My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.41 Ikatan yang hancur


__ADS_3

Di malam berikutnya. Di hari yang berbeda menjelang akhir ujian kelulusan kelas setelah melewati beberapa hari pelajaran praktek. Yang sangat melelahkan otak dan fisik. Lagi-lagi Kiki membuat Vlora menyimpan curiga padanya. Di kemarin siang iya juga baru saja mendapatkan kabar jika pamannya Geo entah yang palsu atau yang asli telah berontak membuat kerusuhan di kota lain.


Vlora tidak terlalu memperdulikan keributan itu di kala Kota kekuasaan tetap aman. Namun kenapa ia curiga dengan Kiki. Wajar karena Kiki baru saja masuk ke dalam daftar hitam Vlora sebagai seorang penghianat Kota.


Awalnya Vlora memang sangat tidak percaya, di kala Kiki adalah sahabat terbaik nya setelah Ana. Akan tetapi setelah melihat bukti rekaman video nya, ia menjadi sangat ragu untuk mempercayai Kiki. Dan apakah hal itu akan terjadi?Di mana Vlora harus membunuh Kiki dengan tangannya sendiri demi perdamaian Kota kekuatan nya.


Menepuk bahu Vlora,"Sudah lihat jawaban ujian besok?",tanya Jehan.


"Belum".


"Lelah sekali Yun, padahal tinggal beberapa bulan lagi",Jehan duduk di kursi kosong depan Vlora.


Melihat sekeliling kelasnya yang ramai,"Vernon Kiki kenapa tidak masuk?".


"Mana gue tau",menaikan sedikit bahunya tanpa memalingkan perhatian nya ke layar ponsel nya yang menyalah.

__ADS_1


Aku yang terfokus kembali pada lawan bicara ku,"Jadi kuliah ke luar negeri?".


Berpaling melihat Vlora,"Iya",balasnya,"Gue sudah janji akan menjadi strong woman. Even though in the end I won't be as great as you".Di susul senyum hangatnya.


"Keinginan ku membantu mu keluar dari dunia mu sekarang. Agar saat kita tua bisa bertetangga dan marah-marah bersama di depan rumah, lalu...,"memotong ucapan nya."Cucu-cucu kita akan melerai pertengkaran kita, huhh...pasti sangat lucu sekali momen itu".


Vlora hanya merespon dengan senyuman yang manis, dengan arti lain yang tidak Jehan sadari.


++++++


Entah kenapa suasana hari ini benar-benar sangat damai. Suasana Kota G juga sangat mendukung, dengan cuaca hari yang sangat cerah sekali.


Membuat Vlora semakin engan untuk menambah kecepatan mobilnya. Ia tetap tenang mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.


Walaupun saat ini pikirannya tidak seindah suasana hari ini. Entah kenapa beberapa hari ini dirinya benar-benar sangat kacau. Bukan karena ujian sekolah. Melainkan karena masalah organisasi nya. Yang semakin hari semakin kacau, di kala Geo alis atau palsu terus saja berhasil mendesak anggota Vlora untuk mundur. Ataupun di habisi di tempat membuat nya banyak kehilangan tokoh-tokoh penting.

__ADS_1


Alhasil seperti Vlora benar-benar harus mengambil keputusan nya. Secepatnya tidak ada lagi penundaan, nyawa mereka semua adalah taruhan nya.


++++++


Di dalam kebun rambutan jauh dari perkotaan. Dua orang pemuda tengah di sibukkan beradu tinjuan demi tinjuan saling serang. Salah satu dari mereka sangat banyak menerima tinjuan. Namun ia tetap enggan untuk menyerah dan menyudahi perkelahian.


Sampai akhir pemuda yang paling mendominasi perkelahian. Menahan tendangan kaki nya, yang di susul cepat oleh tendangan kaki miliknya sendiri yang mengarah langsung pada pipi nya. Membuat tubuhnya benar-benar sudah cukup di ambang batas terakhir kekuatan nya.


Menyadari lawannya berhasil ia jatuhkan tidak berdaya lagi. Seseorang pemuda yang masih berdiri ini berjalan berlahan mendekati musuhnya.


Tatapan manik matanya yang dingin juga datar,"Lu tau apa yang paling gue benci Ver?".Kiki pemuda yang berhasil memenangkan perkelahian dengan Vernon yang terkapar di depannya. Penuh luka memar di wajah jauh lebih banyak dari nya. Walaupun pakaian seragam sekolah keduanya sama-sama sangat berantakan.


"Gue benci harus menghabisi nyawa sahabat gue sendiri".


Vernon beranjak duduk, tangannya tergerak mengelus sudut bibir nya yang sedikit sobek. Ia terdiam di sana engan menatap Kiki yang berdiri 3cm di hadapan nya.

__ADS_1


__ADS_2