My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.82 Tidak seperti ekspetasi


__ADS_3

Tiga tahun telah berlalu. Tahun-tahun yang panjang yang berjalan dengan sangat baik akhirnya ada dalam cerita ini.


Vlora dapat melalui tahun-tahun itu dengan sangat baik. Itupun berkat kehadiran Kiki yang semakin banyak membantu. Terkesan dekat, tapi hubungan Vlora dan Kiki tetap tidak memiliki status apapun selain sebatas ikatan persahabatan.


Vlora pernah sekali mencoba untuk menjauh dari Kiki. Ia tidak mau kejadian beberapa tahun lalu terulang. Sayangnya itu berjalan sangat tidak baik, karena semakin ia menjauhkan diri dari Kiki. Kiki akan semakin berusaha mendekati nya. Padahal Kiki sendiri sudah mengetahui resiko apa yang akan ia dapatkan.


Sampai di waktu seketika. Tepatnya di hari Senin. Kekuasaan Vlora kembali di uji. Seseorang misterius tiba-tiba saja menyelinap masuk ke dalam daerah kekuasaan nya tanpa ia ketahui. Membuat nya hampir saja terbunuh, bahkan sudah akan mati terbunuh di tangan seseorang misterius itu. Karena keahlian pria itu yang sangat baik memisahkan Vlora dari mata pengawas nya.


Rencana pembunuhan itu berhasil di gagalkan oleh Kiki yang masih tergerak di dalam organisasi rahasia yang sangat misterius. Organisasi yang sering di sebut-sebut tempat berkumpulnya para anggota kriminologi berotak genius. Namun sayangnya organisasi itu benar-benar sangat sulit sekali di ketemukan di mana kantor pusat ataupun siapa ketua organisasi itu dan apa nama sebenarnya organisasi itu. Yang jelas siapa yang telah masuk ke sana bukanlah sembarang orang.


Kiki yang telah bergabung dengan organisasi itu dapat dengan mudah selalu bisa menolong Vlora tepat pada waktunya. Walau cara yang ia lakukan terbilang sangat psikopat saat menghabisi musuhnya.


Seperti biasa, meloncat naik ke atas balkon kamar Vlora,"Eh, lu ngapain di sini?",tanyanya."Lu mulai kangen sama gue iyaa, Yet. Sampai nungguin gue seperti ini".Goda Kiki yang sama sekali tidak mempan untuk perempuan dingin seperti Vlora.


Sudah berdiri dengan baik tepat di depan Vlora berdiri terdiam,"Kenapa?".


Masih dengan beberapa yang masih terpasang di beberapa bagian wajah ku. Aku yang sudah terfokus pada lawan bicara ku,"Kenapa kau selalu repot-repot menolong ku?Selama aku tidak pernah berkata akan membantu mu saat kau membutuhkan ku".


"Bagaimana jika saat kau membutuhkan ku. Aku malah membunuh mu?".


Kiki terdiam sejenak loading mencerna kalimat yang baru saja terucap dari mulut Vlora.


"Aku ingin kau menjauhi ku. Jangan dekat-dekat dengan ku, kau akan terus berada di ambang kematian jika terus menerus berada di dekat ku. Tapi kau....",ucap ku yang terhenti karena melihat Kiki yang menyungging senyum hangat pada ku.

__ADS_1


"Aku tidak tau harus mengatakan apa. Karena apa yang kulakukan atas dasar kemauan ku sendiri".


"Semakin aku berusaha menjauhi mu seperti yang kau mau. Semakin kuat diri ku menarik ku untuk kembali pada mu",kata Kiki pada Vlora yang terdiam menatap nya.


"Aku tidak tau kenapa?Jadi aku minta jangan paksa aku untuk pergi lagi. Karena sekuat apapun aku berusaha menjauhi mu, aku akan tetap kembali pada mu".


"Kau menyukai ku?",tanya ku membuat tatapan sepasang mata itu langsung benar-benar terfokus melihat ku.


Kiki hanya membalas dengan senyuman tipis di sudut bibir nya.


"Sial",aku yang berbalik badan untuk berjalan masuk ke dalam kamar meninggalkan Kiki.


"Yun",panggil Kiki menyusul Vlora masuk ke dalam kamar.


"Shutt.... panggil lu gue saja",ucap ku tanpa menghentikan langkah kaki ku.


"Lu kenapa?".


"Remuk",cuek ku yang sudah duduk di kursi belajar.


"Eh",Kiki yang sudah berdiri di samping Vlora duduk.


"Lebih baik lu pulang gue mau kerja. Badan gue juga masih sakit-sakit".

__ADS_1


"Kalau masih sakit kenapa kemarin buru-buru mau pulang?".


"Gue benci rumah sakit".


"Ehmmm......",melihat sekeliling nya."Lu tidak punya air putih?".


Menghela nafas kasar berpaling menatap datar Kiki kesal. Udah tau Vlora masih sakit malah ada saja.


"Iya udahlah gue duduk-duduk saja. Jangan marah gitu Yun",Kiki yang memilih untuk berlalu duduk sova panjang depan televisi kamar Vlora.


Selang beberapa jam setelah nya. Jam 12 tengah malam. Vlora yang baru saja selesai menyelesaikan pekerjaan nya. Berlalu pergi mendekati Kiki yang seperti sudah tertidur pulas di sana.


Menggoyang-goyangkan tubuh Kiki dengan kaki,"Anjing bangun, lu tidak pulang?".


"Numpang tidur tidak baik anak laki-laki pulang malam-malam",Kiki yang justru merubah posisi tidurnya membelakangi Vlora.


"Anjing lu".


Namun belum beberapa detik Vlora pergi menjauhi Kiki. Dia tiba-tiba melonjak bangun mengangkat panggilan telfon dari seseorang di seberang sana. Entah mendapatkan panggilan telepon dari siapa sampai raut wajah menyebalkan itu menjadi sangat dingin, seperti monster.


Beranjak dari tempat duduknya,"Yun gue tidak jadi numpang tidur",berjalan buru-buru keluar pintu kaca balkon kamar Vlora.


"Jangan lupa di kunci pintu nya, gue pulang",ucapan terakhir Kiki sebelum benar-benar menghilang dari perhatian mata nya.

__ADS_1


__ADS_2