My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.49 Penyerangan


__ADS_3

Malam yang indah kembali datang. Di mana langit-langit biru tua penuh dengan setitik cahaya-cahaya kecil bercahaya. Jangan lupakan bulan sabit yang bersinar terang di atas sana.


Malam ini sangat-sangat indah, tapi kenapa tidak dengan kedua orang ini. Apakah mereka berdua tidak di takdir untuk bisa bersama sebagai pasangan. Apa hanya bisa sebatas ikatan persahabatan saja. Sangat tidak adil, mereka berdua juga ingin bahagia seperti yang lain. Bahkan di malam yang indah ini pun keduanya harus menelan pil pahit nya takdir.


+++++


Tugu perbatasan Kota G dalam fase kehancuran. Mafia ZCBlack tiba-tiba mengerahkan seluruh anggotanya menyerang secara brutal perbatasan Utara. Akan tetapi bukan itu tujuan mereka. Karena tujuan mereka adalah membuat ketua mereka sendirian. Bisa di bilang serangan besar-besaran itu hanya pengalihan untuk membuat sang alpha jauh dari pengawasan.


Terduduk tenang di dalam mobil milik nya, seseorang ini menyungging senyum sinis,"Kau terlalu buru-buru mengambil kesimpulan",gumamnya sebelum akhirnya tancap gas mengendarai kendaraan nya.


Vlora yang hanya berdua Raka di dalam markasnya, memantau situasi di sana dari kejauhan. Justru mendapatkan kejutan dari ketua mafia ZCBlack, Johson.


Johson datang ke markas mafia King88 tanpa merasa takut dengan resikonya. Sementara dirinya sendiri sudah tau betul siapa yang tengah ia hadapi saat ini adalah cucu terakhir seorang alpha.


Ia melangkah masuk ke dalam rumah menghampiri Vlora yang masih terduduk tenang di sova panjang seorang diri. Berbeda dengan Raka yang sudah berdiri tegak di depan sova tunggal tempat awalnya duduk.

__ADS_1


Raka langsung mengangkat senjata api nya ke arah Johson, tidak lupa ia juga bergerak cepat berdiri di depan meja tepat di depan Vlora duduk. Untuk melindungi Vlora dari serangan tiba-tiba brengsek di depannya.


"Turunkan senjata kalian",minta Johson pada keempat anak buahnya yang sudah menodongkan senjata api ke arah mereka sama seperti yang di lakukan Raka."Aku kesini hanya ingin menyapa adik sepupu ku".


"Apa kabar mu Vlora?".


"Menyingkir Lah, aku akan baik-baik saja",minta ku bernada dingin pada Raka.


Sedikit tidak rela tapi pada akhirnya Raka menuruti kemauan Vlora.


Sebelum akhirnya ia seret katana mengilap tajam itu mengikuti langkah kaki santainya kedepan Johson berdiri.


"Hentikan kekacauan mu, urusan mu dengan ku bukan dengan mereka",sepasang manik mata ku menatap dingin pria di depan ku."Kau menginginkan tahta menjadi alpha bukan".tabak ku.


"Aku senang kau cepat memahami nya".

__ADS_1


"Maka, HENTIKAN KEKACAUAN MU",bentak lantang ku di barengan dengan tangan ku yang mengayun cepat sampai akhir terhenti tepat saat ujung tajam katana ku menyentuh lehernya. Membuat luka kecil yang mengeluarkan darah di sana.


Tidak merasakan terpojok ketakutan sama sekali. Johson justru menyungging senyum manis kepada Vlora yang memerah marah.


"Kita selesaikan urusan mu saat ini juga",tantang ku pada Johson. Karena apapun harus ku lakukan agar tidak semakin banyak korban yang berjatuhan.


Sejahat-jahatnya Vlora sebagai ketua Mafia King88, belum pernah dalam tindakan nya ia melukai orang yang lemah. Ataupun mengorbankan seseorang yang lemah untuk kepentingan nya.


Maka nya ia tidak ragu-ragu mengajukan diri untuk melawan Johson. Dan ia akan berjuang sekuat mungkin agar Johson tidak sampai naik tahta dan menguasai segalanya.


++++++


Brakkk.....Menendang kuat tubuh seorang pria yang berusaha menusuk adiknya."Pergi, perasaan ku buruk tentang Nona Vlora",suruh Daniel berusaha untuk tetap melindungi adiknya dari serangan para musuh. Baik kedua tangan sama-sama menggenggam senjata. Baik itu pedang katana yang berlumuran darah, ataupun senjata api. Pedang katana yang pergunakan untuk menangkis peluru dan senjata api untuk nya membunuh lawan jarak jauh yang mengancam nya.


Tanpa basa basi lagi Kiki langsung menuruti keinginan kakaknya. Karena selama penyerangan ini terjadi ia memperhatikan ada hal yang jagal dari motif penyerangan ini. Dari jumlah nya yang tidak ajar sampai tidak adanya ketua tertinggi yang mendampingi mereka. Yang di biarkan menyerang sesuka hati mereka.

__ADS_1


__ADS_2