My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.11 Ghibah keduanya


__ADS_3

Sudah menjelang sangat larut malam. Akan tetapi Vlora masih kuat mengayunkan pedang yang nya gunakan untuk latihan pedang.


Selesai dengan pertemuan tadi. Vlora pergi ke ruang latihan kediaman rumah ini. Berlatih pedang dengan dua orang anak buah nya. Daniel dan Raka.


Berlutut dengan tangan kanan menyangga pedang sebagi keseimbangan tubuhnya,"Aahh....",nafasnya yang tidak beraturan,"Cukup. Aku tidak bisa lagi".Ucap Raka yang sudah di ambang batas kekuatan nya. Peluh keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya.


Enam jam latihan tentu sangat tidak wajar. Walaupun dia seorang pria, tapi ini sangat. Tidak wajar.


"Menepi lah".Ucap ku terfokus pada Daniel yang masih berdiri dengan baik,"Kau juga mau menepi".


"Tidak".


Mendengar jelas balasan itu. Vlora bergegas menyerang Daniel kembali lebih dulu.


"Hhhaaa.....".Brakk.....Menendang titik kelamaan kakinya. Membuat keseimbangan Daniel goyang. Vlora memutar menendang kembali pada Daniel tepat di tangan yang membawa pedang membuat pedang Daniel terlempar jauh dari nya. Sett....Pedang Vlora sudah terhenti dengan baik di depan lehernya.


Menurunkan pedang ku,"Beristirahat lah".Aku berlalu pergi dari sana meninggalkan ruang latihan.


"Kau baik-baik saja Daniel?".Tanya Raka melangkah mendekati Daniel,"Nona Vlora benar-benar sangat kuat".


Beranjak dari tempat nya untuk berdiri dengan baik,"Darah monster mengalir dengan baik dalam dirinya".Kata Daniel.


++++++


Selesai berganti pakaian. Vlora bergegas beranjak pergi meninggalkan kediaman rumah ini. Sebelum pagi datang, di kala keesokan harinya Vlora harus sekolah.


Sampai di kediaman rumah. Vlora langsung beranjak naik ke lantai atas di mana kamar tidur nya berada. Sembaring berjalan berlahan-lahan tangan Vlora memainkan layar ponsel nya. Untuk menyalahkan layar ponsel yang semenjak tadi Vlora mati daya kan.


Beberapa notifikasi langsung masuk begitu banyak ke dalam ponsel nya. Tidak seperti biasanya yang sepi dan damai. Vlora menghubungi nomer telfon yang membuat ponsel nya ramai.


Tersambung.


*Apa?".Tanya ku pada Kiki di seberang sana.


*Lu cepat istirahat anjing. Besok pagi-pagi sekali kita harus menghadap pak MTK. Jangan sampai terlambat datang".


*Ha'a!!".


Vlora matikan sepihak panggilan telfon ini. Mematikan layar ponsel nya, sebelum membuka pintu kamar dan melangkah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


++++++++


+++++++++++++


Bummmm......mobil nya masuk ke dalam parkiran sekolah. Seperti biasa selesai memarkir mobil nya dengan baik. Vlora berlalu menenteng tas ransel nya masuk ke dalam gedung sekolah.


Baru saja Vlora menginjakkan kaki di lantai gedung. Seseorang tiba-tiba menarik pergelangan tangan nya memaksa dirinya untuk mengikuti langkah kakinya.


Menepis kasar tangan besar yang menggenggam pergelangan tangan ku,"Lepas bang**sat!!".Bentak ku.


"UPS!Sorry soal nya sudah terlambat".Kiki yang sudah terfokus melihat Vlora.


Melihat kedua tangan Vlora yang berbalut pembalut luka,"Tangan lu kenapa?".


"Cepat jalan, katanya terlambat".Abai ku melangkah kaki lebih dulu untuk pergi ke ruang guru menghadap guru MTK.


+++++


Menyadari sudah terlalu siang untuk sahabat yang tidak kunjung datang,"Btw Yuna kemana iya?Ko belum datang-datang".Ana yang terus memperhatikan pintu masuk kelas.


"Bukan Yuna saja".Kata Jehan yang numpang duduk di bangku kosong samping nya,"Kiki juga belum datang".Sambungnya.


