
Selesai mengantarkan perempuan ini berobat hingga membelikan perempuan ini pakaian baru untuk mengantikan pakaian nya yang sudah basah dan kering rusak. Sampai mengantarkan perempuan kembali pulang.
Setibanya di depan rumah perempuan ini. Vlora sedikit terkejut melihat bangunan rumah sederhana di depan nya. Rumah ini sangat kecil, bahkan kamar pembantu di rumahnya lebih besar dari rumah ini.
Namun Vlora tetap fokus membantu perempuan ini dengan sangat baik, seakan-akan ia bukan Vlora tapi Yuna yang dulu. Karena Vlora adalah perempuan kejam, bukan perempuan berhati lembut seperti Yuna.
Setelah menuntut membantu perempuan ini berjalan sampai masuk ke dalam rumahnya. Perempuan berkacamata ini beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana?",tanya ku terfokus pada perempuan berkacamata di depannya.
"Ambil minuman, tapi...", terpotong oleh Vlora.
"Tidak usah duduk saja kamu kan masih sakit",kata ku.
Masih melihat dia yang masih berdiri,"Duduk saja aku tidak mau suguhan apapun dari mu".
"Kamu tinggal sendirian di sini?",tanya ku setelah melihat sekeliling rumah.
"Aku bersama adik ku",balasnya bernada rendah.
"Benarkah!?",ujar ku terfokus pada perempuan berkacamata ini."Enak sekali",
"Aku hampir lupa. Siapa nama mu?",tanya Ku kepada nya.
__ADS_1
Masih bernada suara rendah,"Jiwan".
"Kalau aku pasti sudah tau kan",kata ku sedikit bernada bercanda."Panggil saja aku Yuna",
"Adik mu masih sekolah?".
"Iya, kelas 11 SMA",
"Ummm....sudah malam gini adik mu kenapa belum pulang?".
"Sebentar lagi dia pulang",
"Umm".
"Aku harap bisa merasakan itu",ucap ku membuat Jiwan terdiam sedikit menurunkan pandangan dari ku.
"Ettss...kenapa jadi sedih gini lagi",
Obrolan mereka berdua terus berlanjut, apalagi saat adik Jiwan pulang membuat topik obrolan ini menjadi sangat panjang. Hingga Vlora sampai lupa jika sudah larut malam.
+++++
Ceklekkk.... membuka pintu kamar nya. Ia nyalakan lampu tidur kamar nya. Sebelum akhirnya ia berjalan menaruh tas ransel ini atas sova kamar.
__ADS_1
Vlora segera bebersih diri agar ia bisa segera beristirahat untuk memulihkan kembali energi untuk aktivitas besok pagi.
Namun setelah ia selesai mandi. Seperti keadaan masih belum memperbolehkan untuk nya beristirahat. Karena masih ada dua tugas di dalam dua laptop di depannya yang belum ia selesai. Mana mungkin ia bisa beristirahat sementara tugas-tugas nya belum terselesaikan.
++++
Ia memang berhasil melumpuhkan seluruh musuhnya. Namun ia tidak menyadari jika ada seseorang yang masih hidup. Seseorang yang berhasil membuat nya lumpuh karena pukulan benda tumpul dua kali di belakang kepala yang cukup kuat untuk membuat nya pingsan tidak sadarkan diri.
Walaupun masih siuman setengah sadar, tubuh nya sangat lemah sekali. Pandangan kedua matanya sangat kabur. Dan surai rambut nya yang sudah banyak mengeluarkan cairan merah pekat. Ia tetap berusaha untuk kembali bangkit justru tangannya di injak oleh kaki seseorang di depannya.
Sampai akhir seseorang yang belum sempat ia lihat identitas memukul kepala lagi membuat dirinya benar-benar kehilangan kesadaran.
Apakah akhir cerita hidup ku sampai di sini?Gumam pria yang terkulai lemas ini sebelum ia benar-benar kehilangan kesadaran.
Kembali ke Vlora yang tengah sibuk dengan pekerjaan di meja belajar nya. Sampai notifikasi chat masuk ke dalam ponsel yang tergeletak di atas meja samping nya.
>Kiki Anjing
01.22 Night,*Besok lu ada waktu luang?Jika ada gue minta tolong datang ke rumah. Temenin adik gue sampai bang Ifan pulang kerja*.
^^^Aku<^^^
^^^01.23 Night,*Ada urusan apa? Merepotkan, lihat saja besok*.^^^
__ADS_1
Tidak ada balasan lagi dari Kiki. Vlora memutus untuk melanjutkan menyelesaikan tugas pekerjaan nya agar lekas bisa istirahat. Toh malam hari juga semakin menjelang larut malam.