
"Aku tidak pesan pizza, pergilah",kata pria di balik pintu kayu yang hanya di bukan sedikit.
Belum sempat menutup pintu kayu ini kembali. Kiki justru menahan pintu di depan,"Maaf tuan tapi anda sudah pesan dan anda harus mengambil makanan pesanan anda".Kata Kiki dengan tegas dan lantang.
"Yasudah cepat berikan",kata pria ini malas.
"Baik Tuan",Kiki segera mengeluarkan kotak pizza ke dalam tas khusus kotak pizza dan memberikan nya kepada pria yang langsung mengambil nya kasar dari Kiki.
"Terima kasih telah menjauhkan saya dari galak...,"Belakk......pintu rumah yang di tutup kasar dari dalam,"Uuiisss....",Kiki menyungging senyum miring sebelum melangkah pergi dari tempat ini.
"Thanks Jo",menaruh tas khusus kotak pizza di atas meja resepsionis.
"Emang beneran seriusan yang lu ceritakan tadi?",tanya Jovan masih tidak mempercayai Kiki sahabat akrab SMP hingga SMA nya.
Sementara Kiki sibuk memulihkan perhatian nya yang mulai kabur karena rasa sakit yang menyerang dari luka bekas kecelakaan di kepalanya.
Jovan pemilik toko pizza ini,"Lu kenapa?".
"Cih! Sebenarnya apa yang terjadi dengan lu sebelum ini sampai datang-datang dengan pakaian rumah sakit, luka yang belum sembuh malah perban luka nya di lepas. Sebenarnya apa yang terjadi?Lu harus jawab jujur, gue sudah membantu lu anjing",omel Jovan pada Kiki.
"Anjing!cerewet sekali lu",ucap Kiki masih memegangi kepalanya."Kayak perempuan anjing".
"......".
"Gue habis kecelakaan dan gue kabur dari rumah sakit karena harus segera menolong adik gue yang di sekap di dalam sana".
__ADS_1
"Lu tidak lapor petugas keamanan saja",saran Jovan khawatir.
Kiki menyungging senyum miring,"Mana ada petugas keamanan yang menang melawan mereka. Bisa-bisa adik ku yang akan menjadi korban jika mereka terlibat".
Jovan hanya manggut-manggut mengerti maksud ucapan Kiki. Di kala memang benar jika kedudukan mafia dan gangster lebih tinggi dan lebih di segani dari pada hukum petugas keamanan.
"Tadi sudah lu masukkan obat nya?".
"Sudah beres, dua botol serbuk habis".
"Thanks sekali lagi Jo",
"Iya, tapi sorry Ki gue tidak bisa bantu. Lu tau kan kalau....".
"Iya santai saja, gue masih ingat dengan kaki mu di mur itu".
"Hahahhhahh.....".
"Lu mau makan atau minum apa?".tanya Jovan.
"Tidak perlu Jo",
"Hemm....air kosong mau", meletakan botol air mineral di atas meja depan Kiki terduduk.
"Lu akan pergi sebentar lagi",kata Jovan memecah keheningan yang tiba-tiba saja melanda antar keduanya.
__ADS_1
"Iya",balas Kiki,"Mau di bantu tutup toko?".
"Terserah lu dah kalau bersedia",Jovan yang berjalan keluar dari dapur dengan jalan tertatih-tatih dengan bantuan satu tongkat bantu berjalan nya.
Kiki sempat terdiam mematung memperhatikan Jovan. Sorot mata itu menyimpan sesuatu yang sangat menyakitkan yang tidak dapat ia katakan.
"Oi anjing",bentak Jovan."Katanya mau membantu".
"Eh!Oh astaga lupa be**go",Kiki yang segera beranjak dari tempat duduknya membantu Jovan menutup kedai pizza nya.
++++
Terfokus melihat lawan bicara yang membelakangi nya,"Jangan di makan",kata ku yang langsung membuat Vania menengok ke arah ku.
"Kak Hyuna, kak Hyuna masih hidup",Vania yang langsung tergerak memeluk erat tubuh Vlora."Syukurlah Tuhan, Syukurlah Tuhan, terima kasih".
Merasakan pelukan Vania yang terlalu erat merangkul nya,"Hey Vania ada apa?",tanya ku sedikit ragu.
Melepaskan pelukan nya,"Kak Hyuna tadi tidak bernafas tau, aku takut, kak Hyuna mana tau bagaimana paniknya aku tadi. Aku menahan diri untuk tidak memberitahu mereka, aku takut, intinya aku takut".Kata Vania bergetar bersama dengan pecah tangis nya."Tapi Syukurlah Tuhan melindungi kak Hyuna", Menyungging senyum sumringah.
Teringat dengan pizza pemberian penjaga tadi,"Oh!Tadi ada penjaga yang memberi kan kita makan".
"Hemm....jangan di makan?Itu beracun".
"Maksud kak Hyuna?".
__ADS_1
"Nanti juga kamu akan mengetahui nya",di susul senyum hangat nya.
"Baiklah jika kak Hyuna tidak memperbolehkan aku tidak akan memakannya. Aku akan menyimpan agar mereka tidak memaksa kita untuk memakannya nanti",Vania beranjak dari tempat duduknya menyeret kaki yang di rantai untuk bisa berjalan menyembunyikan pizza ini di dalam tumpukan jerami.