
Pemakaman Bryan di lakukan secara tertutup, privat. Hanya anggota keluarga inti saja yang menghadiri pemakaman di kala suasana genting masih sangat berbahaya jika banyak orang yang mengetahui tentang kabar kematian Bryan.
Sejak di beritahu oleh Afif keadaan Aftar sudah tidak dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi ia memaksakan untuk tetap turun menghadiri pemakaman Bryan.
Afif yang menyadari betapa keras kepalanya adiknya memilih untuk terdiam sembaring terus mendampingi jika pun terjadi sesuatu ia sudah siap berjaga-jaga sebagai tameng tubuh Aftar yang sudah oleh beberapa kali teryuhat.
"Ini pasti bukan bang Bryan",Aftar meracau."Tidak mungkin bang Bryan seperti ini. Bang Bryan tidak punya penyakit apapun. Ini bukan bang Bryan..".
Melihat Afif dengan harapan Afif akan memperjelas keyakinan dalam dirinya bahwa apa yang saat ini ia lihat hanyalah halusinasi efek dari obat-obatan yang sering ia minum selama beberapa hari ini.
Akan tetapi diamnya Afif membuat Aftar semakin terpukul. Afif menyadari nya, tapi ia tidak tau harus menjelaskan apa lagi. Ia tidak mau Aftar sampai drop karena kondisi semakin rentan.
Setelah terus meracau. Melihat diamnya Aftar membuat Afif mengubah posisi duduk Aftar menghadap dirinya dengan khawatir."Bang sakit",lirih Aftar sebelum akhirnya pingsan di dalam pelukan Afif sembaring menekan dadanya sesak.
"Siapkan mobil, bantu aku bawa Aftar ke Rumah Sakit segeraaa....",Afif sedikit bernada membentak.
__ADS_1
Afif terfokus melihat suami Vania,"Sudah cepat pergi biar mas yang mengurus pemakaman Bryan",kata Gaza.
+++++
Semenjak kejadian itu. Kondisi kesehatan Aftar semakin memburuk. Ia masih di nyatakan koma sampai pada hari. Berbaring tidak sadarkan diri dengan bantuan banyaknya alat-alat medis di tubuhnya.
"Aftar",panggil Afif yang duduk seorang diri di kursi kecil sampai ranjang pesakitan tempat Aftar koma. Menggenggam tangan kurus menguning di depan dengan kedua tangan,"Cepat bangun Af. Rumah sangat sepi tanpa lu. Rumah sebesar itu sangat tidak enak di tempat seorang diri Af. Cepat bangun, lu masih marah karena gue sering cuekin lu?".
"Gue janji tidak ada cuek lagi kalau lu mau bangun",Afif masih dengan harapan besar Aftar akan segera membukakan kelopak mata untuk dirinya."Gue mohon Af".
Sayangnya setelah di tunggu-di tunggu cukup lama Aftar telah belum siuman dari komanya. Aftar masih terlalu setia tertidur tidak sadarkan diri.
Namun debat argumen itu di menangkan oleh Gaza. Afif akhirnya mau pulang di antar oleh supir rumah pribadi sendiri. Agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak mengenakan di jalan.
Dan di sinilah Afif sekarang. Duduk seorang diri di ayunan kursi tralis besi depan kolam renang rumahnya. Melamun sembaring mengotak atik layar handphone menyalah di depan.
__ADS_1
Untuk melihat putaran rekaman video yang telah Bryan persiapan untuk menyampaikan beberapa pesan yang tidak dapat ia sampai secara langsung dengan Afif.
Dari mulai video yang menceritakan tentang apapun yang telah terjadi dengan Kiki. Sampai tentang keadaan Aftar. Juga pesan untuk Afif. Agar selalu tidak terlambat makan. Supaya Aftar tidak terlalu cemas mengkhawatirkan keadaan kesehatan Afif. Juga pesan baik Afif ataupun Aftar harus akur.
Dan di rekaman video terakhir Bryan. Yang berdurasi beberapa menit. Bryan berpesan meminta tolong kepada Afif sendiri untuk menjaga seseorang.
Perkataan dalam rekaman video Bryan.
"Ada sesuatu yang perlu kamu ketahui. Dan Abang memohon kepada Afif setelah mengetahui ini kamu mau menjaganya".
"Abang akan segera memiliki seorang anak. Sekitar di tanggal bulan Januari mungkin Zalfa akan segera melahirkan. Abang meminta tolong jaga dan lindungi anak Abang. Pastikan ia dan Zalfa ibunya baik-baik saja".
Hening sesaat di dalam rekaman video Bryan terdiam melamun.
"Sampai ke Zalfa peminta maaf Abang yang tidak bisa menemani waktu persalinan",ucapan terakhir sebelum durasi rekaman video selesai.
__ADS_1
Di dalam handphone ini juga sudah berisi kan beberapa foto seseorang perempuan yang tengah di sibukkan menyiram tanaman dengan gambar yang memperlihatkan keadaan perut yang sudah terlihat membuncit. Dan dari beberapa foto yang Bryan ambil. Bryan telah mengedit satu foto, ia menulis alamat kediaman rumah Zalfa di sana. Agar Afif bisa secepatnya menemukan Zalfa.
"Aku berjanji bang, semoga aku kuat memalui nya",kata Afif.