My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.152 Di lepaskan


__ADS_3

Masih di tempat duduknya yang menenangkan. Afif tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat wanita di depannya ini benar-benar terkejut. Tapi tidak dengan reaksi Afif yang tetap terlihat tenang, cuek.


"Kenapa Nona Shiyo? Anda takut melakukan nya?",timpal Afif terus memperhatikan lawan bicara nya yang mulai gusar karena nya. Mungkin juga gusar bagaimana bisa Afif mengetahui nama aslinya.


Afif tersenyum tipis miring melihat sikap gelisah wanita di depannya.


"Baiklah",ucap wanita ini yang adalah Shiyo.


"Hemm.... pakai saja pisau buah tadi. Pisau itu sudah cukup tajam untuk bunuh diri".


Ragu-ragu Shiyo beranjak dari tempat duduknya. Berjalan mengambil pisau yang di lemparkan asal Afif tadi. Setelah nya dengan menggenggam pisau tadi ia berjalan kembali ke tempat semula, namun kali ini dengan tetap berdiri.


Afif tetap terdiam memperhatikan Shiyo yang sudah siap menusuk lehernya sendiri dengan pisau yang di genggam.


Kedua tangannya Shiyo yang memegang pisau bergetar hebat, namun ia tetap bergerak berlahan-lahan mendekat pisau ini ke lehernya. Terus dengan di barengi kedua kelopak mata yang ia pejamkan rapat-rapat, takut.


Menggenggam erat pergelangan tangan Shiyo. Afif berkata,"Lambat".


Melepaskan pegangan tangan nya ,"Aku sudah tidak tertarik dengan kematian mu".


"Kau bisa pergi jika kau mau",cuek Afif berlalu pergi kembali duduk di tempat nya semula.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi Shiyo lekas mengemasi barang-barangnya. Ia juga lekas mengenakan jaket miliknya untuk menutupi piyama yang ia kenakan. Sembaring menenteng sepasang sepatu nya. Shiyo berkata,"Dasar laki-laki gila".


Selepas kepergian Shiyo Afif langsung mendapatkan notifikasi panggilan telfon yang masuk ke dalam ponsel nya.


++++++


Jam sebelas siang. Afif tancap gas mengendarai mobil kembali ke rumah. Ia sudah ada janji dengan ayah nya dan Binzo untuk pergi ke rumah malam di rumah Binzo bersama-sama.


Singkat cerita sampailah Afif dan kedua penumpang nya di kediaman rumah Zalfa. Untuk makan malam menikmati menu masakan Zalfa yang sudah siap di makan.


Entah kenapa di saat ada Binzo di situlah Afif di abaikan ayahnya. Seperti status anak kandung akan kalah dengan cucu pertama dan satu-satunya. Itulah yang Afif rasakan, tapi ia bodoamat.


Di tengah-tengah Binzo sibuk dengan Kiki menonton acara televisi di ruang tamu. Afif yang masih di sibukkan di dapur untuk mencuci kedua tangan yang kotor. Di hampir oleh Zalfa yang membawa setumpuk piring kotor yang akhirnya di letakkan di samping wastafel tempat Afif cuci tangan.


Afif segera menengok ke arah sumber suara tepat sebelum perkataan Zalfa di selesaikan.


Zalfa dari awal memang sudah tau, jika kematian Bryan karena di bunuh bukan karena kecelakaan. Ia tau dari Afif sewaktu pertama kalinya Afif datang mengunjungi nya. Dan setelah bertahun-tahun ternyata Zalfa masih mengingat nya. Hal itu di buktikan dengan pertanyaan yang Zalfa lontarkan untuk Afif.


Afif menggeleng ringan,"Belum kak".


".......",Zalfa hanya terdiam tertunduk.

__ADS_1


"Aku akan secepatnya menemukan pembunuhnya dan membalaskan semua yang telah ia lakukan kepada keluarga ku dan bang Bryan",kata Afif sebelum berlalu pergi meninggalkan dapur.


'Semoga Tuhan selalu melindungi mu Afif',batin Zalfa sedih melihat keluarga ayah dari anaknya begitu hancur di dalam.


Singkat cerita. Sepulang dari rumah Zalfa Afif langsung masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. Agar hari esok ia memiliki cukup energi menjalani aktivitas keseharian nya.


Namun sampai jarum jam menunjukkan jam 1 malam Afif belum juga memejamkan kedua kelopak matanya. Ia masih cukup memiliki kekuatan banyak untuk terus terjaga.


Afif beranjak dari tempat duduknya sembaring membawa headphone dalam genggaman tangan nya. Ia berjalan membuka pintu balkon kamarnya yang tertutup gorden tebal. Di balkon kamar ia duduk di kursi kayu yang tersedia. Sembaring berbicara dengan seseorang di seberang sana yang menerima panggilan telfon dari nya.


*Sialan kau!Bagaimana bisa kepikiran sampai sejauh itu?",umpat nada suara laki-laki di seberang sana melalui panggilan telepon seluler.


*Orang gila pun akan punya pemikiran yang sama dengan ku",kata Afif di seberang sini menatap datar pemandangan langit malam di depannya.


*Uhahahhahhh.......",tawa menggema terbahak-bahak di seberang sana.


*Kau kenapa belum tidur jam segini anjing? Kau masih membayangkan lekuk tubuh wanita itu?Hahah......".


*........".


*Yaelah dingin kali".

__ADS_1


*Besok kumpul di tempat biasa, cepat tidur. Aku tidak mau rencana ku sampai berantakan kerena mu",tegas Afif sebelum memutuskan saluran komunikasi sepihak dari seberang sini.


__ADS_2