
"Astaga!! Terlambat lagi".Aku bergegas loncat dari tempat tidur. Berlari buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
Baru sesaat kemudian Vlora berlari menuruni tangga rumah dengan terburu-buru. Sampai hampir menubruk asisten rumah nya.
"Maaf Bi".Teriak ku tanpa menghentikan langkah kaki lari ku.
Sampai di luar rumah Vlora langsung mengambil kunci mobil dari supir nya. Sebelum ia berlalu masuk ke dalam mobil tancap gas berangkat ke sekolah.
++++
Satu jam setelah keributan tadi pagi. Pada akhirnya Vlora akan tetap berakhir di tempat yang sama. Tidak jauh berbeda dengan Kiki yang ikut terlambat masuk sekolah seperti nya.
Di hukum menyapu halaman sekolah, berserta memunguti sampah-sampah yang belum selesai di bersihkan tukang kebun sekolah. Sementara keduanya membersihkan, tukang kebun sekolah duduk santai karena perintah ketua OSIS.
Menyapu dengan rasa kesal bercampur marah,"Sial selalu sama monyet".
Berpaling kesal menengok ke arah Kiki. Menuangkan semua cikrak berisikan sampah ke depan Kiki.
Melotot matanya yang hendak loncat,"Monyet lu".
"Ba**cot anjing"umpat kesal ku."Gue terlambat karena lu. Dan lu ba***cot saja sejak tadi panas tangan gue".
"Yang bener telinga yang panas Yet".
"Terserah gue"bentak kesal ku."Dah bereskan sendiri".
Berpenampilan layaknya tukang kebun sekolah,"Lu mau kemana Yet?".
"Buang ba***cotan lu anjing",berlalu pergi mendorong tong sampah yang penuh sampah.
+++++++
Di dalam kelas yang dingin dengan kekuatan AC menyalah gasss polll. Saking dinginnya Jay dan Jehan semakin nyenyak tidur di kelas. Namun kedua pasangan berlawanan jenis itu jauh berbeda dengan Vlora dan Kiki yang hanya mengenakan kaos saja duduk di atas bangku depan AC. Begitu juga dengan Vlora yang duduk di bangku samping meja Kiki duduk. Yang mengibar-ngibarkan seragam sekolah kebesarannya.
"Akur bang***sat",ucap pelan Anzel melihat Vlora dan Kiki yang duduk anteng sangat dekat. Suatu momen yang sangat mustahil terjadi.
"CK ayo main bola",ajak Vernon tidak mau merusak suasana."Orang.....".Keburu di tarik paksa oleh Vernon yang mengurungkan niat masuk ke dalam kelas.
++++++++
Baru juga jam bel pulang berbunyi. Vlora sudah jalan terburu-buru berlari ke parkiran mobil. Tancap gas meninggalkan pekarangan sekolah lebih dulu dari kawan-kawan nya.
__ADS_1
++++
"Sialan baji***ngan",umpat kesal Raka memukul meja di depannya sekuat mungkin.
"Sorry bang",ucap Kenan tertunduk musam merasa bersalah.
Masih dengan sorot mata tajam membawa marah,"Yang terjadi bukan salah mu. Ini adalah salah ku yang terlambat menyadari jika pria breng***sek itu telah kembali".
Marahnya Raka di karena oleh perbatasan kota yang berhasil kebobolan oleh anggota mafia ZCBlack yang bertindak brutal sampai membuat warga di daerah itu terluka-luka. Mereka tidak merampok tapi mereka bertindak anarkis hanya untuk menyiksa manusia. Seperti itulah tujuan mereka.
Vlora masih dengan seragam sekolah lengkap nya. Berjalan cepat memasuki ruangan tamu rumah ini. Di mana masih ada Raka dan Kenan di sana.
Vlora berlalu duduk di sova tunggal yang sengaja di biarkan kosong. Di sinilah Raka mulai menceritakan semua kejadian yang telah terjadi kepada Vlora.
"Geo masih satu keluarga dengan keluarga ku",kenyataan yang membuat Raka dan Kenan tercengang kaget. Karena jika itu benar, berarti pria itu benar-benar sangat genius licik bermain rapi.
"Geo adalah om ku dari keluarga utama".
"Om??",ujar Kenan.
