My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.31 Tidak asik lu


__ADS_3

Johson saat ini sudah bergerak seorang diri. Di kala kedua rekan nya telah pergi meninggalkan nya. Xana yang telah wafat. Dan Evano yang mengkhianati dirinya begitu juga dengan Rio.


Semua kekesalan nya ia lampiaskan pada samsak ini. Ia tinju-tinju terus menerus samsak di depannya tanpa mengerikan rasa lelah setelah keringat sudah sangat membasahi sekujur tubuhnya.


"Tidak ku sangka putra Alex benar-benar sangat bodoh seperti ayahnya".Nada bicara yang membuat Johson menghentikan kegiatan nya memukul samsak.


"Xana sangat genius sekali. Dia bahwa berhasil mencuci otak mu sebersih ini",pria ini di susul senyum miring sinis mengejek.


Senyum yang membuat Johson semakin kuat mengepalkan tangannya yang masih berbalut kain putih pelindung tinju. Jangan lupakan dengan sorot mata tajam, marah.


++++


Tingg...Tungg...Tingg...Tungg....Menekan beberapa tombol pel depan rumah seseorang. Agar sang pemilik rumah segera keluar.


Ceklekkk....Salah satu dari dua pintu besar yang menjulang tinggi di buka berlahan. Menampakkan sesosok wanita setengah paru baya di sana."Malam bi".Kiki yang langsung menyapa perempuan di depan nya dengan ramah.


"Malam".


Sembaring memberikan kotak makanan yang di kemas rapi dalam kantong plastik,"Roti bakar buat bibi".


"Sama sekali tanya, Yuna nya ada di rumah?".


Bi Nur menerima pemberian Kiki,"Ada Tuan. Sebentar bibi panggilkan".


Mempersiapkan Kiki untuk menunggu di dalam,"Silakan masuk".


Berlalu masuk ke dalam rumah,"Lain kali jangan panggil tuan Bi. Panggilan saja Kiki, kan bibi lebih tua dari ku. Panggil nama saja".


Yang di balas senyum tipis,"Baiklah".


"Saya permisi".Bi Nur berlalu pergi meninggalkan Kiki untuk memberitahu majikan nya jika ada tamu yang menunggu.


++++++


Kaos oblong polos, rambut panjang di biarkan tergerai acak-acakan. Sesosok perempuan ini berjalan berlahan menuruni tangga terakhir rumah nya yang menghadap langsung ke ruang tamu. Di mana Kiki tengah duduk melotot memperhatikan kan,"Gila lu".Ujarnya.


Namun aku tetap berjalan santai dengan sesekali menguap, mendekati ruang tamu."Pakai celana lu anjing".


Di sini aku terdiam, sedikit menurunkan pandangan untuk melihat bawah sana,"Gue pakaian yet",aku di barengi mengangkat sedikit kaos yang aku kenakan untuk menunjukkan celana pendek yang ku kenakan.

__ADS_1


"Ya tidak gitu juga bang***sat",Nada bicara tinggi Kiki."Sekalian saja tidak pakai celana".Sambungnya.


Aku yang sudah duduk di sova panjang depan Kiki,"Anjing lu".


Sibuk menggelung surai rambut panjang ku,"Lu kenapa kesini malam-malam o'on. Nganggung orang tidur, sampai besok gue telat semua karena lu".


Mengerut keningnya,"Kenapa jadi gue. Kan niat gue baik ke sini".


"Baik apaan bertamu ke rumah perempuan malam-malam".


"Lu perempuan",membuat Vlora mengerutkan keningnya mulai marah."Gue pikir lu lak....".Pakkk.....sudah di duga. Vlora benar-benar marah, sebelum Kiki menyelesaikan celotehan ia sudah mendapatkan hadia bantal yang mendarat tepat di depan wajahnya. Tanpa sempat ia menghindari.


"Sudahlah Ki, kalau lu datang ke sini cuma cari ribut lebih baik sekarang lu pergi, gue mau lanjut tidur. Mimpi gue kepotong karena lu anjing".Omel ku marah besar.


