My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.134 Pingsan


__ADS_3

Panas teriak cahaya matahari sangat menusuk kulit para siswa siswi yang sedang mengikuti acara kegiatan olahraga sekolah. Rasa dahaga mulai di rasakan oleh beberapa pemain lari jarak jauh. Salah satunya adalah Aftar.


Walaupun tau dirinya tidak sehat. Aftar tetap mengikuti acara ini sebagai perwakilan dari kelasnya.


Nafas mulai terasa tersengal-sengal walaupun belum berlari. Ia masih menunggu rekannya yang sedang berlari ke arahnya untuk memberikan gulungan.


Di saat sudah mendapatkan gulungan yang ia tunggu-tunggu. Aftar langsung berlari sekencang


mungkin ke garis finis.


'Jangan sakit sekarang bodoh',pikirnya fokus berlari sembaring menahan rasa sakit.


Sayangnya belum sempat di garis finis bayang-bayang Aftar tiba-tiba mengabur dan semakin gelap. Bersamaan dengan langkah kaki nya yang semakin melambat membuat keseimbangan tubuh hilang.


Aftar terjatuh pingsan membuat mereka yang menonton terkejut tidak terkecuali para perempuan yang beberapa berteriak histeris. Afif yang semenjak tadi terdiam menyaksikan langsung dari kejauhan berlari kencang mendekati kembaran nya.


"Aftar, Aftar bangun",mendapat tidak ada respon apapun dari Aftar. Afif langsung mengendong tubuh Aftar dan membawanya berlari ke parkiran mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit. Tanpa memperdulikan beberapa guru yang ikut mengejarnya.


Afif mengambil keputusan yang sangat tepat dengan membawa Aftar ke rumah sakit secepatnya. Karena sedikit saja terlambat akan sangat berbahaya untuk keselamatan Aftar yang keras kepala.


*.......".


*.............".


*Iya pak terima kasih pemberitahuan nya. Dan maaf atas ketidak sopanan adik-adik saya".


*..........".


Tutttuuuttt......


Setelah panggilan telfon di putus oleh pihak sekolah. Bryan segera bersiap-siap untuk menyusul ke dua adik-adiknya ke rumah sakit.


Singkat cerita Bryan yang telah sampai di rumah sakit. Langsung melangkah menghampiri Afif yang duduk seorang diri di samping ranjang pesakitan tempat Aftar berbaring dengan seragam olahraga sekolah lengkap.

__ADS_1


"Kenapa Aftar bisa sampai pingsan?",tanya Bryan pada Afif.


"Dia ikut lomba lari",


Bryan tidak bertanya-tanya lagi karena ia sudah menyadari sesuatu, jika sebenarnya Afif sudah melarang tapi Aftar tetap memaksa ikut.


"Tadi pagi Aftar sudah minum obat?".


"Sudah".


"Kamu sendiri sudah makan?".


"Iya, sudah".


"Kamu pergi lagi ke sekolah ambil tas kamu dan Aftar. Biarkan aku yang menunggu Aftar".


"Iya",Afif tanya bantahan beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan ruang kamar rawat inap ini.


Kini giliran Bryan yang duduk seorang diri menemani Aftar yang tidak kunjung siuman dari pingsannya.


++++


Aftar adalah cahaya kebahagiaan paling berpengaruh untuk teman-teman kelasnya. Di setiap kehadiran Aftar selalu membuat kelas ini menjadi rusuh dan bahagia. Jadi tidak heran saat mereka semua tau sebenarnya Aftar belum sembuh sepenuhnya. Mereka jadi ikut cemas dan langsung menghujani Afif dengan pertanyaan-pertanyaan.


Seperti Aji sebagai perwakilan mereka semua yang sebenarnya sangat takut bertanya dengan Afif secara langsung."Gimana keadaan Aftar?".


"Belum siuman",balas Afif singkat sembaring mengemasi beberapa barang adiknya,"Maaf karena kejadian tadi pertandingan kelas kalian jadi terkendala".


"Sekali lagi maafkan Aftar",kata Afif sebelum berlalu pergi meninggalkan kelas adiknya. Membawa tas ini ikut bersamanya ke kelas nya sendirian.


Afif tidak kembali ke rumah sakit. Melainkan ia akan tetap di sekolah untuk melanjutkan kegiatan sekolah yang wajib di ikuti oleh seluruh siswa siswi. Tidak ikut terkecuali kalau sakit. Sebelum itu juga Afif sudah mengirim beberapa notifikasi pada Bryan untuk izin.


Lilly yang baru saja akan pulang menghampiri Afif yang berpapasan jalan dengan dirinya saat hendak ke parkiran sekolah.

__ADS_1


"Bagiamana keadaan Aftar?".


"Tidak tahu",balas Afif bernada dingin dan cuek.


"Hem",berdehem Lilly menghentikan langkah kaki,'Cepat sembuh Aftar, hanya lu sepupu terbaik tiada gantinya',batin Lilly sedih.


+++++


Berpapasan dengan Bryan yang akan keluar kamar rawat inap Aftar,"Kamu temani Aftar. Nanti malam aku akan kembali lagi".


"Abang mau kembali kerja?",tanya Afif sedikit bernada ragu.


Bryan yang masih terfokus dengan Afif,"Iya",


"Aku berangkat",pamit Bryan berlalu pergi meninggalkan Afif.


Berbalik badan untuk melihat punggung Bryan yang berjalan menjauh,"Jangan lupa makan malam bang",pesan Afif yang masih dapat di dengar Bryan yang berhenti sejenak sebelum lanjut berjalan pergi.


Clekkk......


"Si pembuat drama datang",kata Aftar yang sudah terduduk bersandar di tas ranjang pesakitan nya.


Tersenyum miring, sebagai respon untuk Aftar yang terlihat masih marah padanya.


Namun tiba-tiba di keheningan malam. Aftar tiba-tiba berkata,"Sorry gue nyusahin lu dan Abang Bryan".


"Padahal ayah belum pulang tapi aku malah...".


Memotong ucapan Aftar,"..Tidak perlu memikirkan apapun. Lu fokus saja dengan kesembuhan lu, ayah akan segera kembali".tutur kata Afif menyakinkan meskipun Aftar sebenarnya belum mengetahui yang sebenarnya.


"Kapan ayah pulang? Gue ingin menghabiskan waktu bersamanya sebelum gue pergi",kata Aftar melihat langit malam dari balik kaca jendela kamarnya.


Afif terdiam cukup lama sebelum ia berkata,"Tarik ucapan lu Aftar. Lu tidak akan meninggalkan kami seperti bunda kan?".

__ADS_1


Aftar berpaling melihat Afif sebelum akhirnya di susul dengan respon senyum tipis sangat-sangat tipisnya.


__ADS_2