My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.132 Pertengkaran


__ADS_3

"Aftar buka pintunya, buka Aftar",minta Afif sedikit membentak di depan pintu kamar Aftar yang terkunci dari dalam.


"Aku tidak akan memaksa mu untuk berhenti main basket lagi. Aku mohon buka pintunya kamu harus makan Aftar",Afif yang masih berusaha untuk membujuk Aftar yang sangat marah dengan nya."Aku minta maaf, aku hanya khawatir".


Sebelum perdebatan di waktu ini. Aftar sempat hampir pingsan setelah mimisan banyak sekali sepulang sekolah. Saat itu, Afif yang mendengar langsung memaksa Aftar untuk berhenti bermain basket. Namun Aftar justru marah-marah pada Afif.


Bagiamana bisa seorang kakak yang tidak pernah memperdulikan dirinya tiba-tiba perhatian dan menyuruhku berhenti dari rutinitas yang selama ini menyelamatkannya dari kematian',pikir Aftar tidak habis pikir sampai menyebabkan perdebatan besar antar keduanya.


Hingga akhir Aftar memutuskan untuk pergi meninggalkan Afif dan mengurung dirinya sendiri di dalam kamar.


"Tinggalkan aku sendiri",ucap Aftar di dalam kamar.


Bi Ningsih yang datang membawakan nampan makanan untuk Aftar,"Permisi",sapa nya pada Afif.


"Mas Aftar buka pintunya bibi buatkan makanan kesukaan mas Aftar. Katanya tadi pagi mau di buatkan masak kesukaan mas Aftar, malah sekarang tidak mau di makan".

__ADS_1


"Jangan sampai sakit lagi mas Aftar, nanti masakan bibi tidak ada yang makan kalau tidak ada mas Aftar",bujuk rayu Bi Ningsih agar Aftar mau membukakan pintu dan makan malam.


"Letakkan saja di depan pintu, nanti aku ambil",kata Aftar.


Bi Ningsih pun mengalah dan meletakkan nampan makanan di depan pintu kamar Aftar sebelum akhirnya berlalu pergi meninggalkan Afif yang masih tetap berdiam diri di depan pintu kamar adiknya.


"Jangan lupa minum obat",pesan Afif sebelum akhirnya memilih pergi meninggalkan depan kamar Aftar pergi masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Tanpa Afif sadari. Ternyata Aftar tengah terduduk sejak awal bersandar di pintu kamar nya. Tertekuk menahan sakit juga berusaha untuk tetap mendongak keatas untuk menghentikan darah mimisan yang keluar terus-menerus dari dalam hidup.


Setelah sekian lama bertarung dengan rasa sakit Aftar akhirnya tidak sadarkan diri. Masih dengan tanpa seorangpun mengetahui nya.


+++++


Sejak kegagalannya menyergap kediaman rumah Zion yang ternyata sudah keduluan di sadari oleh Zion. Di saat Bryan sampai rumah itu sudah dalam ke adaan kosong, maka Bryan lagi-lagi kembali pulang dengan tangan kosong. Membuat ia semakin frustasi, sangat-sangat frustasi. Apalagi saat ia ingat tentang penyakit yang di idap adik nya.

__ADS_1


Beban kerja mengantikan ayahnya, beban untuk berusaha menyelamatkan ayah, dan beban mencari pengobatan terbaik untuk Aftar.


"Sudah Bry, kau bisa sakit jika terus minum",larang Juan mendampingi Bryan yang kesadaran nya sudah di kendalikan oleh minum.


Setelah sekian lama melarang dan tidak di gubris oleh Bryan yang terus saja minum bahkan langsung dari botol nya. Juan yang terlanjur sangat kesal juga marah pada Bryan yang sama sekali seperti bukan Bryan yang ia kenal.


Juan langsung menghentikan paksa Bryan, dan memaksa Bryan untuk ikut bersamanya. Ia bahkan sampai menyuruh lima bodyguard untuk membantu nya membawa Bryan paksa dari club malam ini.


Akan tetapi karena keributan kecil di luar Club yang sepertinya sengaja di buat-buat oleh Bryan. Membuat Juan lengah, sehingga ia baru menyadari saat keributan mereda jika Bryan sudah tidak ada lagi di dekatnya.


"DI MANA BRYAN?",Marah Juan membentak pada kelima bodyguard berbadan besar-besar kekar ini."CEPAT CARI DIA? Jangan harap kalian bisa hidup jika kalian pulang tanpa Bryan",ancam Juan bernada berat marah.


Kelimanya memberikan hormat sekilas sebelum akhirnya membubarkan diri sendiri-sendiri untuk secepatnya pergi untuk mencari Bryan yang entah hilang ke mana.


Memijat keningnya yang tidak terasa pening,"Dasar bang**sat. Bagaimana aku bisa tertipu dengan manipulasi Bryan? Bang**sat itu bahkan lebih cerdas saat mabuk",pikir Juan kesal dengan dirinya sendiri. Sesaat setelah ia baru menyadari keributan dengan salah satu pengunjung pria di bar tadi karena emang di buat-buat oleh Bryan. Untuk membuat dirinya lengah.

__ADS_1


Tidak tinggal diam beristirahat du rumah. Juan pun tetap ikut turun tangan langsung mencari keberadaan Bryan. Walaupun ia sudah menyuruh lima orang bodyguard utusannya.


__ADS_2