My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.123 Perkenalan


__ADS_3


Dua belas tahun telah berlalu tanpa terasa kedua bayi laki-laki kembar yang senang bermain mainan kotak-kotak pazel kini sudah tumbuh menjadi dua remaja berusia 17 tahun.


Memiliki kemiripan di wajah tidak membuat keduanya memiliki sifat dan perilaku yang sama. Karena tidak semua yang terlihat sama di luar belum tentu sama di dalam. Sama halnya dengan kedua anak laki-laki kembar ini. Wajah boleh mirip tapi tidak dengan sifat dan perilaku keduanya.


Berjalan terburu-buru keluar Liv,"Aduh lu..",kesal Aftar marah membentak saudara kembar yang keluar Liv mendorong tubuh kasar sampai hampir jatuh.


Di tengah keributan keduanya. Bryan yang tiba-tiba muncul menatap dingin keduanya membuat keduanya yang berdebat langsung terdiam,"Cepat sarapan",kata Bryan bernada dingin masuk ke dalam Liv rumah.


Mengulurkan lidah nya meledek Afif sebelum akhirnya berlari menjauh dari kakak laki-laki sekaligus saudara kembar nya itu.


Next.....


Singkat cerita sehabis sarapan dalam hening karena tetap pada tata krama yang sopan tidak boleh mengobrol saat makan.


Kini Aftar dan Afif tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Keduanya yang sudah tinggal berangkat saja.


Kiki yang baru selesai melipat rapi koran hari yang selesai ia baca,"Kalian berdua di antar bang Bryan ke sekolah. Nanti yang wali murid juga Abang kalian".


"Kenapa tidak ayah?",tanya Aftar yang sudah terfokus melihat Kiki.


"Tidak bisa, ayah ada meeting yang tidak bisa di tinggalkan hari ini".


"Tapi kan biasanya ayah selalu bisa".


"Biasanya ayah tidak sibuk. Ayah minta kalian mengerti sedikit. Lagian yang hadir ayah atau Abang kalian juga sama saja",beranjak dari tempat duduknya."Kalian tunggu bang Bryan di ruang tengah. Ayah berangkat kerja duluan",pamit Kiki berlalu meninggalkan ruang makan.


'Bakal jadi bagaimana nanti? Aku bahkan tidak pernah membicarakan satu katapun dengan bang Bryan. Untuk mengobrol pun tidak pernah apalagi duduk bersama',pikir Aftar muram memikirkan ending nya nanti saat sudah ada di dalam mobil.

__ADS_1


Sesaat kemudian. Bryan yang mengemudikan mobil, Aftar yang duduk di samping Bryan, dan Afif yang duduk di belakang Bryan.


Next...


Bryan mengemudi mobil dengan kecepatan sedang melaju melewati jalanan kota yang tidak terlalu ramai.


Bryan yang masih fokus mengemudi mobil inilah berkata,"Jemput Lily sebentar",kata Bryan.


"Lilly bakal nebeng?",tanya Aftar.


".....".Tidak mendapatkan respon apapun dari Bryan yang fokus mengemudi.


"Rapat keseluruhan nya di aula kan. Aku akan mewakili wali murid orang tua Lilly sekalian",kata Bryan bernada dingin.


Singkat cerita sampailah mobil Bryan di depan rumah keluarga Lilly anak sulung perempuan Vania. Lilly yang sudah siap menunggu di depan rumah langsung berjalan mendekat membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil duduk di samping Afif.


"Udah jalan bang",kata Lilly yang sudah selesai memasang sabuk pengaman kursi duduk nya.


Tepat di hari ini. Afif, Aftar, dan Lilly akan naik kelas tiga. Dan di kenaikan kelas inilah setiap wali siswa siswi wajib menghadiri rapat di aula. Suatu rapat yang akan membahas seputar kegiatan tingkat akhir pembelajaran para siswa siswi.


"Kita duluan ke kelas bang",pamit Aftar kepada Bryan.


"Iya",balas Bryan dingin.


"El jadi ikut turnamen basket?",tanya Lilly pada Aftar.


Bersemangat,"Iya dong. Lu nanti nonton iya ajak adik lu sekalian",kata Aftar.


Mengangkat jari jempolnya,"Siap, semangat iya lu awas aja sampai kalah. Gue bakal langsung pulang iya kali gue tetap nonton. Buat malu aja",

__ADS_1


"Tenang, mas Al tidak akan gagal".


Lilly yang manggut-manggut tampak sangat akrab dengan sepupunya. Iya, emang sangat akrab. Walaupun Afif dan Aftar jauh lebih muda beberapa bulan dari nya. Tapi Lilly tetaplah lebih akrab dengan Aftar.


Berganti terfokus pada Afif yang terlihat sangat tidak memperdulikan apapun,"Kalau lu gimana? Jadi ikut olimpiade silat".


Afif tetap bersikap dingin berlalu begitu saja meninggalkan Lilly dan Aftar. Sebelum menunjukan respon apapun.


Menatap kepergian Afif,"Gue sudah berusaha akrab. iya di hargai dikit napa", ngedumel Lilly putus asa menurunkan perhatian muram.


Aftar yang memahami perasaan Lilly lantas menepuk bahu Lilly,"Abaikan saja, Afif emang gitu.Tapi aslinya Afif orang perhatian ko".


"Gue duluan",pamit Aftar berlalu lebih dulu meninggalkan Lilly.


+


+


+


+


+


+


Gabriel Afif Altrio, atau Afif anak kedua dari tiga bersaudara. Anak kelas 12 SMA Garuda Sayap Emas. Putra kedua Kiki dan Vlora.


El Zhar Aftar Altrio atau El anak ketiga dari tiga bersaudara. Saudara kembar Afif anak bungsu Kiki dan Vlora.

__ADS_1


Kyun so Selilly Lovata atau Lilly anak sulung dari dua bersaudara. Anak kelas 12 SMA Garuda Sayap Emas. Putri Gaza dan Vania.


__ADS_2