My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.61 Membunuh


__ADS_3

Sudah waktunya untuk Kiki berkerja memantau target yang harus ia bunuh. Namun Ia justru pergi ke tempat lain, ia justru mengikuti seseorang pria yang baru saja keluar dari gedung salah salah satu perkantoran untuk pulang.


Kiki terus mengikuti secara diam-diam tanpa ia menyadari jika seseorang pria yang ia ikuti telah menyadari keberadaan nya. Hingga di satu titik pria itu sendiri yang memanggil nya untuk keluar.


Kiki berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dengan santai tanpa ia merasa takut karena sudah ketahuan. Ia berjalan dan berhenti tidak terlalu jauh dari jarak pria yang berdiri masih dengan membelakangi dirinya.


Obrolan tentang kesepakatan yang pernah terjadi di ungkit kembali. Sampai membuat Kiki memutuskan untuk mengembalikan uang puluhan juta yang telah di berikan tunai padanya. Ia tidak menyetujui nya karena ia menyadari betul siapa terget pria ini.


Berbalik badan menghadap Kiki,"CK", tersenyum sengit."Ternyata benar, kau ada hubungan dengan ketua cantik itu",ucap pria ini terfokus melihat Kiki.


Terdiam sejenak tanpa memperdulikan ekspresi yang sulit di jelaskan, datar.


"Kenapa diam?Apa yang ku katakan benar",masih di susul senyuman sengit memancing amarah Kiki.


"Tidak juga",balas nya enteng dengan senyum manis yang mengerikan.


Bakkk.....tanpa tunggu-tunggu Kiki langsung melayangkan tinjunya di wajah pria ini tepat di pelipis kepala yang membuat nya langsung tidak sadarkan diri.


Di sinilah Kiki langsung membopong pergi tubuh pria ini dari jalanan ini. Masuk ke dalam mobil yang baru saja berhenti tepat di belakang nya.


"Vlora",panggil Raka pada Vlora yang hendak pergi meninggalkan markas besar nya."Kiano sudah berhasil tertangkap". Lanjut nya.

__ADS_1


"Tetap pantau seluruh Kota dan cepat beritahu aku jika ada yang jagal",pesan Vlora sebelum akhirnya beranjak masuk ke dalam mobil.


"Kau mau kemana?".


"Menghabisi nya",kata ku sebelum akhirnya benar-benar menutup pintu mobil.


++++++


Bukan suatu kebetulan. Tapi aku akan menceritakan dua sisi monster kedua manusia ini yang bersemayam dalam jiwa keduanya.


Sama-sama sudah mendapatkan target nya. Namun berlainan tempat tanpa keduanya menyadari bahwa kegiatan yang keduanya lakukan sangatlah sama persis.


Berhasil mencengkeram leher pria ini sampai tubuh musuhnya sedikit terangkat. Membuat Kiki sangat puas sampai menyungging senyuman lebar summering. Apalagi saat menyadari jika kedua tangan pria di depannya telah hilang.


"Kenapa sakit?",ucapan pertanyaan singkat Kiki sebelum akhirnya melepaskan cengkraman tangannya membiarkan pria ini terjatuh terbatuk-batuk.


Melihat luka kecil itu. Tanpa pikir panjang Vlora yang sudah berdiri hanya dua jengkal kaki dari depan Kiano langsung mengangkat senjata. Dengan sikap tenang ia meluncurkan beberapa tembakan pada Kiano. Sampai akhirnya Kiano merenggang nyawa di tempat. Dengan 10 kali peluru yang bersarang di tubuhnya.


Belum cukup berhenti sampai di situ. Vlora menyuruh anak buah nya untuk menarik paksa tubuh tidak bernyawa Kiano kedalam gilingan daging. Menyuruh mereka untuk menggiling tubuh itu sebelum akhirnya di kemas rapi, di ikatkan pemberat, dan lemparkan ke dasar lautan. Untuk menghilangkan seluruh bukti kematian nya.


Jauh dari itu semua. Kiki justru masih membiarkan musuhnya tetap hidup. Walaupun tanpa anggota tubuh yang lengkap. Ia menonton penderitaan musuhnya sampai beberapa jam lamanya. Sebelum akhirnya benar-benar ia habisi dengan cara menancapkan pedang katana tepat di tengah kepala musuhnya.

__ADS_1


Selesai melakukan nya sendirian tanpa melibatkan siapapun. Melihat musuhnya sudah mati di tangannya. Kiki pun mencabut pedang itu, sebelum akhirnya memasukan tubuh tidak bernyawa ini ke dalam tungku pembakaran yang membara. Melihat dari lubang tidak terlalu besar di depannya yang memperlihatkan jelas bagaimana api-api itu menghanguskan musuh nya.


Tanpa ia memperlihatkan ekspresi wajah apapun, ia pun memilih untuk berlalu pergi meninggalkan markas tersembunyi ini.


Begitu dengan yang di seberang sana. Setelah mendapatkan informasi jika jasad Kiano telah tenggelam di dasar lautan. Vlora langsung tancap gas kembali pulang kekediaman rumah nya.


+++++++


"Bang",tangan Vania yang langsung tergerak menggenggam lengan kakak nya.


Tidak seperti biasanya, ia justru mendapatkan tatapan sorot mata tajam yang membuat langkah nya tergerak mundur sedikit menjauh melepaskan genggaman tangannya. Terlihat jelas jika respon kaget Vania tidak bisa di bohongi.


"Bang Kiki kenapa?Aku panggil tidak dengar dari tadi",tanya Vania masih tetap tenang walaupun tatapan tajam itu masih terfokus padanya datar. Tidak mendapatkan respon apapun Vania kembali bertanya,"Abang belum makan?Mau Vania siapkan?".


Berpaling ke arah lain,"Tidak perlu!Kamu istirahat saja. Besok masih harus sekolah",Kiki dingin di barengi melanjutkan langkah kakinya berjalan lebih masuk lagi ke dalam rumah untuk pergi ke kamar nya.


Sementara Vania masih terdiam mematung di tempat nya memperhatikan kepergian kakak nya. Takut!Jelas, karena itu adalah hal pertama kali seumur hidupnya melihat kakak laki-laki ke empat nya melihat nya dengan sorot mata tajam. Apa lagi dengan nada bicara nya yang sangat jauh berbeda.


Membuat Vania sedikit takut, akan tetapi mau berbuat apa. Ia sedang sendirian di rumah saat ini. Bang Ifan masih sibuk dengan pekerjaan nya bersama ayahnya mengurus toko, ibu masih sibuk kerja, bang Daniel kakak pertamanya juga jarang sekali ada di rumah.


Vania berusaha tetap tenang melanjutkan kegiatan nya menipis semua ketakutan, toh dia adalah abangnya. Dan dia akan selalu melindungi nya, kapan pun dan di mana pun.

__ADS_1


__ADS_2