"Kau pasti berpikir dia sudah tua bau tanah".Yang di balas anggukan ringan oleh Kenan.
"Lalu bagaimana dia masih hidup. Sementara Xana sudah membantai habis seluruh keluarga",tanya Raka.
"Xana tidak mengetahui Geo di kurung di bawah tanah. Karena waktu itu Xana sedang tidak ada di rumah".
"Aku memang tidak tau mengerti waktu itu kenapa Geo di kurung,"potong ku menatap mereka berdua sesama."Tapi sekarang aku sudah faham kenapa ayah ku waktu itu sangat marah padanya sampai ayah bertindak tegas mengurung nya di penjara bawah tanah".
"Itu karena Geo......".
"Lalu kenapa baji***ngan itu di biarkan hidup oleh keluarga Alpha. Oleh kakek yang mustahil membiarkan nya hidup",Raka berkata demikian karena ia tau betul bagaimana kejamnya masa kekuasaan kakek nya Vlora.
"Kakek merasa bersalah telah membunuh ayahnya. Kakak kakek ku".
Mendengar itu Raka hanya terdiam datar. Mencoba memahami penjelasan berbelit-belit Vlora. Juga membayangkan bagaimana kejamnya masa dulu. Di mana hanya demi mendapatkan pewaris ataupun demi menjadi pemimpin. Anak keturunan pemimpin yang memiliki saudara harus saling bertarung dengan saudara nya sampai salah satu dari mereka mati.
"Daniel masih di sana?".
"Iya, dia masih harus memperkuat penjagaan perbatasan".
Aku yang terfokus pada Kenan,"Kau susul Daniel. Bantu dia membereskan sedikit kekacauan itu".
__ADS_1
"Tolong sampaikan yang telah terjadi kepada ayah mu".
"Lalu bagaimana dengan Geo?",tanya Raka.
"Memang harus segera dihentikan, akan tetapi kau harus tetap mengingat jika dia bukan seorang Geo biasa",perjelas ku sebelum beranjak dari tempat duduk ku.
++++++++
Suara ketukan pintu dari luar pintu kaca balkon kamarnya. Vlora beranjak dari tempat duduknya tanpa rasa takut seperti biasa ia membuka sedikit gorden tebal rumahnya untuk memastikan siapa seseorang itu. Sebelum akhirnya ia membukanya pintu kaca balkon kamarnya.
Sesosok pemuda dengan jaket hitam celana jeans hitam berjalan masuk ke dalam kamar setelah di persilakan pemilu kamar masuk dengan tangan kanan yang menenteng sepasang sepatu yang ia kenakan.
Memilih Kiki yang tengah menaruh sepatu nya di dekat pintu kaca balkon,"Lu sudah mengetahui nya tapi lu tidak bilang ke gue",ucap ku.
"Tau apa?".
"Keributan di perbatasan Utara Kota G".
"Gue justru baru mau tanya itu ke lu",kata Kiki yang sudah terfokus melihat lawan bicara nya."Gue tidak tau menahu soal kejadian itu, gue baru tau tadi sore dari bang Daniel".
Vlora hanya terdiam kembali ke kursi belajarnya untuk menyambung belajarnya yang tertunda.
Sementara Kiki yang memperhatikan itu berkata,"CK setelah semua yang terjadi lu masih bisa tenang".
"Monyet memang genius".Gumamnya.
"Anjing lu".
"Uhahahhahhh......".Berlaku duduk di pinggir tempat tidur Vlora.
Masih dengan fokus pada pelajaran nya,"Sampai tempat tidur gue berkurap gue bunuh lu".
"Mana ada tempat tidur di duduki orang ganteng langsung berkurap. Toh kemarin malam gue juga sudah naik ke atas nya".
"Diam ba**cot. Lebih baik lu pulang-pulang sana kerjakan tugas fisika tadi".
"Kalau bisa nyontek kenapa harus susah-susah mengerjakan".
Melihat Vlora tiba-tiba beranjak dari tempat tidur nya. Membuat Kiki langsung melonjak bangun dari tempat tidur untuk duduk. Karena ia pikir Vlora akan marah pada nya. Yang nyatanya Vlora justru berlalu pergi begitu saja meninggalkan kamar nya.
"Eh?"Kiki yang penuh pertanyaan membingungkan melihat kepergian Vlora.
__ADS_1