
Tapp.....Tapp.....Tapp......Vlora berlari secepat mungkin untuk mengejar seseorang yang tengah mengendarai motor metik di depan. Sebelum kecepatan motor itu di tambah ia harus bisa mengejar untuk menghentikan laju motor.
Dengan gerakan parkour. Vlora melompat setinggi mungkin ke atas dinding jalanan sempit ini. Sebelum akhirnya ia turun dengan cepat membiarkan kaki kanannya mendarat lebih dulu ke pengendara motor ini. Sampai membuat motor ini oleng dan terjatuh.
Ia segera berjalan mendekati kedua pengendara motor yang terjatuh ini. Langkah santai nya terhenti seketika saat salah seorang mengendara menodongkan pistol pada leher seorang anak laki-laki kecil yang tengah bersama dengan mereka berdua.
Sebelum di posisi sekarang. Awalnya Vlora yang ada di rumah memutuskan untuk keluar jalan-jalan di luar. Vlora keluar dari dalam rumah mewah nya seorang diri dengan berjalan kaki. Memang bukan kebiasaan nya, tapi entah kenapa ia sangat ingin sekali keluar rumah di malam ini hanya sekedar ingin makan malam di luar seorang diri. Kedua asisten rumah nya pun di buat terkejut melihat sifat berbeda majikan nya. Akan tetapi di sisi lain kedua asisten ini juga merasa senang karena untuk pertama kalinya Vlora berbicara dengan mereka dengan nada bicara yang berbeda. Tidak seperti biasanya yang tegas dan dingin.
Next...
Belum juga mendapatkan tempat makan yang membuat nyaman untuk makan di sana. Vlora yang berjalan melewati jalanan sepi tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang tengah memaksa seorang anak kecil untuk ikut bersama dengan mereka. Vlora yang berdiri tidak jauh dari sana menyadari betul jika kedua orang itu bukan orang baik. Alhasil Vlora langsung tergerak mengejar sesaat sebelum motor orang ini tancap gas.
Sampai akhir berada di posisi sekarang. Di mana sedikit saja gerakan gegabah, gerakan nya akan melukai seorang anak yang menjadi sadra mereka berdua.
Namun setelah sekian menit ke tiga orang ini sama-sama terdiam. Kedua orang yang menyandera seorang anak tiba-tiba tergerak menyerahkan anak itu pada Vlora tanpa paksaan. Membuat Vlora sedikit bingung, karena kedua orang ini sangat ketakutan melihat dirinya.
Vlora berpaling melihat belakang, yang ternyata sudah ada seseorang di belakang nya. Seseorang yang menatap tajam membunuh kepada kedua orang yang ketakutan di bawah sana.
"Sudah ku berikan kesempatan, dan kalian mengulangi nya lagi",ucap Kiki seseorang yang berdiri tepat di belakang Vlora berdiri.
Vlora berbalik badan menghadap ke arah Kiki,"Jangan lakukan yang aneh-aneh ada anak kecil di sini".
"Kalau gitu bawa dia pergi".
Tersenyum miring tipis, sebelum akhirnya Vlora mengangkat anak kecil ini ke dalam gendongan nya dan membawa anak laki-laki ini pergi menjauh dari tempat ini. Membiarkan Kiki mengurus sisa nya.
__ADS_1
+++++
"Tolong maafkan aku Tuan, kami tidak akan mengulangi nya lagi. Kami hanya butuh uang",memohon-mohon pada Kiki agar di berikan kesempatan satu kali lagi.
"Sayangnya aku tidak membuka kesempatan kedua untuk kalian",Kiki tergerak mendekat pada mereka berdua. Mengeluarkan pisau belati nya, menusuk-nusuk kan pada tubuh nya. Membuat rekan yang menyaksikan terdiam mematung tidak dapat tergerak untuk berlari. Padahal ia memiliki peluang besar untuk berlari.
Namun di saat sudah memiliki kekuatan untuk berlari. Baru beberapa langkah ia berjalan Bakkk....Kiki sudah lebih dulu menendang samping kepalanya sampai tersungkur.
Dan Kiki mengulangi hal yang sama dengan apa yang baru saja ia lakukan pada rekan laki-laki di depan nya ini.
"Tolong Tuan, tolong bebaskan aku hiks...hiks.....",Memohon-mohon sampai menitihkan air mata tidak membuat hati Kiki tergerak untuk melepaskan pria ini.
Kiki mengayunkan belati dalam genggaman nya sampai membuat goresan dalam di pipi pria ini.
"Aaaaaaaaaaakkkkk.......",ia sampai berteriak sangat kencang menahan peri dan sakit luar biasa.
"Kakak wanita baik tadi siang kan",tebak seorang anak laki-laki dalam gendongan Vlora.
"Iya".
"Maaf soal perkataan ku tadi siang".
"Rumah kamu di mana?Biar kakak antar".
Tertunduk lesung merasa bersalah. Bernada suara rendah anak laki-laki ini berkata,"Jalan Raya nomer 028".
__ADS_1
Dalam hening Vlora tetap melanjutkan perjalanan nya dengan tetap mengendong anak laki-laki ini di gendongan depan nya.
Sesaat kemudian sampailah Vlora di alamat rumah jalan Raya nomer 028. Ia segera melangkah mendekati pintu rumah menekan bel rumah. Menunggu sesaat sebelum akhirnya sepasang suami istri keluar dari dalam rumah.
"Chiko",seru ibu nya menangis harus sementara ayahnya langsung mengambil alih mengendong anak laki-laki ini yang ternyata bernama Chiko.
"Kamu dari mana saja Nak?".
Chiko terdiam sejenak menatap ke arah ku, yang ku balas tatapan itu dengan senyuman tipis.
"Saya pamit pulang pak Bu, selamat malam",aku yang langsung berlalu pergi meninggalkan halaman depan pekarangan rumah ini.
"Iya hati-hati di jalan, terima kasih sudah mengantarkan putra kami pulang",ucap ayah Chiko pada Vlora yang di balas hanya dengan anggukan dan senyuman tipis.
Samar-samar Vlora yang belum berjalan terlalu jauh mendengar.
"Aku tadi hampir di culik orang Yah, terus kakak tadi datang membantu ku".
"Syukurlah ada orang baik yang menolong mu",
"Makanannya kalau malam-malam jangan keluyuran Chiko, sudah di bilangin masih saja bandel".
"Aduh, aduh, bunda maafkan Chiko. Jangan di jewer lagi bunda".
"Sudah sayang kasihan Chiko".
__ADS_1
"Tidak ayah tidak anak sama saja",
Seketika langkah kaki yang terhenti di depan pekarangan rumah ini sejenak. Segera berjalan cepat menjauh. Terlalu lama di sini sangat tidak baik untuk batinnya yang sudah hancur.