My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.48 Setelah kelulusan


__ADS_3

Tanpa terasa sudah tiga bulan menjadi kejadian di hari itu. Akhirnya sekarang Vlora dan seluruh teman-teman seangkatan nya telah lulus dari sekolah SMA Garuda Sayap Emas. Kelulusan seharusnya menjadi hari membahagiakan untuk semua siswa siswi.


Sayangnya momen itu sangat tidak membahagiakan untuk Vlora. Yang menganggap momen di hari ini sebagai api neraka yang mengerikan. Bagaimana tidak seperti itu? Di hari bahagia seperti ini ia yang seharusnya bisa merayakan nya bersama dengan Ana dan Vernon juga yang lain. Justru kedua telah pergi meninggalkan dirinya.


Namun selama itu juga, jasad Vernon belum pernah di ketemukan. Membuat kedua orang tua Vernon tidak putus asa untuk tetap mencari putranya. Karena keyakinan orang tua nya yang kuat untuk tetap beranggapan bahwa Vernon tetap masih hidup sebelum ada bukti nyata jika Vernon sudah tiada.


Next......


Vlora semakin aktif di dunia nya. Sejauh ini ia juga jauh lebih berhati-hati berinteraksi dengan seseorang, sekalipun itu adalah orang terdekat nya. Karena para anggota alpha dari kakek nya masih tetap berkeliaran bebas di luaran sana untuk melindungi dirinya. Walaupun mereka semua tidak mendapatkan imbalan apapun dari Vlora yang bahkan tidak pernah mengetahui bagaimana wajah mereka.


Yang jelas mereka yang telah menjadi pelindung dirinya telah berhasil membunuh satu terget yang sangat menginginkan kematian nya. Dan terget yang telah mereka habisi pertama kali adalah sahabat Vlora sendiri, Vernon.


Mereka akan terus melakukan demi melindungi generasi penerus keluarga Alpha. Sekalipun Vlora masih belum mau menduduki kekuatan kakeknya yang kejam itu.


Next...


Entah kenapa malam ini terasa terlalu damai. Karena terlalu damai Vlora sampai kesulitan untuk tidur. Tidak ada yang menyulitkan nya selama beberapa hari ini. Kabar tentang organisasi Mafia ZCBlack juga belum terdengar menyerang daerah kekuasaan nya. Yang jelas hilangnya Mafia ZCBlack adalah hilangnya Geo asli dan palsu.


Karena belum kunjung bisa beristirahat, ia memutuskan untuk duduk di luar balkon kamarnya. Tanpa ia sadari di depan pintu terdapat tas kertas belanjaan yang tertendang kakinya.


Vlora berjongkok mengambil tas itu untuk melihat isi dari dalam tas. Yang berisikan satu set pakaian miliknya yang dulu pernah ia pinjamkan pada Kiki.


Sudah melihat isi dalam tas itu, atensi matanya memperhatikan sekeliling mencari sang pengirim yang mungkin masih ada di sekitar pekarangan rumah. Toh kamarnya ada di lantai teratas membuat cukup bagus untuk bisa memperhatikan seluruh halaman depan rumahnya.


Selama lulus sekolah sampai sekarang. Vlora belum pernah lagi bertemu dengan Kiki. Itu lah kenapa setelah mendapatkan ini, ia pikir mungkin Kiki masih ada di sekitar pekarangan rumah nya.

__ADS_1


Namun hasil yang nihil membuat memutuskan untuk duduk tenang di kursi rotan yang tersedia di sini.


+++++++


++++++++++++


"Vlora",panggil Raka tergesa-gesa berlari mengejar Vlora yang hendak masuk ke dalam mobil.


"Jangan pulang sekarang",mintanya."Johson ternyata masih hidup, kabar tentang kematiannya adalah kabar tidak benar".


"Hemm".


"Kau sudah mengetahui nya".


"Iya",balas ku."Mana mungkin sepupu ku bisa mati semudah itu".


Tidak mengatakan sepatah kata pun lagi, ia segera membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.


"Lakukan pertemuan untuk nanti malam",minta ku sebelum menyalah mesin mobil tancap gas meninggalkan pekarangan markas ini.


+++


"Sudah siap beraksi?",tanya seseorang di seberang sana.


"Iya...sudah waktunya aku membalaskan dendam", tersenyum sengit mematikan.

__ADS_1


Mereka yang sudah termakan oleh kebencian akan sulit untuk kembali ke jalan yang benar. Apapun akan dilakukan untuk membalas kan dengan nya, adalah tujuan utama mereka yang terhasut. Setelah selesai pun mereka akan tetap haus akan pembalasan dan terus berbuat onar tanpa perduli siapa yang ia buat menderita. Di situlah ke bencian akan terlahir kembali.


Menghampiri seorang pemuda yang tengah terduduk melamun di atas dermaga kayu sendirian.


"Sedang apa di sini?",tanya Daniel pada adiknya ketiga nya, Kiki.



Tanpa menengok untuk melihat seumur suara,"Kau yang sedang apa di sini?Apa kau tidak takut ada yang melihat mu?",Kiki memutar balikkan pertanyaan kakaknya kembali.


"Tidak menjemput Vania sekolah?".


"Tidak".


"Kenapa?".


"Vania di jemput pacarnya".


"Kenapa tidak kamu saja?".


"Aku sibuk",


"CK",Daniel yang hendak berlalu meninggalkan tempat ini. Namun,"Tidak perlu takut, sebelumnya aku sudah mencari tau asal usul laki-laki itu".


"Namanya Kyun So Asgaza, panggilan nya Gaza. Ayahnya seorang dosen di universitas ku dan Abang dulu, ibunya seorang dokter psikologi",jelas Kiki yang apapun sangat mudah sekali untuk ia ketahui.

__ADS_1


"Latar belakang keluarga baik tidak akan menjamin dia laki-laki yang baik",Daniel belum sepenuhnya mempercayai laki-laki itu.


"Mau percaya atau tidak terserah Abang, yang jelas. Jangan sampai berbuat sesuatu yang membuat Vania menyesal. Karena sampai itu terjadi, jangan salah aku jika aku akan melupakan mu sebagai seorang Abang ku",kata Kiki masih terfokus pada perhatian nya.


__ADS_2