My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.73 Terhenti


__ADS_3

Sebelum kekacauan besar ini terjadi. Di mana semua berjalan dengan sangat baik-baik saja. Begitu juga dengan suasana hati Vlora setelah akhir bertemu dengan seseorang yang selama ini ia tentang kabar kematian. Walaupun pada akhirnya ia tetap belum seutuhnya bisa melepaskan kerinduannya.


Terlalu bahagia suasana hatinya, membuat nya lengah. Ia tidak menyadari jika Vania yang di depannya saat ini tengah di peralatan untuk menghancurkan dirinya. Vlora sangat tidak menyadari apapun, di kala Vania adalah seorang perempuan yang sangat baik dan dia adik sahabat nya. Vania juga perempuan yang sangat pandai menimbal balik kan suasana hatinya. Jadi tidak heran jika Vlora terasa begitu sangat tenang di dekat Vania.


Di sore menjelang malam itu. Vlora tanpa sengaja berpapasan dengan Vania di taman tengah Kota. Vania mengajak nya jalan-jalan berkeliling Kota. Seperti di awal, tanpa ragu Vlora langsung mengiyakan nya. Ia menuruti keinginan Vania tanpa menyimpan rasa curiga sedikitpun. Walaupun ini adalah kali pertama ia berjalan-jalan dengan Vania setelah kepergian Kiki lima tahun yang lalu. Sekalipun cara bicara dan sikap nya seperti bukan kemauan dari Vania sendiri.


Sampai akhir tibalah di suatu tempat Vania berpamitan untuk pergi lebih dulu untuk membeli meminum. Sesaat setelah meminum minuman pemberian Vania lah akhirnya Vlora kehilangan kesadaran nya. Seakan-akan minuman itu memang sudah di rencanakan di berikan obat khusus untuk Vlora.


Vlora memang sudah akan pingsan. Namun ia tetap berusaha untuk sadar, ia berjalan berlahan-lahan ke arah Vania yang menangis ketakutan. Akan tetapi apa yang Vlora lakukan sia-sia karena obat yang tercampur dalam minuman yang ia minum sangat kuat, tubuhnya menjadi sangat lemah. Ia pun akhirnya pingsan tepat bersamaan saat ia melihat samar-samar seseorang yang akan memukul Vania. Di saat itu Vlora sangat ingin berteriak memberikan peringatan, tapi lagi-lagi itu tidak dapat di lakukan. Seluruh tubuh-tubuh benar-benar kehilangan fungsi.

__ADS_1


++++++


Berjalan santai menyusuri jalanan setapak pejalan kaki,"Aku harus menemukan nya, tapi di mana dia berada. Aku bahkan tidak tau atau memang tidak ingat siapa nama nya",gumam Sendi entah kepada siapa di jalanan yang sangat sepi ini. Tentu sepi karena hari sudah menjelang tengah malam.


"Nama itu!!Aku selalu bangun tiba-tiba dan menyebut nama itu, mungkinkah nama wanita itu",menatap lurus ke depan manik mata membulat sempurna."Yuna",ujar Sendi.


"Kiki...",nada suara lirih yang terucap oleh Vlora membuat Vania yang mendengar nya samar-samar menangis haru.


Baru saja beberapa detik lalu tidak mendengar detak jantung Vlora saja sudah sangat membuat Vania hancur. Tentu saat mendengar suara lirih Vlora saja, Vania sudah sangat bahagia. Sangat-sangat bahagia.

__ADS_1


Vania menunduk menempelkan kepalanya pada bahu Vlora,"Terima kasih Tuhan, Terima Kasih",ucap Vania kepada Tuhan yang telah mengabulkan permohonannya.


Masih di tempat yang sama. Satu orang pria masuk ke dalam ruangan ini hanya untuk melepaskan ikatan tali yang melilit tubuh Vlora. Menganti dengan merantai kaki kanannya. Begitu juga dengan apa yang pria ini lakukan pada tubuh lemah Vlora. Walau tanpa melepaskan ikatan tali yang melilit tubuh Vlora.


Vania yang sudah terlepas, segera tergerak cepat tidak memperdulikan luka di fisik nya. Ia segera melepas tali yang masih mengikat Vlora. Sebelum akhirnya ia memaku kepala Vlora membiarkan nya tidur di paha nya.


"Kak Hyuna",seru Vania dengan kedua mata membengkak karena menangis."Kak Hyuna tadi di apakah?Tubuh kakak penuh luka, maaf, maaf, seharusnya aku tidak menuruti perintah mereka, seharusnya aku melawan. Aku pengecut bodoh seharusnya aku melawan",ia yang kembali menitihkan air mata melihat tubuh lemah penuh luka ini.


Dari sudut bibir nya Vlora yang belum mengatakan sepatah kata pun menyungging senyum tipis pada Vania. Hanya itu saja respon sederhana yang dapat Vlora lakukan untuk Vania.

__ADS_1


__ADS_2