
Waktu berputar sangat cepat. Hari-hari Vlora kujalani seperti biasa. Melindungi mereka yang dapat Vlora lindungi. Yaitu tetap menjadi kedamaian Kota G.
Tepat di hari ini. Vlora akan masuk ke kelas baru bersama dengan teman-teman yang sama. Iya, Vlora telah selesai melakukan ujian kenaikan kelas. Kini Vlora dan teman satu kelas nya telah menjadi senior kelas 12 Garuda Sayap Emas.
Terdengar seperti sangat menyenangkan mendapatkan kelas baru, suasana baru.
Sayangnya tidak ada yang menyenangkan menurut Vlora. Entah kenapa Vlora berlahan-lahan mulai lelah harus berpura-pura humoris di depan mereka. Namun kalau Vlora tidak melakukan nya dirinya akan kesepian. Walaupun Ana selalu mengatakan agar Vlora menjadi diri nya sendiri. Seperti saat Ana bersama Vlora.
Tidak!Mereka semua akan membenci Vlora. Vlora adalah monster dan Yuna tidak mau mereka melihat Vlora sebagai monster.
"Yuna!!".Teriak lantang Ana saat melihat Vlora berdiri di ambang pintu masuk kelas.
Ana yang sudah duduk di deretan bangku nomer 4 dari depan dan dua dari belakang,"Duduk di sini Yuna. Dekat jendela sejuk poll, enak buat tidurr!!".Kata Ana yang tidak pernah melepaskan senyum hangatnya pada Vlora.
Aku justru terdiam di tempat ku sampai seseorang tiba-tiba mendorong ku untuk ikut berjalan bersamanya,"Woi Vernon!!".Bentak ku.
Berhenti tepat di bangku yang akan Vlora tempati,"Lu lelet, jangan marah Nona".Vernon sebelum berlalu mencari tempat duduk untuk nya sendiri.
"Ihh!!". Mengangkat tangan yang mengepal.
"Sudah cepat duduk".Ana yang tengah memperhatikan Vlora.
"Iya".
"Hoi!!Hoi!!Hoi!!".Vernon berhenti di posisi bangku paling belakang baris dua dari samping,"Ini tempat duduk gue".
"Tidak bisa!!Siapa secepat dia dapat".Anzel yang sudah terlanjur duduk nyaman.
"Huhh....".Menghela nafas kasar,"Tidak bisa minggir-minggir".
"Melekat-melekat".
Mencengkram kerah pakaian Anzel sampai tubuhnya terangkat,"Minggir bang***sat!!".Geram Vernon.
"Tidak mau Tuan Vernon".Ledek Anzel.
__ADS_1
Vernon menarik tubuh Anzel agar menjauh dari bangku nya. Dan Anzel menahan nya dengan berpegangan kuat pada meja nya.
"Astaga!Baru masuk ini dan gue masih sangat mengantuk".Jehan yang baru akan datang.
"Tau, kayak anak kecil".Saut Ana yang tengah memperhatikan perkelahian keduanya. Yang memang sudah jadi pusat perhatian satu kelas.
Menenteng tas nya, sembaring melihat sekeliling mencari tempat yang masih kosong. Jehan mulai melangkah mendekat ke bangku yang masih kosong,"Gue duduk di sini iya?".
"Terserah".Jay si tukang tidur yang tidak pernah perduli dengan siapa dia duduk.
Masih merangkul pinggang Anzel untuk menarik sekuat tenaga tubuh Anzel agar menjauh dari bangku nya.
"Lepaskan anjing!!Cari bangku lain!!".
"Tidak!!".
"Gue harus tetap duduk di sini bang*"sat!!bang**sat!!Bang***sat!!".
"Bodoh!!".
"Pindah ke sini lu".Suruh Kiki pada Vernon.
"Tidak!Gue mau duduk di sini. Titik!!!!".Tubuh Vernon tiba-tiba tertarik paksa berpindah tempat duduk di bangku tepat di sebelah bangku Ana dan aku.
Kiki melepaskan kan genggaman tangannya pada kerah pakaian belakang Vernon,"Masih pagi anjing, berisik".
Ucapan Kiki membuat mereka membeku. Entah kenapa tindakan serius Kiki sangat menakutkan.
'Yang duduk sejak tadi di samping ku, Kiki'.Batin ku yang baru menyadari kehadiran nya. Di kala penampilan Kiki sangat berbeda dengan gaya rambut nya yang sedikit gondrong.
Vlora juga sudah lama sekali tidak bertemu dengan nya. Sejak hari libur sekolah tiga bulan kemarin. Kami berdua tidak saling berhubungan dan Vlora juga tidak memiliki niat untuk menghubungi nya.
Kiki kembali duduk, mengatur posisi tidurnya seperti semula. Menyembunyikan pandangannya di balik kedua tangan yang bersilang di atas meja.
Menyenggol siku Vlora,"Kenapa?".Tanya Ana yang menyadari lamunan ku.
__ADS_1
"Ahh!!Makanan yang kau kirim tadi pagi makasih. Makanan nya enak, aku dan bibi sangat menyukai nya".Mencari topik pembicaraan lain.
"Makanan?".
"Sayur Rawon buah pepaya kesukaan ku".
Telunjuk yang menempel di bawah mulut nya,"Aku tidak kirim apa-apa tadi. Aku saja tadi bangun hampir kesiangan dan tidak sarapan".
"Heyy!!Siapa yang kirim".
"Racun!".Ujar Ana pelan.
"Tidak mungkin. Kalau makanan itu adalah racunnya jelas sejak tadi aku sudah berada di rumah sakit. Karena durasi kerja racun akan bekerja dua-tiga menit paling lama".
"Hemm....iya lah. Terus siapa?".
"Yasudahlah guru sudah datang".Kata ku menghadap depan.
Ana yang sudah melihat ke depan,"Eh walkes kita cowok lagi".Ujarnya.
+++++
"Ahh....,"Menghela nafas lelah,"Baru juga masuk sekolah sudah di suruh-suruh sama guru buat mengantarkan buku. Itu pun karena si berisik Ana".Gumam ku berjalan seorang diri mengangkat setumpuk buku tugas yang akan ku letakkan di meja guru pengajar.
Selesai dengan pekerjaan nya. Vlora bergegas kembali ke Kelas dan tidur sampai jam istirahat sekolah usai.
Akan tetapi baru saja Vlora membuka pintu kelas ku,"Astaga!".Brakk.... Vlora tutup kembali pintu neraka itu.
Vlora mengurungkan niat nya untuk tidur di dalam kelas yang di sisi para iblis-iblis mengerikan. Yang tidak akan memberikan diri nya tidur dengan tenang.
Kini Vlora tengah menaiki tangga sekolah untuk pergi ke atap gedung sekolah. Dengan harapan di sana sepi damai. Untuk diri nya yang lelah beristirahat.
"Aku benar-benar kacau. Aku pikir aku adalah orang yang paling mengerikan. Nyatanya teman-teman sekelas ku lebih menakutkan dari aku".Batin ku mengoceh.
Setibanya di atap gedung sekolah. Vlora langsung mencari tempat yang nyaman untuk rebahan menikmati langit biru muda yang membentang luas tanpa setitik awan putih di atas sana.
__ADS_1