My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.78 Terselamatkan


__ADS_3

Kiki telah masuk ke dalam pekarangan rumah ini untuk mencari cela menyusup masuk ke dalam. Walaupun hampir seluruh jendela rumah ini tertutup sangat rapat dari dalam.


"Sial!mereka benar-benar sangat berhati-hati",umpat jengkel Kiki memutar otak untuk mencari cara masuk ke dalam rumah.


"Itu artinya Kiki saat ini tengah mencari Vlora, kurang lebih dia sudah mengetahui keberadaan Vlora dan Vania",kata Raka kepada mereka bertiga.


Ketiganya terdiam sibuk dengan isi kepalanya masing-masing.


"Jika itu benar, kemana Kiki akan pergi menemui mereka berdua?",ucap Ifan sedetik sebelum nada sambung panggilan telfon masuk ke dalam ponsel nya.


Bagg.....Kiki meloncat masuk dari ventilasi jendela kaca atas rumah ini yang di biarkan terbuka. Langkah pertamanya seperti cukup sangat menyiksa kaki yang cidera.


Terfokus melihat jepit rambut yang Vania kenakan,"Pinjem jepit rambut nya",minta ku kepada Vania.


Vania langsung melepaskan jepit rambut nya dan memberikan nya pada Vlora.


Vlora yang sudah menerima jepit rambut itu, segera ia pergunakan untuk merusak kunci gembok rantai yang mengikat kaki kanan nya. Kurang lebih untuk melepaskan rantai pemberat yang membatasi pergerakan nya.


Vania yang masih memperhatikan dalam melihat jelas luka-luka memar pada tubuh Vlora yang terlihat sangat jelas sekali ia lihat. Membuat Vania kembali merenung rasa bersalah nya.


Sementara itu tanpa ia sadari Vlora yang telah berhasil lepas,"Kenapa?".


Vania hanya membalas dengan gelengan kepala ringan.


"Aku baik-baik saja, kemarin aku hanya mendapatkan luka pukulan kecil",kata ku menyakinkan Vania.


"Hemm.....",Vania yang berusaha untuk tersenyum kepada Vlora.

__ADS_1


"Sekarang kamu panggil mereka, bilang jika aku akan membutuhkan bantuan mereka",kata ku menatap lurus sepasang manik mata ini."Kamu berani kan?".


Vania mengangguk ringan,"Iya, tidak ada yang perlu di takutkan karena Vania punya kak Hyuna".


Vlora mengelus surai rambut kepala Vania sebelum di susul ia beranjak dari tempat nya duduk.


Tubuh nya yang masih sangat lemah, akhirnya di bantu oleh Vania untuk berdiri dengan baik. Di rasa sudah cukup kuat, Vlora menyuruh Vania untuk segera memanggil mereka. Sementara dirinya bersembunyi di sudut lain kegelapan penjara ini.


"Tolong!!! Tolong!!! Hoyy!!!Tolong!!!Kak Hyuna, kak Hyuna butuh bantuan, tolong saya mohon tolong kak Hyuna, saya mohon!!".


Rintihan teriakan Vania membuat satu orang penjaga di luar pintu itu akhirnya membukakan pintu untuk Vania dan Vlora. Ia berjalan mendekati jeruji besi yang mengurung Vania dan Vlora.


"Kenapa?Apa dia sudah mati?",nada bicara dingin pria ini pada Vania.


"Iya, sakit kak Hyuna semakin parah saya mohon tolong".


Di saat pria ini sudah dekat dengan kegelapan. Seseorang tiba-tiba muncul di belakang dan....


Klekk....Kiki mencengkeram kuat leher pria yang berdiri membelakangi nya. Untuk memutar kepala ini 180° menghadap dirinya. Membuat tubuh pria ini langsung tumbang di depan nya dalam keadaan sudah tidak bernafas lagi.


Siapapun yang Kiki temui berdiri menghalangi jalannya akan langsung Kiki lenyap agar tidak ada sedikit pun hambatan untuk nya menemukan Vlora dan Vania.


Tidak terkecuali dengan pria misterius yang berpakaian batik rapi yang hendak melumpuhkan dirinya nya berhasil Kiki lenyap kan di tempat nya. Walaupun dari kekacauan itu tidak mengundang para penjaga lain untuk datang menolong nya. Cih.... seperti racun pizza tadi berkerja dengan sangat baik.


Tidak perduli dengan tubuhnya yang berlumuran darah musuh nya. Kiki tetap melanjutkan perjalanan nya untuk menyusuri setiap ruangan rumah ini untuk mencari keberadaan Vlora dan Vania. Walaupun semakin lama langkah kakinya semakin melemah karena luka cidera dan pening di kepala nya semakin menyerang dirinya.


"Sial",Kiki yang pada akhirnya tersungkur tertekuk lutut di lorong rumah ini. Dinding kekuatan nya telah habis.

__ADS_1


"Kiki",


"Bang Kiki",


Dua suara yang memanggil namanya membuat Kiki sedikit memiliki kekuatan untuk kembali menengok melihat ke arah sumber suara itu datang.


Di sana terdapat Vlora yang di papah oleh Vania, kedua yang tengah berjalan berlahan-lahan mendekat ke arah nya. Begitu juga dengan Kiki yang berusaha untuk kembali bangkit berdiri kembali.


Sudah dekat dengan Kiki berdiri Vania langsung tergerak memeluk erat kakak laki-laki nya itu.


Sementara Vlora yang membiarkan Vania untuk menemui Kakak nya, saat ini tengah berpegangan pada dinding rumah ini untuk menyangga keseimbangan tubuh nya.


"Bang Kiki kemana saja?Ayah sakit bang. Ayah sangat merindukan kehadiran bang Kiki",ucap Vania berlinang air mata bahagia.


Mengusap air mata yang mengalir deras itu,"Sudah cukup dik, Abang akan sudah kembali".


"Ehmm....".


"Ayah sakit apa?Dan ibu....pasti sehat-sehat saja".


Pertanyaan yang membuat Vania kembali menitihkan air matanya.


Brakk......Suara pintu depan rumah yang di dobrak paksa. Membuat ketiga nya berpaling melihat ke sana bersamaan.


Raka, Kenan, Daniel, Ifan juga Geo sudah berdiri di sana datang untuk menolong mereka bertiga.


Raka segera mendekati Vlora untuk membantu. Begitu juga Daniel dan Ifan yang langsung memberikan bantuan kedua adiknya yang terluka. Mereka bertiga langsung di bawa ke rumah sakit oleh Kenan dan Ifan. Sementara Daniel, Raka, dan Geo tetap tinggal di tempat untuk membereskan kekacauan di rumah ini.

__ADS_1


+++++


__ADS_2