"Mereka berdua sebenarnya sangat cocok, tapi sayang beribu sayang. Setiap ketemu mereka berdua selalu ada saja hal sepele yang di ributkan".Saut Anzel yang mendengar obrolan keduanya.


"Hemm.....kalau benar terjadi...Hemm".Sendawa Anzel.


Hanai yang jadi ikut-ikutan,"Kiki dan Yuna anti romantis. Jadi mustahil".


"Ha!Itu masalahnya".Ujar Ana, Jehan, dan Anzel bersamaan.


"Hy! Hey!Mereka berdua datang".Vernon yang kembali fokus pada layar ponsel nya berpura-pura tidak ikut menyimak obrolan ghibah.


Kiki dan Vlora berlalu masuk ke dalam kelas. Berjalan santai tidak bersemangat. Mungkin terjadi sesuatu di ruang guru yang membuat mood keduanya hancur.


Anzel, Hanai, Jay, langsung Interogasi Kiki di bangku nya. Dan Ana, Jehan, Interogasi Yuna di bangkunya.


"Ulltulltutt....yang sabar mbak bro. Nanti gue traktir bakso deh sebelum bertempur".Ana memberikan semangat Yuna yang hancur setelah mendapatkan lembar soal baru matematika untuk tes sebelum lomba besok. Dan nanti setelah istirahat ia dan Kiki akan pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan dan di pantau langsung oleh pak MTK.


+++++

__ADS_1


Tibalah di jam nya. Vlora dan Kiki sudah ada di salah satu tempat yang nyaman di perpustakaan sekolah untuk mengerjakan lembar soal-soal matematika yang baru.


"Tangan lu kenapa di perban?".Kiki menghancurkan dinding keheningan sejak tadi.


Sudah mengetahui, jika Kiki sudah mengetahui siapa diriku yang sebenarnya,"Gue bermain pedang lupa tidak pakai sarung tangan".


"Lecet telapak tangan lu!Emang berapa lama sampai bisa....?".


"Entah! Mungkin 5 jam".


"Eh!!".


+++++


Terakhir mengobrol sampai menjelang sore. Di mana pak MTK sudah ada menemani kami berdua yang tengah mengerjakan lembar soal-soal matematika. Sementara beliau sibuk mengerjakan tugasnya sebagai guru.


Aku menyodorkan lembar jawaban,"Sudah selesai pak".


"Bagus".Kata pak MTK,"Saya akan menunjuk dua sampai tiga soal. Nanti tolong jelaskan ke saya bagaimana cara mengerjakan nya".Yang ku balas dengan anggukan ringan.


Vlora yang sudah selesai menjawab semua soal-soal yang telah pak MTK tunjukkan pada nya. Vlora sesegera mungkin bernafas lega dalam hati, akan tetapi jantung nya seketika terhenti ketika menengok ke arah kanan. Tepat di mana Kiki duduk terfokus menatap nya.


Vlora melotot ke arah tatapan itu,'Woy bang***sat fokus anjing gue mau cepat pulang!!'.Bentak ku dalam hati. Yang seperti langsung tersalurkan pada Kiki.


Kiki gelagapan mengalihkan perhatian ke arah lain, bersamaan dengan itu. Pak MTK berkata,"Giliran kamu Kiki. Kamu sudah selesai".


"Sudah".Balas Kiki yang hanya melihat ke lawan bicara tanpa melirik ke arah ku,"Tapi saya boleh minta satu permohonan".


Melihat lembar jawaban Kiki,"Apa?".


"Suruh nih bocill pulang pak. Saya sangat tidak bisa fokus ada dia, menakutkan".


"Tidak bisa!".


"Cepat jelaskan soal yang ini pada saya".Suruh Pak MTK mengabaikan permohonan Kiki.


++++++


Kesibukan yang sangat merepotkan di perpustakaan telah usai. Vlora bergegas berlalu pergi meninggalkan perpustakaan. Di tengah perjalanan nya, Vlora menyusul Kiki.

__ADS_1


Vlora berjalan mendahului Kiki yang berjalan di depan nya. Sebelum Vlora berlalu masuk ke dalam mobil tanpa ada niatan mengobrol ataupun basa basi singkat dengannya.


Bummm......Mobil nya berlalu meninggalkan pekarangan parkiran mobil sekolah.


__ADS_2