
"Maksud lu apa anjing!!".
Terbawa suasana amarah Kiki sampai tidak segan-segan untuk meyakini siapapun di depan yang berbicara jelek tentang Vlora. Bahkan Geo sekalipun yang usianya sudah kepala 6.
Kiki masih mencengkeram kerah pakaian Geo membuat tubuh pria tua ini sedikit terangkat menyamai tinggi badan Kiki, 189cm.
Menatap tajam sorot mata di depannya,"Sedikit kau bilang dia hanya menyusahkan, mati lu",nada bicara kasar mengancam.
Kiki akhirnya melepaskan cengkraman tangannya. Di sana memang ada Daniel, akan tetapi Daniel memilih untuk terdiam memperhatikan dari pada harus melerai perkelahian di depannya.
"Katakan di mana rumah anggota keluarga cabang yang masih hidup",tanya Kiki pada Geo.
"Aku tidak tau, aku sudah tidak perduli dengan mereka",balas dingin Geo."Tapi untuk Vlora aku akan mencari tau kebenaran nya",sambungnya.
Kiki, Daniel, juga Kenan akhirnya di ajak masuk ke dalam rumah sederhana Geo. Di sana Geo mulai mencari informasi tentang keberadaan tempat tinggal keluarga cabang yang masih hidup.
Suatu hal yang tidak terduga. Jika masih ada keluarga cabang dari keluarga Alpha yang masih hidup selain Vlora.
Setelah mendapatkan informasi alamat nya. Kiki langsung bergegas pergi tanpa mengucapkan apapun pada Geo. Yang akhirnya di ikuti oleh Daniel dan Kenan.
Dalam panggilan telepon tanpa kabel. Kiki berbicara dengan seseorang di seberang sana.
*Awasi alamat rumah yang baru saja aku kirimkan ke kau".
*........".
*Iya".
Panggilan di akhir sepihak oleh Kiki di seberang sini.
Menggenggam tangan Kiki yang hendak mengambil helm di atas motor nya.
__ADS_1
"Jangan kegagahan jika benar Nona Vlora ada bersama mereka. Kesalahan sedikit yang kau....".
"Aku tau!Makanya aku harus cepat pergi ke sana",Kiki yang memotong ucapan Daniel yang belum terselesaikan.
Kiki yang sudah naik ke atas motor,"Jika kau ingin membantu ikuti saja diriku".Nada bicara dingin sebelum akhirnya tancap gas lebih dulu meninggalkan Daniel dan Kenan.
++++++++
Saat salah satu dari rekan Kiki memberitahu kan jika Geo terlibat dalam hilangnya Vlora. Tanpa basa basi Kiki langsung bergegas menemui Geo di kediaman rumah nya. Setelah ia mendapatkan informasi alamat rumahnya dari Daniel.
Setibanya di sana Geo justru mengatakan sesuatu yang membuat Kiki sangat marah. Geo bilang percuma juga mencari Vlora. Karena Vlora adalah target yang sudah waktunya untuk dibunuh oleh keluarga nya sendiri.
Vlora adalah duri mengerikan yang harus mati, dan harus secepatnya lenyap. Dan kau pasti sudah mengetahui tradisi keluarga Vlora bukan.
Kalimat itu benar-benar membuat Kiki naik vital, ia tidak segan-segan untuk melukai dan bertindak kasar pada Geo. Sekalipun Kiki sudah mengetahui jelas catatan kriminal Geo.
Enggan untuk membuang-buang waktu dengan menuruti emosional nya yang meledak-ledak. Kiki memilih untuk fokus pada rencana awal tujuan dirinya datang kesini.
Dan di sinilah Kiki saat ini. Di jalan raya kota G dengan mengendarai motor nya. Setelah mendapatkan informasi tentang kediaman keluarga cabang dari keluarga Alpha yang menurut Geo adalah dalang dari hilangnya Vlora.
