
Tanpa terasa tiga Minggu telah berlalu. Hingga tibalah Minggu berikutnya di siang hari bolong. Bryan yang baru saja menyelesaikan mata kuliahnya duduk seorang diri di kursi taman kampus. Sampai akhir seseorang laki-laki menghampiri dirinya. Duduk agak jauh di sampingnya.
"Sial! membosankan sekali hidup kita. Sudah susah-susah mencuri data kriminal dengan hati-hati masih saja ketauan bokap nyokap",kata Juan.
"Hmm....".
"Apa yang harus di lakukan agar tidak bosan?",tanya Juan entah kepada siapa. Karena Bryan seperti ini tidak terlalu memperdulikan kehadiran nya.
Setelah sekian lama hening. Bryan tiba-tiba memukul paha Juan membuat melonjak kaget,"Ju!",ujarnya.
"Aduh anjing",umpat nya marah mengelus pahanya.
"Kita tanya Zalfa dan Diva saja kehidupan orang normal",ucap Bryan yang langsung mendapatkan dorongan kepala kasar dari Juan,"To**lol lu",umpat Juan.
"Emang selama ini kita tidak normal apa? Sampai harus tanya bagaimana harus hidup normal",omel Juan tidak habis pikir dengan jalan pikir sahabat nya ini.
"Hmmm.....orang tua kita kan emang tidak normal",kata Bryan."Ayah lu sama seperti ayah gue. Nyokap lu sama seperti Nyokap gue. Dua ayah mantan pembunuh bayaran dan dua bunda seorang putri mafia".
Mengacak-acak surai rambut kepala frustasi,"aaahh....kesal kali gue".
"Makanya kita berdua tuh tidak normal",timpal Bryan sekali lagi.
"Iya sudahlah telfon Zalfa minta mereka berdua ngajak kita jalan-jalan kemana gitu, sekiranya yang biasa anak muda lakukan".
"Lu saja yang telfon jangan gue".
__ADS_1
"Lu takut?".
"Bukan takut, tapi bicara dengan perempuan sangatlah merepotkan".
"......", menyungging ekspresi wajah datar sembaring merogoh kantong celana untuk mengambil handphone miliknya.
Next.....
"Waduh-waduh langsung glowing warnanya",semprot Juan yang melihat sahabat pencinta hitam nya berganti warna pakaian yang lumayan menyilaukan mata, awokawok.....
"Bac**ot anjing",umpat Bryan menatap datar Juan."Di mana mereka berdua?",lanjut berganti bertanya.
Mengedipkan bahu, sebagai balasan tidak mengetahui apapun.
"Be**go!! Bodoh kali lu, nanti kalau kita di ajak ke tempat-tempat perempuan nongkrong gimana....Lu mau main boneka Barbie, main masak-masak, Ihh...menakut sekali",Bryan gedek geli membayangkan.
Menepuk keningnya pelan,"Iiyalah, aduh gimana Bry?".
"Mana gue tau, gue mau pulang sekarang",Baru juga berbalik badan Bryan langsung di kejutkan dengan kehadiran Zalfa dan Diva.
Entah sejak kapan Zalfa dan Diva sudah berdiri di belakang keduanya. Yang jelas dapat di pastikan sepertinya Zalfa dan Diva mendengar apapun yang telah keduanya katakan.
"Yokk!! Main",ajak bersemangat Diva langsung menarik paksa pergelangan tangan Bryan dan menarik kerah pakaian belakang Juan untuk ikut bersamanya.
__ADS_1
Di posisi pasrah sembaring masih tetap melihat Zalfa yang enggan untuk ikut campur.
Singkat cerita setelah membeli tiket untuk masuk ke dalam wahana permainan. Diva dan Zalfa langsung mengajak kedua pria ini naik lima wahana mengerikan dalam waktu 1 jam tanpa istirahat.
Seperti sekarang saat keempat sekawan sudah siap duduk di kursi wahana roller coaster. Bryan yang duduk bersama Zalfa dan Diva yang duduk bersama Juan.
"Uhh tidak sabar....sudah siap Zal?",ujar Diva bersemangat riya.
Mengangkat kedua tangan tidak sabar,"Iya, sangat tidak sabar. Yang ini adalah yang paling seruuu",bahagia Zalfa dan Diva di atas penderitaan Bryan dan Juan yang sudah terlihat sangat pucat sebelum wahana ini mulai berjalan.
Salah seorang petugas sudah bertanya akan keadaan mereka berdua. Namun keduanya justru berkata dalam keadaan baik-baik. Setelah sudah naik wahana menantang lima kali dan yang ini yang ke enam tanpa istirahat.
Alhasil,'Aku benar-benar lelah, perempuan makhluk paling gila',pikir Bryan tidak habis pikir duduk memasang ekspresi wajah muram masam pucat.
'Perempuan adalah wujud sebenarnya iblis paling menakut',pikir Juan yang sangat-sangat tidak habis pikir dengan energi banyak kedua perempuan yang saat ini bersamanya.
Kereta ini mulai melaju dengan kecepatan sedang naik ke rel yang lebih tinggi sebelum akhirnya melesat turun dengan kecepatan tinggi selama beberapa menit sebelum akhirnya kembali ke tempat semula. Di saat sudah berhenti dengan baik. Para pengunjung yang naik pun di persilahkan untuk turun.
"Gue masih ingin naik lagi",ucap Diva membuat kedua laki-laki menengok kaget.
"Kalian berdua lanjut saja, gue mau cari makan",Juan yang secepat buru-buru pergi meninggalkan ke tiga sahabat.
"A...lu...tunggu",Bryan yang tidak memiliki alasan apapun memilih untuk buru-buru menyusul kedua sahabat perempuan nya menyusul Juan.
Melihat kepergian kedua sahabatnya,"Aneh mereka berdua?! Mereka berdua yang traktir kita sampai belikan kita tiket masuk taman bermain ini yang harganya tidak murah malah tidak di manfaatkan dengan baik",kata Diva heran.
__ADS_1
"Tau heran gue juga",timpal Zalfa.