My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.14 Luka yang kau berikan tidak akan membuat ku kesakitan.


__ADS_3

Semenjak kejadian itu. Vlora semakin fokus dengan kegiatan nya sebagai seorang ketua mafia di banding fokus dengan sekolah. Alhasil Vlora jadi sering izin tidak masuk sekolah.


Dan semenjak saat itu. Vlora jadi kepribadian yang lebih kejam. Vlora akan langsung membunuh siapapun yang telah menghalangi jalan nya, ataupun mengusik kehidupan Kota nya.


Vlora yang awalnya tidak memiliki niatan untuk menggerakkan anggota nya untuk merebut kekuasaan orang lain. Kini Vlora justru memperkuat kekuatan nya, is menyerang dan merebut kekuasaan musuh. Mengambil alih wilayah untuk menjadi kekuasaan Mafia King88.


Sejauh ini. Dari wilayah-wilayah kota yang berhasil Vlora rebut dari kelompok lain. Tetap tidak ada satupun dari mereka semua. Mengenal siapa diri nya yang sebenarnya. Mereka yang ikut bersama Vlora hanya tau kalau Vlora adalah Queen Mafia King88.


Kota G Vlora dan Daniel yang menguasai. Sementara Kota lain Vlora mengutus Kenan dan Raka sebagai ketua tangan kanan nya.


Next.....


"Kenapa memanggil ku?".Tanya ku pada seseorang yang sudah berdiri seorang diri di atap gedung sekolah.


Berpaling ke arah sumber suara,"Tidak ada apa-apa. Aku sudah keliling atap ini dan tidak ada siapapun di sini selain kita. Jadi bisa kah kita ngobrol sebentar".Kata Kiki terfokus melihat Vlora.


"Iya".Balas ku singkat.


Kiki yang mengajak ngobrol akan tetapi saat kita sudah berdiri bersama sejajar dengan Vlora memperhatikan bawah sana, dari atap gedung bersama. Ia justru hanya diam saja, atensi memperhatikan pandangan di bawah sana. Sama seperti yang Vlora lakukan, tanpa ada niatan membuka obrolan lebih dulu.


"Rame sekali di bawah".Kata nya menghancurkan keheningan semenjak tadi.


"Kau ingin bicara apa anjing. Kau buang-buang waktu ku aku benar-benar sangat ingin menghabiskan jam istirahat ini dengan tidur di kelas. Aku bahkan sudah berpesan kepada Ana untuk menjaga ku selama aku tidur".Ucap ku panjang lebar mengomel.


"Hahhahhh......iya sudah tinggal tidur saja kali di sini. Atau kenapa juga datang kalau ngantuk".Kiki seenaknya bicara.


Slapp....dapp..... Vlora yang kesal menginjak kaki Kiki sekuat mungkin.


"Ashitt!!".Merintih kesakitan.


"Dasar bereng***sekkk!!".Aku mengambil ancang-ancang untuk menendang pipi Kiki.


Menghindar dari tendangan Vlora,"Tak kena".Kiki meledek serangan ku berhasil ia tahan.

__ADS_1


Mengambil langkah mundur berdiri tegak kembali. Vlora mengambil ancang-ancang untuk menyerang Kiki kembali.


Dapp.....Menahan tinjuan Vlora dengan genggaman tangan nya.


Menatap dalam manik mata itu,"Lengah".Brukkk....aku meninju perut Kiki kuat.


Kiki membungkuk menahan sakit. Dan Vlora mengambil ancang-ancang menyerang nya kembali. Dengan menendang kan lutut.


Depppp.....Yang berhasil Kiki tahan tengah kedua tangannya.


"Lumayan".Kiki menarik Kaki Vlora dengan kedua tangan nya mendekat padanya. Vlora yang kehilangan keseimbangan tubuh nya. Di tarik oleh Kiki yang memegang kening Vlora. Memutar tubuh Vlora agar membelakangi nya.


"Hahhahhhh....oleng kakak".Tawa Kiki menggenggam tanpa melepaskan telapak tangan nya yang memegang kening Vlora.


