunjuk gue sebagi anjing?".Kiki yang tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan kembali.


Menyadari nya Vernon cepat merangkul bahu Kiki,"Ayo cepat jalan o'on gue belum nyalin pr matematika lu".


"Yehh....babu tanpa di bayar".


"Kan udah dil nanti gue traktir bakso".


"Oky, Oky, harga diri gue seharga bakso".


"Uhahahhahhh......".Entah lucu atau memang sangat lucu melihat raut wajah masam Kiki membuat Anzel dan Vernon tertawa terbahak-bahak.


Kiki mengajak kedua sahabatnya pergi kelas. Di kala beberapa menit lagi jam pelajaran juga akan segera di mulai.

__ADS_1


__ADS_2