Menyodorkan kotak makanan yang sejak tadi di biarkan di atas meja,"Gue mau kasih ini".


"Gue tidak laper".


"Eh Yet",seru kasar Kiki."Hargai dikit lah monyet gue yang kesini kedinginan naik motor jauh-jauh kesini, eh lu segampang itu nya nolak".


Aku yang tidak mau kalah debat,"Siapa juga yang nyuruh lu kesini?".


"Karena lu monyet. Tugas sekolah lu numpuk pak MTK ngomel-ngomel ke gue. Panas telinga gue, udah gitu anak-anak makin dukung pula".


"Dukung apa?".Mangap omelan Kiki.


"Sebagai suami tuh saling mengingatkan, Istrinya jangan lupa di nasehati. Jangan biarkan istri suka bolos. Jangan di ajak ribut mul....,"tersadar dengan apa yang ia katakan. Kiki cepat berpaling ke arah Vlora. Yang masih duduk di tempat nya memperhatikan dirinya.


"Mulut gue, anjing". Menampar mulutnya sendiri pelan.


"Ehmm...banyak ba**cot iya mulutnya".


Berpaling menatap tajam,"Mata mu".Umpat Kiki.


Namun sedikit kemudian keduanya tiba-tiba menjadi hening. Membuat suasana yang awalnya rame seperti pasar tradisional di mana banyak orang tawar menawar. Seketika lenyap berubah canggung.


Menghela nafas kasar, beranjak dari tempat duduk,"Mau minum apa?".


"Apa saja yang ada",balas Kiki membuka kotak makanan camilan yang ia bawa.

__ADS_1


Sesaat kemudian. Vlora kembali dengan membawa tiga kaleng minuman coffee dingin. Menaruh minuman itu di atas meja sebelum kembali duduk di tempat nya.


"Ki".


"Hemm...".Kiki yang sibuk menikmati camilan roti bakar rasa Nana yang ia bawa.


"Lebih baik lu jangan ikut campur urusan gue lagi".


"Apaan sih?Jangan bahas itu",Kiki yang tetap fokus memakan camilan nya.


"Kiki",panggil ku sedikit bernada rendah lembut.


"Tidak asik lu".Kiki beranjak dari tempat duduknya setelah meneguk satu kaleng minuman."Gue pulang, lu bisa lanjut istirahat".Menarik jaket yang ia biarkan tergeletak tadi. Untuk ia kenakan kembali.


Namun di tengah langkahnya yang hendak pergi keluar harus terhenti oleh seseorang yang tiba-tiba saja memeluk erat pinggang nya dari belakang.


"Aku mohon, turuti keinginan ku".Aku yang masih memeluk erat pinggang ini.


Melepaskan pelukan Vlora. Kiki membalikan badannya menghadap Vlora yang tengah menatap dirinya.


"Sorry Yuna ini sudah menjadi keputusan ku",Kiki menatap lurus sorot mata indah di depannya.


Vlora yang masih menatap nya,"Keras kepala lu".


"Iya sama seperti lu".Kata Kiki di susul senyum tipisnya."Lebih baik panggil lu gue saja. Soalnya bakal aneh dua orang yang sering ribut tiba-tiba aku kamu".


"CK anjing lu".


Kiss!!Kedua tangan yang menggenggam kedua pipi Vlora ini berakhir dengan menuntut Vlora untuk tertahan oleh ciuman nya.


Terlepas dalam ciuman lama itu,"CK anjing lu".


"Siapa yang suruh cium-cium anjing. Sahabat tidak seharusnya seperti ini".Kesal ku mendorong Kiki agar berjarak dengan nya.


Menggaruk-garuk surai rambut nya yang tidak terasa gatal,"Lain waktu gue akan minta izin Hahahh......"


"Satu lagi,"potong Kiki."Ada banyak contoh sahabat yang memutuskan untuk hidup bersama dengan tetap menjadi sahabat".Di susul tersenyum manis,"Good night monyet".Kiki berbalik badan untuk melanjutkan perjalanan untuk pulang.


Masih terdiam di tempat, aku tersenyum miring dan berkata,"CK anjing".

__ADS_1


__ADS_2