My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.118 Perkelahian di Bukit


__ADS_3

Duduk di kursi penumpang mobil samping Jay mengemudi mobil yang sedang melaju kencang di jalanan malam Kota G. Itulah yang tengah Kiki lakukan saat ini.


Menerabas kabut malam akibat dari hujan rintik-rintik yang mengguyur kota G. Walaupun baru beberapa waktu lalu turun akan tetapi hujan ini langsung datang membawa kabut asap. Tidak tebal memang. Akan tetapi, tetap saja membuat suasana menjadi sunyi senyap di sepanjang perjalanan. Karena banyak pengemudi yang lain mengendarai mobil dengan kecepatan sedang takut memicu kecelakaan.


"Ke bukit Jay",kata Kiki yang baru saja mendapatkan notifikasi dari seseorang di seberang sana.


".....",Jay tidak menjawab tapi langsung bertindak menambah kecepatan mobilnya.


Berlari kencang mungkin untuk menghindari tembak dan kejaran para komplotan pria-pria bersenjata. Hingga tibalah dari jauh yang lumayan jauh. Di tikungan jalan yang licin sampai membuat diri hampir masuk jurang. Ia bersembunyi di balik batu besar yang ia temui.


Nafasnya yang tengah-tengah pakaian yang sudah bahasa kuyup sekujur tubuh. Surai rambut yang sudah lepek karena basah. Hujan rintik-rintik gerimis yang masih menemani malam.


Ia adalah Bryan yang tengah bersembunyi di balik batu besar untuk menghindar dari beberapa orang pria yang mengejarnya.


Belum sempat Bryan melihat Juan. Bryan justru ketauan ikut mengutip. Alhasil kelompok yang mengejar Juan pun terpecah menjadi dua kelompok dengan jumlah yang masih cukup banyak.


Separuh kelompok tetap tinggal di tempat, dan separuhnya mengejar Bryan. Sampai di titik inilah Bryan yang berhasil menghindar berhenti sejenak istirahat di balik batu besar ini.

__ADS_1


Di sisi lain. Juan yang masih belum bisa keluar dari tempat persembunyiannya. Menyadari betul keributan di sekelilingnya terjadi karena ulah sahabat nya, Bryan.


Namun apalah dayanya, Juan tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi setelah ia mendengar suara tembakan. Sangat berbahaya jika Juan keluar gegabah dari tempat persembunyiannya.


'Sial Bryan di suruh cari bantuan malah nambah masalah, bagaimana jika dia terluka',pikir Juan mengumpat-umpat kesal di tempat persembunyian nya.


Waspada melihat sekelilingnya beberapa kali. Sampai akhirnya dirinya mantap untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Namun belum juga beberapa langkah. Seseorang yang sudah berdiri di belakang Bryan tiba-tiba menodongkan senjata api di kepala belakang Bryan.


"Sedikit kau bergerak meledak isi kepala mu",ancam pria ini pada Bryan.


Mendapatkan instruksi para anggota pria lain mulai mendekati Bryan. Di saat itulah Bryan langsung melancarkan skil bela dirinya.


Mendengar suara tembakan dari kejauhan sang ketua yang masih ada di dekat persembunyian Juan yang belum di ketahui.


"Susul mereka, jangan sampai buat keributan yang menarik perhatian",suruh pria ini tegas pada beberapa anggota.


Bersamaan dengan itulah Juan mulai mengutip melihat situasi di sekitar nya beberapa kali. Di kala keributan yang di buat oleh Bryan membuat banyak anggota yang mencari dirinya berkurang. Membuat Juan memiliki cela untuk melarikan diri mencari bantuan atau pergi membantu Bryan secepatnya.

__ADS_1


Berteriak kencang berlari menyerang Bryan yang sibuk berkelahi,"DASAR BANG**SAT",bakk....Bryan yang awalnya terdiam mematung karena terkejut malah semakin terkejut dengan keadaan Kiki tiba-tiba yang langsung melayangkan tendang kuat pada pria yang akan menyerang dirinya.


"Kamu tidak papa Bryan?",tanya Kiki melihat khawatir Bryan yang sudah memiliki beberapa bekas luka di wajahnya.


Bryan yang masih syok berkata,"Baik Yah",jawaban justru langsung merubah ekspresi wajah Kiki menjadi sangat datar nan sorot mata tajam menatap dirinya marah.


Belum juga terselesaikan marah Kiki. Jay yang juga ikut langsung menarik kerah pakaian salah seorang pria yang masih sadar,"Di mana putra ku?",tanya bernada tegas marah.


Masih menarik kerah pakaian sampai tubuhnya terangkat bangun,"Cepat katakan?",bentak Jay emosional.


Tubuh yang bergetar ketakutan. Pria yang tidak bisa mengatakan sepatah katapun akhirnya hanya bisa menujuk arah kebenaran Juan berada.


Jay langsung melepaskan pegangan tangan nya. Dengan penuh marah yang masih meluap-luap Jay berjalan pergi ke arah jalan yang di tunjuk pria tadi tanpa berpikir panjang lagi. Tangannya pun mengambil asal beberapa senjata api untuk ia pergunakan membela diri menyelamatkan Juan.


Kiki dan Bryan masih terdiam mematung menatap kepergian Jay. Sampai sesaat kemudian,"Ayah akan menyusul Jay, kamu pergi ke mobil".


"Aku ikut. Juan juga sahabat ku aku datang kesini untuk membantu nya buka untuk meninggalkan nya",tegas Bryan tidak bisa di tentang."Kalau ayah memaksa aku untuk tidak ikut berarti ayah musuh ku, aku siap melawan ayah",sambungnya.

__ADS_1


Kiki masih terdiam melihat Bryan datar,"Bunda mu akan menghabisi ayah mu setelah ini",kata Kiki di barengi mencengkeram ubun-ubun kepala Bryan."Kau boleh ikut dan jangan bertindak gegabah. Biarkan Jay menyelesaikan tugas nya".


Yang hanya di balas anggukan kepala ringan oleh Bryan.


__ADS_2