My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.21 Obrolan pendek kami


__ADS_3

Malam yang panjang penuh lika liku cerita drama kehidupan. Kami habiskan hanya berdua. Bermalam bersama dengan Kiki di taman jauh dari keramaian Kota. Duduk tenang berdua di kursi panjang tralis besi yang mengarah langsung ke daerah Kota G. Alhasil kedua dapat melihat indahnya lampu tengah malam yang menerangi Kota G.


Kebetulan cuaca hari ini sangat cerah. Membuat kami berdua enggan untuk beranjak pergi menyudahi pertemuan hari ini.


"Andai dulu aku tidak terlahir di keluarga kriminal. Mungkin kita bisa bersama, jadi sahabat akrab tanpa ada tuntunan untuk membunuh satu sama lain".Aku tanpa memalingkan perhatian ku dari indahnya pemandangan malam Kota G.


Kiki menyungging senyum tipis yang tidak terlihat indah,"Kamu takut?".


Memalingkan perhatian melihat Kiki,"Apa itu takut?".Aku bertanya balik kepada Kiki.


Keduanya saling bertukar tatapan. Sama-sama saling memperhatikan dalam, diri satu sama lain.


"Seseorang di depan mu sudah terbiasa hidup di dunia kegelapan. Kata takut tidak pernah ada dalam kamus ku, hanya...".Menjedah kalimat nya kembali berpaling melihat pemandangan malam Kota G,"...hanya saja aku lelah jika harus melihat seseorang terdekat ku harus pergi meninggalkan ku lagi".


Hening cukup lama di antara kami, aku hancurkan dengan berkata,"Jika itu sudah menjadi keputusan mu. Aku akan melakukan nya".


"Iya".


"Kenapa sekarang jadi kau yang tidak bersemangat?Kau sudah berubah pikiran karena takut mati di tangan ku?".

__ADS_1


"Bukan kematian yang aku takutkan, tapi diri mu yang aku takutkan".Kiki yang masih terfokus melihat Vlora.


Masih di posisi yang sama,"Aku takut seseorang kuat di depan ku tiba-tiba menujuk sisi kehancuran sebenarnya dalam dirinya".


Mendengar ucapan itu,"Ahhahahah....",aku tertawa dengan satu tangan kanan yang menutup mulut ku.


Sayangnya Kiki benar-benar serius dengan ucapan nya. Ia tetap terdiam terfokus menatap ku,"Aku ingin melihat kesedihan itu".


"Maaf Ki, aku tidak mau menangis lagi. Sudah cukup aku membuang sia-sia air mata ku menangisi pahitnya kehidupan ku".


"Aku akan tetap menjadi diri ku yang dulu. Tidak akan ku biarkan satupun dari mereka mengetahui kehancuran ku".


Manik mata Vlora semakin membulat sempurna melihat senyuman tulus itu. Hangat sekali sama seperti mereka yang telah pergi meninggalkan nya. Akankah benar jika Vlora harus melenyapkan Kiki suatu saat nanti. Akankah Vlora bisa, jika hari itu telah tiba?


"Vlora memang perempuan yang kuat iya".Ucap Kiki,"Uhh.....jika aku memiliki anak perempuan suatu saat nanti, aku sangat ingin anak ku menjadi perempuan tangguh seperti mu".


Tersipu kagum dengan ucapan Kiki. Aku yang tidak mau terlalu terbawa suasana menepis tangan Kiki,"Singkirkan".


"Sorry, sorry, Hahahh.....".

__ADS_1


+++++


Di lain sisi ZCBlack sudah mulai bergerak mencari celah untuk menyusup ke dalam Kota G. Tanpa para anggota King88 ketahui.


Di atap balkon rumah markas King88 berkumpul. Daniel tengah berdiri seorang diri di sana memperhatikan langit malam yang jauh lebih indah dari biasanya. Sampai seseorang datang membuyarkan lamunan nya.


"Kau sedang memikirkan situasi mu saat ini".Raka yang baru saja ikut bergabung berdiri sejajar tidak terlalu jauh dari Daniel berdiri.


Tidak mendapatkan respon dari Daniel,"Adik mu sudah....".


"Bukan tentang memang dia berhak memilih keputusan nya sendiri,"Sudah terfokus pada lawan bicara,"Tapi yang dia lakukan dapat merenggut nyawanya. Karena yang dia pilih akan membuat Nona Vlora mengambil keputusan untuk membunuhnya suatu saat nanti".Nada bicara yang berangsur-angsur merendah.


"Mereka yang sudah masuk dunia gelap tidak bisa hidup normal lagi. Sama seperti saat ini".


Terfokus melihat hal lain,"Aku tau apa yang saat ini kau rasakan. Aku sudah merasakannya sendiri bagaimana berada di posisi mu".


"Melepaskan kepergian seorang adik tidak semudah itu".Kata Raka tertunduk lesung menurunkan perhatian nya."Apalagi saat kita tau atas kemauan dia sendiri dia masuk ke dalam dunia kita".


Daniel tersenyum tipis manis,"Lebih baik kita periksa keamanan Kota. Kita adalah iblis dan iblis tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi".Ia berlalu pergi lebih dulu meninggalkan atas rumah ini.

__ADS_1


__ADS_2