
Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Jasad seorang pemuda yang berhasil di bunuh secepatnya di seret paksa di bawah pergi dari daerah ini.
Jauh dari pusat kota, di tebing jurang yang langsung mengarah ke lautan lepas. Kaki pemuda ini di ikatkan ke rantai yang sudah terlilit di batu karang besar.
Untuk memastikan pemuda ini benar-benar mati. Salah seorang pria kembali ia tancapkan sebilah pisau sangat dalam di tekan ke jantung pemuda ini. Sebelum akhirnya jasad pemuda yang sudah tidak bernyawa ini di lemparkan ringan ke bawah sana bersama dengan batu pemberat jasad nya.
Hujan semakin deras. Badai hujan di malam ini sangat tidak bersahabat membuat lautan juga ikut tidak bersahabat tentunya. Para komplotan pria-pria ini berjalan menjauh dari sana. Kembali masuk ke dalam mobil tancap gas meninggalkan tempat ini.
Tanpa mereka sadari. Ada seseorang di bawah sana, tengah berdiri di pinggir batu karang dekat sekali dengan ombak air laut yang tidak bersahabat.
Seakan-akan sudah mengetahui akan ada seseorang yang jatuh. Tepat setelah melihat seseorang pemuda itu telah jatuh. Sesosok orang ini lekas melompat ke dalam air menyusul seseorang itu. Ia hanya meninggalkan sepasang sandal jepit di atas katang tempat nya berpijak.
Brummm....Brummm.......Memacu motor dengan kecepatan tinggi di tengah derasnya badai hujan malam. Tanpa perduli dengan resiko kecelakaan, pemuda ini justru semakin menambah kecepatan motor nya. Untung ia memakai mantel juga helm perlengkapan keamanan berkendara.
__ADS_1
Suttt.....Brakk..... Motor nya terpeleset meluncur cepat di atas aspal. Sebelum akhirnya terhenti membentur pembatas jalan kuat.
Tubuh pemuda ini tertindih oleh body motor nya yang besar. Ia tergeletak tidak bisa bergerak di sana. Setengah sadar perhatiannya masih bisa dapat melihat langit-langit di atasnya yang masih tertutup awan gelap.
Ia juga masih sadar saat sekelompok warga moleh membantu nya. Mengangkat tubuhnya menepi berteduh di bawah warung tepi jalan. Ia masih sadar betul tubuhnya di rebahkan di kursi panjang warung ini. Seseorang warga membantu melepaskan mantel pemuda ini yang sudah koyak, juga helm nya agar bisa bernafas dengan lega.
Seseorang menyodorkan gelas air putih, dan seseorang lainnya membantu pemuda ini untuk duduk meminum air itu sedikit.
Menahan rasa sakit,"Terima kasih bantuan Pak, Bu, saya lanjutkan perjalanan dulu".
"Jangan dulu masih hujan bahaya, mantel yang mas gunakan juga sudah sobek kayak gini",kata seorang ibu-ibu seperti penjaga warung ini."Lebih baik di lanjutkan setelah hujan reda saja",tutur kata ibu ini.
Salah seorang bapak-bapak di sana menawarkan diri,"Biar saya dan teman saya antar mas, kayaknya mas masih belum cukup kuat mengendarai motor sendirian".
__ADS_1
"Tidak perlu pak, terima kasih saya bisa sendiri",Kiki memaksakan diri untuk menahan seluruh rasa sakit beranjak dari tempat duduknya. Walaupun tubuh sempat goyang sempoyongan hampir jatuh.
Bapak-bapak yang tidak tega dengan Kiki, sampai membantu menuntut Kiki mendekati motornya kembali. Tidak perduli dengan derasnya hujan yang mengguyur waktu itu.
Kiki mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada bapak ini. Sebelum akhirnya ia melanjutkan perjalanan tanpa mengenakan jas hujan. Yang berarti ia memberikan pakaian nya basah kuyup sepanjang perjalanan, juga membiarkan rasa peri luar biasa di lututnya yang sangat ia abaikan terkena benturan air hujan.
Fokusnya saat ini hanya pada jalanan di depannya, dan tujuannya yang harus segera ia datangi.
Tidak perduli dengan rasa sakit, ia kembali menambahkan kecepatan. Seakan-akan tidak takut hal yang sama akan terjadi kembali.
+++++
"Maafkan aku....",air mata penderitaan yang tak terlihat.
__ADS_1