Pakk....,"Minggir, bau tai tangan lu".Ucap ku kesal.


Mencium aroma tangannya,"Bau baby blues anjing".


Tidak mendapatkan respon dari Vlora yang terlanjur kesal,"Hahhahhh..... sorry, sorry".


"Iya".


"Kamu sudah menjadi Queen Mafia King88 terkenal".Kata Kiki terfokus pada lawan bicara nya,"Akan ada hari di mana kamu harus membunuh ku".Lanjutnya.


Membuat atensi mata Vlora yang memperhatikan Kiki sedikit membulat sempurna.


"Jika hari itu tiba. Aku minta kamu melakukan tanpa ragu-ragu untuk melukai ku seperti tadi. Aku tidak akan sakit jika kamu yang melukai ku".Kata Kiki pada Vlora yang masih terdiam mencerna kalian-kalian yang ia ucapkan.


"Mau kan Yuna?".Tanya Kiki pada Vlora.


"Iya. Aku akan melakukan nya".


"Hemm....kau seperti tidak ikhlas melakukannya".Kiki menatap mengintimidasi Vlora.

__ADS_1


Aku yang masih terfokus pada Kiki,"Jangan bercanda Kiki".


"Jika kau sudah mati kau tidak akan bisa hidup lagi. Dan tidak mungkin tidak sakit jika tubuh seseorang terluka. Jelas akan sakit".


"Kau yakin aku akan mati. Sementara aku saja tidak merasakan sakit saat kau pukul".Kata Kiki terfokus pada Vlora.


Menyadari betul diam ku,"Kau lupa bilang apa di hari pertama kita memutuskan untuk menjadi sahabat."Kata Kiki,"Sahabat sehidup semati".


Atensi Vlora menatap dalam ke dalam manik mata indah yang selama beberapa minggu ini banyak memberikan nya kenyamanan.


Kiki membalas tatapan Vlora dengan senyum hangatnya sebelum Vlora membalas semua perkataan nya.


++++++


Baru saja sampai di lantai lorong kelas bahasa,"Lu dari mana saja o'on?".Tanya Ana langsung menarik pergelangan tangan Vlora.


Mengikuti Ana yang berlari,"Ada apa?".


"Cepat ke kelas gue belum mengerjakan matematika. Lu juga belum tadi gue lihat buku lu kosong".Kata Ana tanpa mengehentikan lari nya.


"Ha!!Serius lu?".Aku yang justru berlari lebih cepat dari Ana yang akhirnya tertarik oleh ku.


Sampai di kelas Vlora langsung mengambil buku tugas nya di dalam tas ransel. Melihat memang belum mengerjakan apapun Vlora langsung duduk tenang mengerjakan rincian-rincian lima soal matematika ini. Dari pada Vlora harus mendapatkan hukuman seperti kemarin.


++++++


"Apa informasi mata mu, dan bagian cara kerja mu. Semua berjalan baik?".Tanya ku pada Daniel.


Daniel menyalahkan laptop dan seluruh komputer nya,"Semua berjalan dengan baik. Mata-mata ku mengatakan bahwa tidak ada pergerakan mencurigakan di perbatasan kota".


"Ada yang aneh".Ujar ku,"Kau harus memperketat lagi keamanan mu, dan pastikan mata-mata mu benar-benar milik mu".Kata ku belum berlalu pergi meninggalkan ruangan Daniel.


Vlora kembali ke ruangan nya sendiri,'Ada yang aneh?Tidak mungkin tidak ada pergerakan apapun'.Batin ku bertanya-tanya. Otak ku berpikir keras memikirkan apa yang telah aku terlewatkan.

__ADS_1


Akhirnya Vlora duduk sendirian. Di ruangan kerja Vlora semalaman seorang diri memikirkan apa yang telah dirinya tinggalkan. Sembaring atensi mata menonton deretan data nama akun yang bergerak turun di dalam komputer nya.


__ADS_2