My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.101 Terpisah


__ADS_3

Sudah terfokus sejak tadi memperhatikan raut wajah polos yang sedang tertidur pulas di samping nya,"Good morning honey",sapa Kiki pada Vlora yang baru saja membuka kelopak matanya.


Menarik selimutnya agar menutup perhatian dari Kiki. Vlora yang baru menyadari dirinya tidak mengenakan sehelai pakaian sedikit. Langsung membuka selimut nya kembali.


Menatap tajam Kiki,"Anjing lu".


"What?".


"Tai anjing",umpat ku beranjak bangun menarik selimut yang kenakan bersama Kiki.


Langsung mengambil bantal untuk menutupi dirinya,"Monyet! Selimutnya jangan di pakai sendiri".


Beranjak turun dari tempat tidur, untuk memungut satu persatu pakaian nya yang berserakan di lantai. Namun baru saja menurunkan satu kaki, rasa sakit luar biasa terasa di bawah sana. Namun Vlora abaikan dan tetap memaksa untuk segera beranjak turun dari tempat tidur.


Mulai memungut pakaian nya,"Tai! Anjing! Tol**ol! Baji***ngan lu!",aku ngedumel terus mengumpat pada Kiki.


Melihat kepergian Vlora,"Mau kemana monyet?".


"Mandi tol***ol",ketus ku berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Kiki. Yang masih terduduk di atas tempat tidur.


Geleng-geleng kepala bukan main,"Beneran Yuna itu".


Sesaat kemudian. Vlora sudah selesai mandi keluar kamar mandi menghampiri Kiki yang ternyata telah selesai berkemas-kemas semua barang-barang. Terutama juga dengan beberapa barang-barang milik Fazlur rekannya.

__ADS_1


"Mau kemana?".


"Pergi".


"Kapalnya kan belum sampai di daratan".


"Tugas ku sudah selesai jadi sudah waktunya aku kembali".


"Kau akan berenang?".


"Kami akan di jemput sebentar lagi",Kiki beranjak melihat ke arah lawan bicara."Makan Yun, aku sudah pesan makanan kesukaan mu",ajak Kiki untuk memakan makanan yang memang sudah di agar ke kabin kamar mereka."Beruntung sekali ada makanan kesukaan mu di sini".


Vlora mengiyakan saja ajak Kiki untuk makan bersama di kabin kamar ini.


Beberapa jam telah berlalu. Sayup-sayup Vlora buka kelopak matanya untuk melihat sekeliling yang masih kabur.'Sial aku ketidur',pikir nya.


Vlora beranjak bangun untuk duduk setelah menyisihkan selimut yang menutupi hampir sebagian tubuh nya. Di saat itulah Vlora baru merasakan rasa pening luar biasa di kepala nya.


Fazlur yang menyadari atau memang sudah mengetahui apa yang saat ini di rasakan Vlora setelah meminum minuman yang telah Kiki campur dengan obat tidur.


"Istirahat saja obat tidur yang kau minum masih ada efek samping nya",kata Fazlur terfokus pada layar laptop nya.


'Obat tidur',pikir ku."Obat tidur apa?".Tanya ku pada Fazlur.

__ADS_1


"Entahlah mana aku tau Kiki mencampurkan nya di minum apa",kata Fazlur menutup layar laptop nya dan berpaling melihat ke arah Vlora."Lebih baik kau istirahat saja sebentar lagi mungkin akan segera sampai".


"Maksud mu?Coba jelaskan dengan benar apa yang terjadi",minta ku tegas. Di kala aku tidak memahami apapun saat ini. Aku bahkan baru menyadari jika saat ini aku sudah tidak ada lagi di kabin kapal.


Menghela nafas sejenak sebelum akhirnya Fazlur menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan singkat dan jelas.


"Kiki masih di sana sendirian?!",ujar ku sedikit membulat manik mata ku.


"Iya",sahut nada bicara seorang laki-laki."Kiki masih harus membereskan kekacauan yang telah ia lakukan kemarin malam",kata Jay seorang laki-laki itu.


"Kemudikan kapalnya",


"Hemm", Fazlur beranjak dari tempat duduk berlalu pergi ke ruang pengemudi yang berbeda ruangan.


"Kiki akan tertangkap jika ia terus ada di sana".


"Memang itu kemauan nya. Lebih baik dia yang tertangkap sendirian dari pada dia harus melihat mu yang tertangkap".


"Kemarin Fazlur memang berhasil membereskan kekacauan nya. Akan tetapi ada satu penjaga yang berhasil lolos. Maka dari itu Kiki mengambil keputusan ini agar kau tidak sampai ikut terlibat masalah lagi".


Kejelasan yang di sampaikan Jay membuat Vlora hanya bisa terdiam membisu tanpa bisa berkata apapun. Dalam dirinya ia selalu menyalahkan dirinya sendiri yang pecundang ceroboh bodoh, atas semua yang telah terjadi dengan orang-orang terdekat nya. Tidak terkecuali dengan kejadian yang akan menimpa Kiki.


'Kiki akan bernasib sama seperti teman-teman mu bodoh',pikir nya kesal dan marah pada diri sendiri.

__ADS_1


"Tidak perlu menyalakan diri mu. Kau adalah ketua Mafia. setelah kita sampai di daratan apapun bisa kau lakukan. Apalagi saat kau sudah bertemu dengan anak buah mu",Jay menyakinkan Vlora agar kembali bangkit. Karena di lihat dari sudut pandang nya Vlora sudah cukup berulang-ulang kali berada di posisi yang sama seperti nya. Di mana orang terdekat nya selalu mengorbankan diri untuk melindungi nya. Padahal yang di lakukan justru akan membuat diri mereka sendiri terluka.


Jay tau karena Jay sedikit mengetahui tentang silsilah keluarga Vlora yang sebenarnya.


__ADS_2