Itu adalah tujuan Kiki saat ini. Pergi ke sana untuk memastikan apakah itu benar, dan apakah ia akan dapat titik terang untuk menemukan Vlora secepatnya.
Byurrr......
Tertidur tanpa alas apapun, dengan pakaian yang sudah sangat kotor berantakan. Perempuan yang sangat kacau ini seluruh tubuhnya justru di guyur dengan air dingin. Alhasil ia langsung melonjak bangun meringkuk kedinginan.
Seseorang tiba-tiba menarik pergelangan tangannya memaksa dirinya untuk ikut bersama nya. Ia meronta namun tidak bisa kedua kakinya terlalu sakit untuk di gerakkan.
Kedua pergelangan kaki nya telah di patahkan, entah sudah patah atau pun tidak. Yang jelas luka di kedua pergelangan kaki sampai membuat belas warna merah biru keunguan hitam.
Sampai di suatu ruangan tubuhnya yang sudah lemah terdorong kasar lantai keramik kediaman rumah ini.
__ADS_1
Seorang pria berpakaian rapi berjas hitam mendekati Vlora. Perempuan yang sudah banyak mendapatkan luka penyiksaan.
Dagu Vlora di pegang kuat, pandangan di paksa mendongak menatap sepasang sorot mata tajam di depan nya.
Sayangnya sepasang sorot mata Vlora jauh lebih tajam dan dingin menatap nya. Tidak terlihat raut ketakutan setelah semua penyiksaan yang di terima. Membuat pria ini terlihat sangat geram dan marah pada Vlora.
Dagu yang di pegang ini akhirnya di lepaskan kasar memaksa pandangan Vlora menengok paksa ke arah lain.
Aku yang sudah terfokus pada lawan bicara ku",Kenapa?Tidak cukup puas",ucap ku dingin dengan nada bicara paru.
Pria di depannya hanya terdiam berdiri 1 cm di depan Vlora yang duduk di lantai keramik. Perhatian pria ini menatap Vlora dingin, tanpa menunjukkan respon apapun tentang apa yang telah Vlora katakan untuk nya.
"Seharusnya kau tidak perlu sulit-sulit menyiksa ku. Kau hanya akan mengotori kedua tangan mu",Aku masih dengan menatap lawan bicara ku."Jika kau mau melihat kematian ku, aku bisa melakukan sendiri di depan mu".
"Kau hanya tinggal duduk menikmati secangkir kopi",di susul senyum sumringah tipis yang mengerikan.
Pria ini berjongkok di depan Vlora, dan berkata."Sayangnya aku tidak tertarik dengan kematian mu",di barengi menarik surai rambut panjang Vlora yang tergerai. Membuat Vlora sedikit mendongak paksa.
Awalnya memang di tarik. Namun akhirnya pria ini berganti mengelus lembut surai rambut panjang Vlora. Dan di susul dengan merai tangan kanan Vlora. Melihat tangan memerah karena luka bakar kemarin yang masih belum mengering. Cih! Bagaimana bisa mengering sementara di berikan obat saja belum sama sekali.
"Seharusnya tangan cantik ini di jaga bukan di lukai",kata pria ini yang akhirnya mengendong tubuh Vlora dalam pelukan nya.
Membuat Vlora terkejut melotot menatap nya,"Turunkan!",Aku yang menempelkan jari telunjuk tengah ku yang berkuku panjang di leher pria ini.
"Silakan di bunuh Nona", tersenyum tipis pada Vlora."Agar kau bisa bebas dari sini".
Tidak mendapatkan respon dari sepasang sorot mata yang menatap tajam,"Aku hanya ingin mengobati luka mu. Salahkan aku berniat baik pada mu".
"Kau pikir setelah kau berniat baik pada ku. Aku akan mengurungkan niat ku untuk membunuh mu".
"Terserah diri mu",Pria ini yang sibuk mengobati luka-luka di tubuh Vlora.
__ADS_1
"........",menatap datar nan dingin.